Gw enggak tau deh gimana rasanya jadi produser atau sutradara pilm2 horor or selangkangan. Menurut gw blabarpisan enggak ada asyik2nya nonton pilm begituan selain bikin cocotipun medalaken toya mergane do mbengok2 keweden neng bioskop.

Lagipula semakin kesini, film2 horornya semakin tolol dan tidak jelas arahnya, keknya menandakan kualitas para sutradara, pembuat naskah, pemain kru dan bahkan para penontonnya, yang terakhir film demit nenek gayung sama kakek cangkul sungguh baca judulnya aja udah kebayang, bukan betapa jeleknya sosok demit yang udah aki2 dan nini2 tapi betapa tololnya orang yang bikin judul film kek gitu.

Gw justru lebih mengapresiasi film2 yang memuat budaya lokal atau mereka yang berkompetisi mbikin film dokumenter di eagle award, terlihat ada visi dan sesuatu yang ingin mereka bagi dengan bangsa ini, enggak cuma bagi2 judul film tolol.

Di hari ini, hari kelahiran Pancasila rupanya sila pertama kita sekali lagi telah mengalami amandemen keduanya yaitu dari KeTuhanan Yang Maha Esa menjadi KeHantuan Yang Maha Esa, sekali2 tinggalin deh ide2 busuk enggak lucu yang cuma pengen nakut2in penontonnya. Please KPI atau lembaga negara yang mengurusi aturan penyiaran dan perbioskopan tegur keras para aktor yang blabarpisan enggak ada kreatifnya cuma bisa ngikut trend yang enggak jauh beda sama abegeh alay kita jaman sekarang ini.

BACA JUGA:   Permainan monopoli

Buat gw sih daripada nonton film enggak jelas gitu mendingan nonton casper malah genah iso melu ngakak.

gambar nyolong dimarih

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.