Akhir Maret 2012, gelombang massa terus merangsek ke gedung DPR, misinya cuma satu, menolak kenaikan BBM yang direncanakan pemerintah. Kekisruhan pun terjadi, seperti biasa, dan yang menjadi korban adalah pagar gedung dewan.

Belum genap satu minggu sejak terjadinya kerusakan pagar tersebut, rupanya perbaikan sudah dilakukan, salut, begitu cepat anggaran negara digelontorkan untuk kepentingan para elit partai politik. Tetapi giliran menggoalkan dana untuk kepentingan rakyat di pelosok tanah air, selalu dipersulit, terasa enggak terlalu urgent lah, gak penting lah, masa reses lah, segala macam alasan dikeluarkan, belum ketika uang itu turun pun tercecer disana sini.

Masih ingatkah dengan perjuangan anak2 SD di Banten yang harus meniti jembatan maut? atau gedung2 sekolah yang tak lagi layak untuk menaungi anak2 bangsa meniti impian??

Kenapa?

Hanya untuk sebuah pagar yang menjadi simbol pembeda antara pejabat dan rakyat maka begitu mudah uang negara dikeluarkan, tetapi untuk kemaslahatan rakyat, mereka semua tutup mata.

lonely garuda
garuda di tengah reruntuhan sekolah

Akupun bertanya pada garuda yang berdiri gagah direruntuhan sekolah, masih adakah seorang patriot di negeri ini?

BACA JUGA:   promo tiket murah
News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.