Kebo nusu Gudel

Kebo nusu gudel adalah pepatah bahasa jawa yang secara gamblang berarti seekor kerbau yang menyusu pada anaknya, secara harfiah diartikan orang tua yang mencari perlindungan, kenyamanan atau pengetahuan pada mereka yang usianya jauh berada di bawahnya. 

Kebo nusu gudel diibaratkan ketidakmampuan orang tua sehingga membutuhkan kehadiran anaknya untuk menopang hidupnya. Ini menandakan wolak-waliking jaman, dimana nilai-nilai dalam sebuah budaya terkadang sudah tidak lagi bisa bertahan pada tempatnya, berganti dengan nilai lain yang justru berseberangan. Kelihatannya sungguh sarkastik, meskipun tidak selalu kita generalisir memiliki arti demikian.

Sebagai contoh dewasa ini dengan kemajuan teknologi yang sangat cepat, orang2 tua cenderung sulit beradaptasi dengan produk2 teknologi baru, berbeda dengan anak2 muda yang meski sama2 baru memegang produk yang sama tetapi kecepatan menguasai dan menggunakan produk tersebut akan lebih didominasi anak2 muda.

Entah apakah ini karena faktor orang tua sudah merasa capek, kebanyakan pikiran atau anak mudanya yang cenderung ketika menemui hal baru akan melakukan eksplorasi semaksimal mungkin untuk mencoba memahami apa yang ditawarkan dalam produk baru tersebut.

Sehingga sering kali mereka yang terhitung lebih senior justru belajar tentang hal2 baru pada para juniornya, entah itu cara memakai gadget terbaru, membuat aplikasi berbasis bahasa2 terbaru, atau malah diperuntukan untuk console android+blackberry yang jaman gw aja klo mo baca sms harus scroll kesamping sak kemenge, lha wong LCDnya cuma bisa nampilin satu baris horizontal doang n_n” opo meneh nek neng fesbuk ketemune bahasa ekspresine blackberry, sengit tenan, ameh niru juga itu bukan berasal dari karakter ASCII!!!! ……sialllll!!!!!!!!!!

Kalo dilihat dari kemampuan orang2 tua yang emang lebih lambat dalam beradaptasi dengan teknologi tidak ada salahnya belajar dari anak atau adik2nya agar lebih mudah memahami cara kerja teknologi tersebut. Toh hitung2 itu sebagai wujud simbiosis mutualisme, dimana kita juga bisa melatih kemampuan afektif anak agar terbiasa menyampaikan pandangannya, pengetahuannya, dengan begitu ia akan lebih mudah mendapatkan pengetahuan baru dari apa yang ia simpulkan dan jelaskan.

Jadi gak masalah klo toh memang harus belajar sama yang lebih muda, apalagi klo gurunya kek neng SongHua ini, mbok belajar sehari 24 jam keknya tetep pada betah langka sing pada ngantuk, iya ora lur??

gambar dari sini dan sini

kebo nusu gudel tegese, arti kebo nusu gudel, kebo nusu gudel, tegese kebo nusu gudel, peribahasa kebo nyusu gudel, kebo nusu gudel artinya, arti peribahasa kebo nusu gudel, kebo nyusu gudel tegese, kebo nyusu gudel, paribasan kebo nusu gudel

8 Komentar

  1. Anggi Balas

    apa coba hubungan Sapi sma gmbar mbak2 yg dibawah????????????????????????
    lempar bom
    X_X/#ãŀããђђĝubяãĸĸ_/_‎hªªhªªhªªwalah
    … Ĩ Ĥ ĩ ī Ŷ ŷ …™
    (*,_,)ノ⌒●~* LEMPAR BOM!!
    ‎‎¸.••´¯••¸. BOM!! ( ‘•. ¸¸.•’´)
    . />=)/ • (` ‘•. ¸ ¸.•’´)
    ♊. • BLAAAARR!!!
    _/ _ (¸. •’´’. ¸ ‘`’•.¸)
    (

    • anotherorion PenulisBalas

      hubungane kalo yang ngajarin kek mbak2 itu makin banyak kebo yang pengen nusu sama gudel nggi wkwkwkwkwkwkwk

  2. accilong Balas

    duh, fotonya si neng, hancur dah imej guru2 bersahaja macam ibu mus di laskar pelangi. hahhahah.

    btw, mas pri, gabung bloofer yuks, komunitas blogger. di facebook namanya blog of friendship. asyik bisa bagi2 info, tukar pendapat plus diskusi. ada website grup juga, ngurusnya rame2 juga, coba deh mampir. url-nya bloofers.org

    #ngiklan…ngiklann… :p

    • anotherorion PenulisBalas

      hehehe itu guru di china chi, boleh deh nanti aku coba mampir, makasih infonya ya

  3. Dwi Wahyudi Balas

    Oalah Kang Mas, kalau guru ne kayak gitu mau jugalah kulo sekolah meneh. Wkwkwkw… 🙂

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.