Lembur-lemburan ala PPG

Tahun ini sebenernya urusan perkuliahanku udah selesai. Progress S2 ku akhirnya selesai triwulan ketiga tahun kemarin. Selepas menggondol gelar itu aku sebenernya udah males banget buat ikut kuliah lagi. Maklum aja, temen-temenku udah tau gimana perjalananku selama kuliah yang lumayan wah….. lemotnya.

Jadi kupikir selepas menyelesaikan itu semua aku gak pengen nambah-nambah lagi. Kecuali klo emang nantinya aku jadi dosen dan harus ambil kuliah S3 ya apa mau dikata. Tapi saat ini, kayaknya enggak dulu.

Ndilalahnya ~>> whats the meaning on Indonesia? aku lolos dalam tes pra PPG yang dilakukan setahun sebelumnya. Jujur aja waktu ikut tes pra PPG pun aku ogah-ogahan, malah lolos. PPG sendiri adalah singkatan dari Program Profesi Guru, program terbaru untuk menggantikan mekanisme PLPG beberapa tahun terakhir. Karena ini adalah PPG dalam jabatan, sedikit berbeda dengan pelaksanaan PPG Mandiri (berbayar sendiri) atau dari mereka yang sudah melaksanakan program SM3T. Kuliah kami lebih padat, dan setengahnya adalah kuliah online.

Di satu sisi, kuliah online ini bisa jadi solusi mengingat para peserta PPG tidak hanya berasal dari satu daerah saja, beberapa seperti aku bukan PNS pula, yang artinya bisa gak dapet gaji klo engga ngajar di sekolah. Tapi disisi lain, dengan sistem yang baru digunakan saat ini banyak sekali trial n error yang mengharuskan kami bolak balik buat ngecek hasil tugasnya. Misal udah selesai ngerjain tes atau tugas, minggu depannya dapat notif kalau sistem direset dan kami harus reupload n re-kerjain tugasnya lagi.

BACA JUGA:   Cintaku adalah ketulusan bukan kesempurnaan

Selain masalah sistem yang belum sempurna, deadline dan kuantitas tugas juga lumayan bikin pening, sejak dimulai pra Lebaran kemarin, bisa dibayangkan bahwa kerjaan kami saat lebaran adalah nugas bukan sungkem sama keluarga. Dalam satu minggu setidaknya kami harus menyelesaikan 1 modul yang terdiri dari 4-5 materi, setiap materi memiliki tugas dan tes sendiri, sebelum dipungkasi dengan tugas akhir tiap modul dan tes sumatifnya. Jadi bisa dibayangkan kesibukannya dengan 1 hari satu materi + tugas dan tes.

PPG program profesi guru

PPG ini dibagi menjadi dua course online, pedagogik dan produktif. Pedagogis berkisar seputar ilmu kependidikan sementara produktif berkaitan dengan bidang keahlian yang kami ampu. Course pedagogis ini  sebagai jembatan antara mereka yang berasal dari disiplin ilmu murni dengan ilmu kependidikan yang dimiliki rekan-rekan guru yang berasal dari LPTK. Sementara course produktif lebih merupakan fushion beberapa mapel yang ada di bidang keahlian tersebut. Misalnya karena aku guru TKJ, maka mencakup di dalamnya adalah materi seputar TIK/KKPI, RPL serta Multimedia. Mau tidak mau, suka tidak suka kami pun harus belajar materi lintas keahlian ini. Meski masih dalam scope yang sama Teknologi Informasi dan Komputer.

Dalam kuliah ini nantinya, selepas menyelesaikan 6 modul pedagogis dan 6 modul produktif, kami akan dikumpulkan di masing-masing LPTK penyelenggara untuk mengikuti kuliah tatap muka, PPL dll selama 2 bulan penuh. Jadi sejak 3 bulan ini memang lagi sibuk-sibuknya dengan beberapa kerjaan sekaligus, baik itu PPG, ngajar, ngurus keluarga dan ngeblog. Semua penting dan tetap harus bisa berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA:   Ayam dan telur duluan mana?

So doakan saja, biar kami bisa melalui ini semua, semoga apa yang kami kerjakan ini bisa memberikan manfaat minimal untuk anak didik kami di sekolah masing-masing.

 

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.