Anak muda yang dilanda kasmaran sering ngebullshit kesana sini, mendadak kahlil gibran, enggak enyak makan, seneng begadang n selalu kebayang2 wajah pujaan hatinya.

Dalam tataran abegeh yang baru mengenal cinta, mereka terkadang bingung mengekspresikan perasaaanya, jadinya absurd. Maksud hati mau dapet perhatiannya yang jadi malah dapet caci makinya. Galaw waw waw waw waw waw.

Tidak jarang terjadi pertukaran definisi cinta dengan patriarki, gak jarang liat seorang cewe termarjinalkan oleh kekuasaan cowoknya, harus ikutan kesana sini, harus mau gaul sama tongkrongan cowoknya, ikutan gaya pakaian si cowok, ngepunk, ngecat rambut dll dsb dst, atau sebaliknya cowok yang harus jadi satpam salon dan jadi korban colekan para banci salon gara2 nemenin ceweknya creambath sampe berhari2.

Memaksakan kehendak pada pasangan, keknya udah jamak di antara sekian juta anak muda, bahkan yang sudah berkeluarga, dan akhirnya semua harus diakhiri dengan jalan masing2.

Sedikit cerita tentang seorang preman yang jatuh cinta, tidak berani mengungkapkan isi hatinya pada pujaan hatinya, lalu muncullah sebuah ide, mabok2 di jalan, mencegat si wanita dan menakut2i pujaan hatinya agar takut dan mau menerima cintanya….

Apa kata pujaan hatinya?

MENCINTAI DIRI KAMU SENDIRI SAJA KAMU ENGGAK MAMPU?? MANA BISA KAMU MENCINTAI AKU!!!

love yourself before anybody elseSebelum mencintai orang lain, hal yang harus ditanyakan pada diri kita adalah, sudahkah kita mencintai diri kita sendiri?? menghormati diri kita sebagai mana seharusnya bukan dalam perspektif gaul anak muda, tapi kepantasan dan norma masyarakat yang lebih luas, tidak terbatas dari sudut pandang anak genknya, teman sepermainan atau komunitas terbatasnya.

BACA JUGA:   Fake You

Ya, bagaimana kita meminta orang lain mencintai kita sementara kita tidak bisa mencintai diri sendiri?? bisakah kita menjamin kitapun mampu mencintainya sedangkan pada diri sendiri saja kita belum mampu?

Ya tak perlu terlalu heboh untuk mengatakan pada dunia kita begitu mencintainya, karena mungkin ia justru tak menginginkannya, tunjukkan cinta untuknya itu ada dalam keseharian kita dan cara kita menatap matanya.

Hanya sekedar refleksi di malam hari

pic was taken from here

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.