Memaksimalkan Slot Optic Drive Pada Laptop dengan HDD Caddy

Saat ini aku menggunakan laptop HP yang sudah cukup berumur, aku sendiri lupa serinya, mungkin G240 tapi entah gen berapa. Laptop itu aku beli 6 tahun yang lalu untuk menggantikan laptop MSI ku yang bermasalah di kedua engselnya. Selama enam tahun pemakaian ini sih secara performa masih bisa diandalkan meskipun jujur saja, selama 6 tahun pemakaian. Aku belum pernah mengganti OSnya sekalipun, jadi beneran masih sejak jaman pertama beli.

Males aja klo harus install ulang OS sementara itu adalah satu-satunya senjataku bekerja. Sebenarnya Windows 8.0 yang terinstall sih udah sering bermasalah sistemnya, ya mulai dari masalah kesalahan driver genetik untuk wifinya yang sering lola, sering juga ngembat beberapa setting windows yang berakibat ni laptop halaman loginnya ngerefresh mulu klo abis mode sleep, dan baterai yang beberapa kali ganti. Soal baterai sih ya aku wajar, beli yang value untuk menggantikan baterai ori emang kualitasnya beda.

Permasalahan lain laptop ini ada di memory yang hanya punya 2 GB saja, udah aku upgrade sih jadi 4 meski di jaman sekarang juga ram segitu mah udah biasa pake banget, tapi masih cukup nyaman kok. Karena masalah ram ini sebenernya gak selalu penyebab masalah lemot, toh server unbk ku di sekolah yang pake ram 12gb dan 8gb juga lelet, lebih ke faktor efisiensi task di process windowsnya aja sih.

Senjakala Optic Drive

Nah yang baru aku oprek lagi adalah soal driver optic. Udah lama ni driver optic internal laptopku impoten, sepertinya sih masalah laser optic yang menurun kemampuannya seiring bertambahnya usia, mau dituker optical drive internal baru kok aku pikir gak ada gunanya juga.

Memaksimalkan Slot Optic Drive Pada Laptop dengan HDD Caddy 1

Penggunaan media optic saat ini udah menurun drastis dibanding beberapa tahun ke belakang, kemunculan USB Flash drive adalah pemicunya, media penyimpanan berbasis gerbang logika NAND ini emang lebih simpel, lebih flexible dalam penggunaannya. Kecil, simpel, tidak punya resiko data rusak karena keping cd terbaret atau dimakan jamur. Jika sebelumnya posisi flashdisk hanya sebagai media penyimpanan, toh saat ini flashdisk bisa digunakan sebagai bootable drive, sebuah kemampuan yang bisa mensubstitusi salah satu kemampuan utama kepingan optic untuk melakukan instalasi OS baru, melakukan ghosting HDD dan merecover PC yang rusak. Lagipula aku sendiri masih punya DVD RW external

So, kupikir daripada mengganti optical drive lama, kenapa enggak sekalian saja aku pasang HDD Caddy?

Apa tuh HDD Caddy?

HDD Caddy sendiri adalah sebuah form factor yang memungkinkan kita memasang drive hardisk kedalam bracket yang menyerupai form factor internal drive optic pada laptop. Saat ini ada dua ukuran HDD caddy, ukuran 9 mm untuk yang tipis dan yang gede klo gak salah 13mm yang digunakan untuk laptop lebih tua. Karena optical drive dan HDD menggunakan interface yang sama, tentu lebih memudahkan proses optical drive replacement dengan HDD. Kenapa malah ditambah hardisk? Kan laptop udah ada hardisknya.

harga sata hdd caddy

Ya gimana, namanya juga laptop lama, hardisknya hanya 500gb, itu aja udah gak bisa dipake, selain itu aku masih punya beberapa stok HDD lama yang masih bisa dipakai, 120, 160 dan 500gb, dan juga sebuah HDD external 1TB, Beberapa HDD lama aku belikan bracket HDD agar bisa kupakai sebagai HDD external juga, tapi daripada mengandalkan kecepatan transfer USB yang masih versi 2.0 kenapa enggak sekalian pake caddy yang berinterface SATA?

Harga HDD Caddy Murah dan Sangat Terjangkau

Lagipula harga HDD caddynya cukup murah, hanya 50 ribu rupiah aja, klo kalian cek di tokopedia or bukalapak malah ada yang jual dengan harga 35 ribuan. So ya udah ganti aja. Masalahnya untuk mengganti optical drive kalian emang harus bisa bongkar laptop, jika emang gak berani, bawa saja ke toko komputer terdekat, minta tolong dibantu pemasangannya

 

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.