Akhirnya kita sampai pada tutorial membuat traffic light dengan codevision AVR yang ke empat, dimana kita akan membuat traffic light dengan countdown timer untuk masing2 bangjo, jadi total ada 4 bangjo, dengan 8 seven segment dimana setiap bangjo memiliki 2 seven segment, satu untuk counter ketika lampu hijau, satu untuk counter ketika berhenti atau lampu merah.

Untuk keperluan ini, lagi2 kita kekurangan output ATMega untuk kendali seven segment, maka salah satu cara menyiasatinya lagi2 kita bisa memparalelkan seven segmentnya, 8 input seven segment kita percayakan pada PORTA untuk mengeluarkan output nilainya, sedangkan PORTB kita gunakan sebagai kendali seven segment, jadi kita masih punya 2 PORT untuk kendali traffic lightnya, PORTC kita gunakan sebagai kendali traffic light 1 – 2, dan PORTD kita gunakan untuk mengendalikan traffic light 3 – 4.

Pada tutorial kali ini, pada prinsipnya ketika lampu 1 hijau, sisanya harus merah, dan tiap lampu merah memiliki nilai waktu yang berbeda2, sehingga pada saat gilirannya tiap lampu merah akan habis di angka nol sebelum berubah ke warna hijau.

Di sini jika sebuah lampu hijau, maka lampu setelahnya memiliki nilai counter yang sama, lampu ketiga memiliki nilai counter + 3, dan lampu terakhir memiliki nilai counter + 6. Kemudian setelah lampu kedua menyala hijau maka nilai lampu ketiga sudah sama dengan nilai counter 2, lampu keempat bernilai counter + 3 dan lampu pertama diset dengan nilai counter + 6. Dan pada saat nilai lampu hijau 0 otomatis dia berubah ke warna kuning, sebenarnya bisa saja kita membuat pada saat nilai 0 tetap hijau baru kemudian baru warna kuning, tapi hehehe programnya ntar tambah panjang 😀 tapi monggo klo mau ditambahkan sendiri biar terkesan lebih valid.

BACA JUGA:   Memprogram LED ATMega (4); Kendali Led dengan Push Button

traffic light priyo harjiyono

Lebih lanjut listing program yang ditulis dengan bahasa C dan compiler Codevision AVR sebagai berikut.

#include <mega16.h>
#include <delay.h>

// Declare your global variables here
unsigned int bj1;
unsigned char lp1;
unsigned char bil[11]={0x00,0xc0,0xf9,0xa4,0xb0,0x99,0x92,0x82,0xf8,0x80,0x90};
void main(void)
{

//this code was taken from http://anotherorion.com

DDRA=DDRB=DDRC=DDRD=255;
PORTA=PORTB=PORTC=PORTD=0;
while (1)
{
PORTC=0x41;
PORTD=0x44;
for(lp1=3;lp1>0;lp1--)
{
delay_ms(1);

for(bj1=0;bj1<10;bj1++)
{
PORTB=0x09;
PORTA=bil[lp1];
delay_ms(10);
PORTB=0x20;
PORTA=bil[lp1+3];
delay_ms(10);
PORTB=0x80;
PORTA=bil[lp1+6];
delay_ms(10);
if(lp1==1)
{
PORTC=0x42;
PORTD=0x44;
PORTB=0x04;
PORTA=0xff;
delay_ms(10);
}
}
}

PORTC=0x14;
for(lp1=3;lp1>0;lp1--)
{
delay_ms(1);

for(bj1=0;bj1<10;bj1++)
{
PORTB=0x24;
PORTA=bil[lp1];
delay_ms(10);
PORTB=0x80;
PORTA=bil[lp1+3];
delay_ms(10);
PORTB=0x02;
PORTA=bil[lp1+6];
delay_ms(10);
if(lp1==1)
{
PORTC=0x24;
PORTD=0x44;
PORTB=0x04;
PORTA=0xff;
delay_ms(10);
}
}
}
PORTC=0x44;
PORTD=0x41;
for(lp1=3;lp1>0;lp1--)
{
delay_ms(1);

for(bj1=0;bj1<10;bj1++)
{
PORTB=0x90;
PORTA=bil[lp1];
delay_ms(10);
PORTB=0x02;
PORTA=bil[lp1+3];
delay_ms(10);
PORTB=0x08;
PORTA=bil[lp1+6];
delay_ms(10);
if(lp1==1)
{
PORTD=0x42;
PORTB=0x04;
PORTA=0xff;
delay_ms(10);
}
}
}
PORTD=0x14;
for(lp1=3;lp1>0;lp1--)
{
delay_ms(1);

for(bj1=0;bj1<10;bj1++)
{
PORTB=0x42;
PORTA=bil[lp1];
delay_ms(10);
PORTB=0x08;
PORTA=bil[lp1+3];
delay_ms(10);
PORTB=0x20;
PORTA=bil[lp1+6];
delay_ms(10);
if(lp1==1)
{
PORTD=0x24;
PORTB=0x04;
PORTA=0xff;
delay_ms(10);
}
}
}

};
}

Nah, setelah ini anda bisa mengembangkan sendiri rangkaian traffic lightnya, mungkin setiap bangjo punya counter puluhan bahkan ratusan seperti di jalan2 protokol, siapa tahu malah bisa bikin program untuk memprogram bangjo semacam ini

 

gambar traffic tree dari sini

rangkaian traffic light dengan counter, rangkaian traffic light atmega 16, program traffic light sederhana cvavr, trafict light dgn cv avr, cara membuat angka lampu merah, lampu keren menggunakan proteus, traffic light atmega16, Counter traffic light avr, rangkaian dan program traffic light, rangkaian lampu lalu lintas dengan timer
News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.