Panduan Memilih Web Hosting untuk Pemula

Memilih web hosting untuk pemula bisa jadi merupakan hal yang sulit dan cenderung memusingkan, hal tersebut juga yang aku rasakan ketika pertama kali berkenalan dengan hosting sekitar 10 tahun yang lalu. Sebagai seorang pemula, aku benar-benar buta mengenai apa itu hosting, jadi jangankan untuk membandingkan kualitas dan fitur layanan hosting, pengertian hostingnya saja aku tidak terlalu paham.

Web hosting adalah penyedia layanan yang memberikan layanan untuk menempatkan file website kita di internet, ini yang membedakan layanan website kita dengan layanan penyimpanan file seperti GDrive/dropbox. Hosting merupakan layanan web server, digunakan untuk membuat dan menjalankan sebuah website, jadi bukan sekedar media penyimpanan file secara online saja.

Sebagai manusia Indonesia saat itu aku hanya mengandalkan informasi dari seorang teman yang kebetulan juga memiliki informasi mengenai hosting, namun ya namanya juga informasi dari temen kadang subyektif, akhirnya aku pun menemukan masalah dalam hosting pertamaku tersebut, setiap tanggal 20 sampai akhir bulan, websiteku mati, tidak bisa diakses sama sekali. Website tersebut baru akan live lagi setelah memasuki bulan baru.

Padahal di masa itu aku sangat mengandalkan pemasukan dari iklan Google Adsense yang tampil di halaman websiteku. Lalu kalau websiteku tidak bisa diakses gimana dong? Ya jelas, pemasukan iklanku turun, begitu juga peringkat website ku pun turun.

Agar rekan-rekan pemula yang ingin memilih web hosting tidak mengalami juga apa yang aku rasakan, pada artikel kali ini aku mencoba membuat panduan memilih web hosting untuk pemula, supaya terhindar dari permasalahan yang pernah terjadi padaku

Panduan Memilih Web Hosting untuk Pemula

Gunakan Layanan Shared Hosting

Ada beberapa jenis layanan web hosting, yaitu shared hosting, VPS, dan dedicated hosting. Setiap layanan tersebut memiliki scope cakupan yang berbeda-beda, VPS disarankan untuk mereka yang sudah mampu mengelola permasalahan teknis web server, serta hendak melakukan efisiensi sumber daya hosting sendiri secara maksimal dan dedicated hosting sangat disarankan untuk para profesional ataupun perusahaan yang memiliki ratusan ribu pengguna sebut saja marketplace. Rekan-rekan bisa membaca artikelku yang lain mengenai Perbedaan Shared Hosting, VPS dan Dedicated Hosting

Pengguna pemula tidak disarankan menggunakan kedua jenis layanan di atas, selain lebih ribet, harga yang dibebankan juga lebih mahal. Alih-alih menggunakan kedua layanan tersebut, gunakanlah layanan shared hosting, yang lebih murah, mudah serta memiliki dukungan teknikal support dari penyedia web hosting.

Pilih Layanan Minimal yang Upgradable

Pada layanan shared hosting juga terdapat beberapa pilihan penawaran. Biasanya, perbedaan penawaran setiap shared hosting adalah pada jumlah space disk yang disediakan. Ya seperti kita memiliki sebuah drive di internet, kita bisa memulai dari jumlah space disk yang lebih kecil terlebih dahulu.

Ada yang menawarkan space mulai dari 1 Gigabyte, 2 Gigabyte, 5 Gigabyte dan seterusnya. Mengapa memilih opsi terkecil? Bukankah pada saatnya nanti kita juga membutuhkan space disk yang lebih tinggi untuk menaruh file website kita?

Betul sekali, namun kita mungkin tidak akan membutuhkan layanan 10 Gigabyte pada bulan-bulan pertama, sedangkan biaya yang dibebankan adalah biaya space tersebut entah sudah terpakai atau belum sejak kita mengordernya, tentunya hal ini tidak efisien. Sebagai contoh, blog anotherorion ini hanya menggunakan layanan 5 Gigabyte, bahkan setelah 10 tahun, secara berkala space nya aku upgrade sesuai dengan kebutuhan.

Coba jika dari awal aku memutuskan menggunakan layanan 10 Gigabyte? Tentu biaya yang harus keluar sangat besar dan tidak efisien.

Unlimited Bandwidth

Permasalahan yang aku singgung dalam web hosting pertama aku di atas adalah adanya batasan bandwidth. Bandwith berbeda dengan space hardisk yang kita sewa di layanan web hosting. Bandwidth adalah besaran transfer data yang dilakukan antara web server kita dengan browser milik para klien.

panduan memilih web hosting untuk pemula

Semakin ramai website kita, semakin besar pula kebutuhan bandwidth, dan jika bandwidth tersebut terbatas, hasilnya adalah website kita tidak bisa diakses, para pengunjung hanya akan melihat tulisan bandwidth limit exceeded. Dan bandwidth ini hanya akan bisa direset setiap awal bulan.

Oleh karenanya, sangat disarankan pemula memilih layanan hosting yang menyediakan bandwidth gratis unlimited untuk terhindar dari permasalahan teknis semacam ini

Garansi Uptime 99.99%

Uptime, adalah istilah availability sebuah website hingga dapat diakses selama setahun penuh, 24/7 perminggu tanpa adanya istilah down. Down ini bisa terjadi karena banyak hal, seperti mati listrik di penyedia hosting, gangguan teknis bahkan serangan hacker.

Dengan memilih web hosting yang memiliki garansi uptime 99.99% kita mendapatkan garansi dalam rentang satu tahun, gangguan yang terjadi dalam website kita tidak akan sampai memakan waktu 5 menit/tahun.

Hanya web hosting terbaik yang memiliki layanan garansi semacam ini, karena secara infrastruktur maupun SDM mereka sudah sangat siap untuk menghadapi gangguan-gangguan teknis pada website kita sebagai klien mereka.

Menggunakan SSD

Jenis disk yang digunakan untuk menyimpan file juga berpengaruh terhadap kecepatan akses sebuah website, gunakanlah web hosting yang sudah menggunakan layanan SSD alih-alih menggunakan HDD untuk menyimpan data kita. Selain lebih cepat aksesnya, SSD juga lebih baik dari segi ketahanan, penggunaan sumber daya dibanding disk berbasis piringan HDD

Menggunakan Litespeed

Ada tiga jenis software yang dapat digunakan untuk membuat sebuah web server, yaitu NGINX, Apache dan Litespeed. Ketiga-tiganya ini bagus, setiap jenis web server ini memiliki keunggulan masing-masing, tapi jika kita bicara kebutuhan untuk pemula, saran aku cari layanan web hosting yang menggunakan Litespeed.

Litespeed merupakan web server terbaru yang menggunakan apache sebagai corenya namun memiliki tambahan kemampuan, salah satu yang cukup terkenal adalah kemampuan caching yang lebih baik. Dari sisi pengguna pemula, Litespeed memungkinkan website yang mereka miliki memiliki kecepatan loading yang lebih optimal di banding jenis lain tanpa perlu dipusingkan dengan konfigurasi tingkat lanjut.

Dimaksimalkan untuk WordPress

Pada umumnya mengapa orang memilih menggunakan layanan hosting dibandingkan menggunakan blog berbasis blogspot adalah untuk menggunakan layanan WordPress, meskipun hosting juga bisa kita pasang dengan berbagai CMS lain seperti Drupal dan Joomla, WordPress tetap merupakan CMS paling favorit untuk membangun website/blog bagi pemula.

Kemudahan menggunakan plugin dan sifatnya modular, membuat wordpress sangat mudah dikostum, bahkan oleh pemula. Para pengguna wordpress dapat menggunakan berbagai plugin gratis untuk menambah fitur pada website mereka, misalnya untuk menambahkan video, sebagai toko online, atau melakukan transaksi penjualan secara langsung di website. Karenanya gunakan web hosting yang memiliki fitur dukungan WordPress

Mengapa Neo Hosting Cocok Untuk Pemula

Dari beberapa poin yang aku sebutkan dalam panduan memilih web hosting untuk pemula di atas, Neo Hosting merupakan layanan yang dapat memberikan penawaran terbaik untuk para pemula yang baru pertama kali mengenal web hosting. Mengapa demikian?

Keunggulan Layanan Neo Hosting

  1. Menggunakan LiteSpeed Entreprise – Menggunakan Shared Hosting Server di Neo Hosting anda tidak hanya mendapatkan server tercepat tapi juga yang kelasnya terbaik dan tercepat, efisiensi Litespeed Entreprise antara 2-10x lipat lebih baik dari jenis server lain
  2. Menggunakan SSD – Kecepatan transfer data di sisi hardware sudah optimal dengan penggunaan SSD sebagai disk server Neo Hosting
  3. bandwidth Unlimited – Tidak ada batasan transfer data tiap bulan untuk website pengguna, sehingga pengguna bisa lebih bebas memaksimalkan kinerja website milik mereka, tidak mengalami gangguan meskipun pengunjung website sedang ramai.
  4. Uptime 99.99% – Neo Hosting menggunakan infrastruktur terbaik yang ada di Indonesia, sehingga mampu memberikan garansi uptime 99.99% kepada para penggunanya
  5. Memiliki WordPress Toolkit dan WP Accelerator – Seperti yang aku sebutkan di atas, Neo Hosting memiliki dukungan terhadap website berbasis wordpress yang bisa membantu kita mengoptimalkan website nantinya
  6. Costumer Support 24/7 – Neo Hosting memiliki layanan support yang siap membantu para pengguna web hosting pemula selama 24 jam 7 hari seminggu tanpa henti.
  7. Gratis SSL – fitur gratis ini memastikan keamanan pengguna, merupakan fitur wajib untuk keamanan cyber dunia perbankan, marketplace, sosial media dari ancaman penyadapan data
  8. Data Center di Indonesia – Neo Hosting memiliki data center di Biznet Indonesia, jadi lebih dekat dengan calon pengunjung website kita, sehingga lebih efisien dan cepat dalam melayani pengunjung website

Masih banyak juga keunggulan Neo Hosting yang lain, tapi dari 8 keunggulan di atas aja, aku udah bisa saranin Neo Hosting ini sangat cocok buat pemula, serius, Litespeednya aja udah pake yang Litespeed Entreprise, ini kenapa jadi aku sendiri yang mupeng pengen ikut make layanan Neo Hosting yak.

Btw, buat kalian yang ingin menggunakan layanan Neo Hosting aku kasih tahu lagi nih, mumpung Neo Hosting lagi ada promo juga nih. Ada diskon 25% untuk layanan NEO Web Hosting dan NEO Dedicated Hosting, rinciannya seperti ini ya:

  1. Diskon berlaku untuk layanan NEO Web Hosting dan NEO Dedicated Hosting
  2. Kode Voucher NEO Web Hosting: NEOWH25 (Sudah Termasuk Domain)
  3. Kode Voucher NEO Dedicated Hosting: NEODH25
  4. Kode Voucher dapat diaktifkan pada periode promo: 20 Agustus 2021 – 20 November 2022 di https://web.neo.id
  5. Diskon hanya dapat digunakan untuk billing cycle annual
  6. Diskon hanya berlaku untuk pengguna baru
  7. Kode promo hanya dapat di-redeem sebanyak satu kali untuk setiap akun yang sudah terdaftar

Nah tunggu apalagi, udah baca panduan memilih layanan web hosting untuk pemula n udah dapet kode diskonnya tinggal cuz aja ke Neo Hosting dan order layanan hosting pilihan kamu.

 

BACA JUGA:   Fitur Statistik Jetpack untuk memantau keyword & affiliate

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.