Pengertian Skala Thurstone dan Contoh Instrumen

Skala Thurstone adalah metode pengukuran yang digunakan dalam penelitian sosial untuk mengukur pendapat atau sikap seseorang terhadap suatu topik atau pernyataan. Metode ini dikembangkan oleh Louis Leon Thurstone pada tahun 1920-an dan merupakan salah satu jenis skala penilaian bersama yang paling umum digunakan dalam penelitian sosial.

Skala Thurstone masuk dalam kategori skala bipolar, karena terdiri dari dua kutub dengan bobot positif dan negatif. Pada skala Thurstone, responden diminta untuk menempatkan pernyataan di antara dua kutub, yaitu skala negatif dan skala positif, dengan bobot negatif dan positif yang berbeda. Sehingga, skala Thurstone tidak hanya menunjukkan kekuatan dari suatu sikap atau pendapat, tetapi juga arah dari sikap atau pendapat tersebut, yaitu positif atau negatif.

Skala Thurstone biasanya terdiri dari serangkaian pernyataan yang berkaitan dengan topik tertentu. Responden diminta untuk menilai sejauh mana mereka setuju atau tidak setuju dengan setiap pernyataan tersebut, menggunakan skala likert dari 1 hingga 11, di mana 1 menunjukkan ketidaksetujuan total dan 11 menunjukkan setuju total.

Pengertian Skala Thurstone Menurut Ahli

Berikut adalah beberapa definisi skala Thurstone menurut para ahli:

  1. Menurut Arikunto (2010), skala Thurstone adalah salah satu jenis skala pengukuran opini yang digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk mengukur pendapat atau sikap seseorang terhadap suatu topik atau pernyataan.
  2. Menurut Suharsimi Arikunto (2018), skala Thurstone adalah skala pengukuran yang menggunakan penilaian bersama untuk mengevaluasi pendapat atau sikap responden terhadap serangkaian pernyataan.
  3. Menurut Creswell (2014), skala Thurstone adalah metode pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap atau pendapat seseorang terhadap suatu topik atau pernyataan dengan menggabungkan pendapat dari beberapa responden untuk menghasilkan sebuah skala.
  4. Menurut Sugiyono (2019), skala Thurstone adalah metode pengukuran yang dapat digunakan untuk menentukan tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap suatu pernyataan atau topik tertentu, dengan menggunakan skala likert yang diberi bobot tertentu.

Dari pendapat para ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa skala Thurstone adalah salah satu jenis skala pengukuran opini yang digunakan dalam penelitian kuantitatif untuk mengukur pendapat atau sikap seseorang terhadap suatu topik atau pernyataan, dengan menggunakan penilaian bersama dari beberapa responden. Skala Thurstone sering menggunakan skala likert yang diberi bobot tertentu untuk menentukan tingkat kesetujuan atau ketidaksetujuan terhadap suatu pernyataan atau topik tertentu.

Perbedaan Skala Likert dan Thurstone

Jika kita cermati, mungkin kalian akan sedikit bingung mengapa skala thurstone menggunakan skala likert?

BACA JUGA:   Pengertian Skala Guttman dan Kelebihannya

Berikut adalah tabel perbedaan antara skala Likert dan skala Thurstone:

perbedaan skala thurstone dan likert
Dalam kesimpulannya, skala Likert dan skala Thurstone keduanya merupakan alat pengukuran sikap atau pendapat seseorang yang umum digunakan dalam penelitian sosial. Meskipun keduanya memiliki beberapa persamaan, seperti keduanya merupakan skala ordinal, memiliki pernyataan sebagai item, dan sering digunakan dalam penelitian sosial, namun terdapat perbedaan dalam cara pengukuran dan tujuan dari kedua jenis skala tersebut.

Bidang Penelitian

Skala Thurstone dapat digunakan dalam penelitian di berbagai bidang, tergantung pada topik penelitian dan tujuan yang ingin dicapai. Beberapa bidang yang cocok untuk menggunakan skala Thurstone adalah:

  1. Penelitian opini publik: Skala Thurstone dapat digunakan untuk mengukur sikap, pandangan, atau opini masyarakat terhadap suatu isu atau peristiwa tertentu.
  2. Penelitian sosial: Skala Thurstone dapat digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, atau tingkat kepuasan responden terhadap suatu topik dalam bidang sosial seperti kesehatan, pendidikan, politik, atau kebijakan publik.
  3. Penelitian bisnis: Skala Thurstone dapat digunakan untuk mengukur preferensi konsumen atau kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan tertentu.
  4. Penelitian psikologi: Skala Thurstone dapat digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan, tingkat stres, atau aspek psikologis lainnya pada responden.
  5. Penelitian pendidikan: Skala Thurstone dapat digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan suatu program atau kebijakan pendidikan pada siswa atau guru.

Namun, sebelum menggunakan skala Thurstone dalam penelitian, penting untuk memperhatikan aspek validitas dan reliabilitas instrumen untuk memastikan keakuratan hasil penelitian.

Contoh Skala Thurstone

Berikut adalah contoh instrument skala Thurstone yang terdiri dari sepuluh pernyataan dan skala yang terdiri dari 1 hingga 10 dengan bobot yang sesuai:

  1. Pemerintah harus memberikan subsidi bagi pengusaha lokal.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  2. Sistem pendidikan di Indonesia harus direformasi secara menyeluruh.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  3. Kemajuan teknologi membawa lebih banyak manfaat daripada kerugian.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  4. Kenaikan harga barang dan jasa adalah dampak negatif dari inflasi.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 0 0 +1 +2
  5. Kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama pemerintah.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  6. Pajak yang tinggi adalah beban yang berat bagi warga negara.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  7. Kesetaraan gender harus diwujudkan dalam semua aspek kehidupan.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  8. Adanya korupsi dalam pemerintahan harus diberantas secara tuntas.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  9. Pemerintah harus memberikan insentif bagi pengguna kendaraan ramah lingkungan.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
  10. Masyarakat harus aktif dalam memperjuangkan hak asasi manusia.
    Skala: 2 4 6 8 10
    Bobot: -2 -1 0 +1 +2
BACA JUGA:   Daftar buku metode penelitian karya Prof Sugiyono

Pada instrument skala Thurstone ini, setiap responden diminta untuk menempatkan setiap pernyataan pada skala yang ditentukan dengan bobot yang sesuai. Bobot pada skala Thurstone menunjukkan sejauh mana pendapat atau sikap responden terhadap pernyataan tersebut. Semakin tinggi bobot, semakin kuat pendapat atau sikap positif responden terhadap pernyataan tersebut, dan semakin rendah bobot, semakin kuat pendapat atau sikap negatif responden terhadap pernyataan tersebut.

Tahapan Menghitung Hasil Penelitian Skala Thurstone

Setelah data dikumpulkan dari responden, skala Thurstone digunakan untuk menentukan skor rata-rata untuk setiap pernyataan dan juga skor rata-rata keseluruhan dari semua pernyataan. Dari sini, dapat dianalisis apakah ada tren umum dalam sikap atau pendapat responden terhadap topik yang diteliti. Tahapan menghitung hasil penelitian dengan skala Thurstone adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan pernyataan: Pertama, tentukan pernyataan atau item yang akan diukur menggunakan skala Thurstone. Item-item ini harus berhubungan dengan topik penelitian dan harus dapat diartikan dengan jelas oleh responden.
  2. Menentukan jumlah kutub: Setelah menentukan pernyataan, tentukan jumlah kutub yang akan digunakan. Umumnya, skala Thurstone menggunakan 11 kutub, dengan 5 kutub negatif dan 5 kutub positif serta satu kutub tengah atau netral.
  3. Menentukan bobot: Selanjutnya, tentukan bobot untuk masing-masing kutub, baik yang positif maupun negatif. Bobot ini biasanya berupa bilangan bulat, seperti 1 hingga 5 atau 1 hingga 10.
  4. Memberikan skor: Berikan skor kepada setiap item berdasarkan letaknya pada skala. Misalnya, jika sebuah item ditempatkan pada kutub ke-3 dari kutub negatif, maka skor yang diberikan adalah -3. Jika ditempatkan pada kutub ke-4 dari kutub positif, maka skor yang diberikan adalah +4.
  5. Menjumlahkan skor: Jumlahkan skor dari masing-masing item untuk setiap responden.
  6. Menghitung mean: Hitunglah nilai mean (rerata) dari total skor responden.
  7. Menghitung deviation: Untuk menghitung deviation, cari selisih antara skor setiap responden dan nilai mean.
  8. Menentukan ranking: Urutkan deviation dari yang terkecil hingga terbesar. Berikan ranking dari 1 hingga n (jumlah responden) untuk setiap responden.
  9. Menganalisis hasil: Setelah proses perhitungan selesai, analisislah hasil untuk mendapatkan informasi yang berguna dalam penelitian. Misalnya, nilai deviation yang besar menunjukkan bahwa responden memiliki pandangan yang berbeda secara signifikan terhadap topik penelitian.

Dalam melakukan perhitungan, pastikan juga bahwa instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Hal ini penting untuk memastikan keakuratan dan kepercayaan hasil penelitian.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.