Perbedaan Power Delivery dan Quick Charge

Teknologi fast charging saat ini berkembang begitu pesat, namun tahukah kalian perbedaan power delivery dan quick charge? Dua teknologi ini adalah dua dari sekian teknologi fast charging yang menjadi primadona serta banyak digunakan oleh para pengguna smartphone. Lalu apa sih perbedaan power delivery dan quick charge?

Sejarah Perkembangan USB

Kehadiran teknologi fast charging seperti power delivery dan quick charge tidak terlepas dari perkembangan teknologi port USB. Pada awalnya, port USB digunakan untuk menghubungkan komputer dengan pheripheral tanpa harus melakukan hard reset. Port Universal Serial Bus memungkinkan sebuah perangkat ditancapkan dan dicabut tanpa mempengaruhi komputer yang menjadi hostnya, metode ini dikenal dengan istilah Plug n Play.

Di masa awal ini, sebuah Port USB mampu mengalirkan daya hingga 500 mA yang berjalan pada tegangan 5V. Tidak hanya peralatan input seperti keyboard dan mouse yang menggunakan teknologi USB, tetapi juga mendukung device lain seperti printer yang dulu harus menggunakan port serial atau paralel, hardisk eksternal, flash drive, dan berbagai teknologi USB lainnya.

Pada USB 3.0 dukungan daya sudah naik dari sebelumnya 2.5W menjadi 4.5W, dan saat standar pengisian daya hanya mampu mendeliver 10W, Kabel USB-C pertama lahir dengan kemampuan menghandle 5V x 3A atau setara 15W

Teknologi Power Delivery

logo power delivery

Power Delivery adalah teknologi pengisian cepat /fast charging yang menggunakan USB Type C. Pengisian menggunakan power delivery dapat dilakukan dua arah, serta memiliki kemampuan dukungan transfer data antara host dan pheripheral.

GaN USB Port Fast Charging PD 3.0 QC 3.0

Di tahun 2012, teknologi pengisian daya memiliki standar berkisar antara 10 Watt hingga 100 Watt, namun para produsen smartphone saat itu memutuskan untuk tidak mengaktifkan mode daya maksimal guna menghindari kemungkinan device mereka terbakar saat dicharge oleh pengguna. Maka jadilah standar Power Delivery 1.0 dengan kemampuan charge 1.5A x 12 V atau setara 18 Watt.

Teknologi Power Delivery tahun 2016 mencapai standar PD 2.0. Pada titik ini secara teoritis teknologi mampu mencapai kemampuan maksimal 100 Watt. Kabel yang digunakan adalah empat pasang kabel dalam yang dihubungkan dalam konektor USB type C. Dan ditahun 2017 lahirlah Power Delivery 3.0 yang memungkinkan tegangan lebih baik pada kisaran 20mV

Port yang mendukung Power Delivery biasanya akan diberikan indikator berupa tulisan PD di bagian port berikut versinya misal PD 3.0

Dengan kemampuan menyalurkan power hingga 100W tidak mengherankan jika Power Delivery mampu mensupply kebutuhan device yang lebih tinggi dari smartphone. Misalnya laptop, maupun Macbook. Saat ini banyak laptop yang sudah menggunakan port USB type C dan mendukung pengisian Power Delivery, sehingga kalian bisa memanfaatkan power bank untuk mencharge laptop.

Qualcomm Quick Charge

logo qualcomm quick charge

Teknologi Quick Charge, adalah teknologi fast charging yang dimotori oleh Qualcomm, Produsen chipset paling sukses untuk pasar smartphone ini tidak ingin ketinggalan meramaikan pasar teknologi fast charging dengan menghadirkan teknologi Quick Charge pada processor Snapdragon 600 di tahun 2013. Masifnya pengapalan smartphone yang menggunakan chipset Snapdragon membuat Qualcomm meluncurkan teknologi Quick Charge.

Teknologi Quick Charge generasi pertama ini memiliki daya maksimal 10 W dengan arus 2 A dan tegangan 5V

Quick Charge 2.0 yang dirilis pada tahun 2015, menggunakan daya 9W dengan arus 2A, yang mampu mendukung pengisian daya 18W, namun kebanyakan Quick Charge generasi kedua hanya menggunakan besaran daya 15W saja.

Produsen Smartphone seperti Motorola, Samsung dan ASUS juga menggunakan teknologi ini dengan branding berbeda, sehingga kita mengenal Turbopower dari Motorola, Adaptive Fast Charge milik Samsung serta BoostMaster dari ASUS.

Quick Charge 3.0 merevolusi cara pengisian daya pada smartphoen dengan memungkinkan ponsel untuk mengatur kontrol tegangan saat charging dari 3.6V menjadi 20V

Di tahun 2017 Quick Charge 4.0 dihadirkan dengan mengkombinasikan kemampuan Power Delivery hingga dapat mencapai daya 27 W

Tahun 2021 ini, Quick Charge 5 sudah hadir di tengah kita, teknologi fast charging besutan Qualcomm ini diklaim mampu menghadirkan daya yang sesuai dengan kemampuan power delivery 3.0 sebesar 100W, selain itu juga QC 5 memang menghadirkan port USB type C sebagaimana Power Delivery

Perbedaan Power Delivery dan Quick Charge

perbedaan power delivery dan quick charge

1 Daya yang dialirkan

Perbedaan Power Delivery dan Quick Charge yang pertama adalah dari segi kemampuan dukungan daya yang dialirkan, Power Delivery mampu mensupport hingga 100W sedangkan Qualcomm meski sudah menghadirkan Quick Charge 5, namun rata-rata  masih bertahan di 27W, kecepatan tertinggi quick charge adalah mengalirkan daya 60W seperti Charging Station Verbatim. Mungkin kita bisa menunggu satu tahun ke depan hadirnya perangkat-perangkat ini

2 Lisensi

Untuk menggunakan teknologi Quick Charge, produsen seperti Motorola, Samsung dan ASUS harus membeli lisensi dari pemilik paten yakni Qualcomm, sementara Power Delivery tidak mengharuskan lisensi

3 Dukungan

Dari segi dukungan, Power Delivery hanya mensupport perangkat yang menggunakan USB type C saja, meski dengan pengisian daya juga bisa mengisi perangkat sebesar laptop, tetapi harus menggunakan USB type C sebagai port pengisian daya.

Power Delivery juga memungkinkan transfer data antara device dan pheriperal yang terhubung dengan kabel USB type C

Qualcomm Quick Charge hanya mendukung smartphone, dan smartphone yang digunakan juga harus menggunakan chipset buatan Qualcomm, yakni Snapdragon. Pengguna smartphone yang menggunakan chipset buatan Mediatek, Kirin, dan lain-lain tidak dapat menggunakan teknologi ini.

Nah sekarang kalian sudah paham bukan perbedaan Power Delivery dan Quick Charge?

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.