Pisah Ranjang

Sejak kelahiran Fahri, aku dan istri mulai pisah ranjang, eits jangan macam-macam, pisah ranjang disini bukan merupakan sebuah ungkapan tetapi emang beneran.

Jadi ceritanya, klo malem, Fahri sering rewel, sejak hari kedua dia sudah mulai menunjukan kerewelannya urusan pertiduran. Susah diajak tidur karena emang asinya enggak lancar, sampe akhirnya harus dibantu susu formula.

Biarpun dibantu susu formula, bukan berarti kadar kerewelan Fahri ilang sama sekali, karena dia sendiri lebih doyan susu emaknya daripada susu formula, jadi kadang klo nenen bisa sampe berjam-jam, klo pake formula, minimal 60 ml biar dia bisa anteng. Emang klo siang lebih gampang karena jinak-jinak merpati, tapi klo malem, wah bisa ngajakin orang sekampung ronda berjamaah. Hobbynya tidur di gendongan orang, klo ditaruh dikasur, paling tahan 10 menit abis itu protes minta digendong. Enggak enyak yah!!

pisah ranjang bisa selamatkan pernikahan

Nah dari seringnya Fahri nangis malem itu, akhirnya aku ambil inisiatif buat pisah ranjang sama istri, demi kebaikan bersama 😀 kebetulan stok kamar di rumah emang turah-turah.

Klo malem Fahri disusuin n dininaboboin istri sampe tidur, ntar dia kebangun nangis karena laper, pipis atau pup, bagianku ngurusin, ngeboyong ke kamar lain, nyusuin (pake susu formula lah) sama nimang2, besok paginya, tuh anak udah ilang lagi dari kamar, karena udah disusuin lagi sama istri jam 2-4 pagi.

BACA JUGA:   Enggak Bisa

Jadi emang bener aku sama istri lagi sering pisah ranjang, tapi ini gak kek adegan pisah ranjangnya para artis di infotainment, kami melakukannya agar punya waktu buat istirahat n berbagi tanggung jawab.

8 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.