Review Zenpower Pro 10050

Ini merupakan kali kedua aku melakukan review terhadap powerbank rilisan negerinya Tao Ming Tse, powerbank besutan Asus ini masih tetap menggunakan nama brand yang sama yakni ZenPower, bedanya, untuk review pertama kemarin aku mereview zenPower generasi pertama milik Asus, sekarang saatnya melakukan review ZenPower generasi keduanya. Namanya adalah ZenPower Pro.

Hadir dalam beberapa pilihan warna eksklusif, yaitu silver, black dan pink. Asus masih mempertahankan ciri metal pada produk powerbank nya. Pemilihan casing metal ini berfungsi untuk meredam panas yang dihasilkan akibat proses perpindahan elektron. Dibandingkan pendahulunya ZenPower Pro memiliki dimensi yang lebih panjang yaitu 100mm x 59.6 x 22mm. Dipersenjatai dengan Asus Power Safe Technology untuk mencegah overcharge yang bisa membahayakan ponsel maupun powerbanknya sendiri.

Interface zenPower Pro juga mengalami perbaikan, yaitu dengan disediakannya dua output port untuk charging smartphone maupun usb device lainnya, serta sebuah led flashlight untuk penerangan.

review powerbank zenpower pro

Untuk proses pengecasan ponsel terhitung cepat mengingat output zenPower Pro berkisar di 2.4 ampere. Di dalam paket zenPower ini juga disertakan manual book, kartu garansi serta sebuah kabel data tipe slim untuk melakukan charging.

Harga powerbank terbaik ini menurut aku cukup reasonable kok sebesar Rp. 399.000  saat pertama di tawarkan, dan sekarang kisarannya 299ribu rupiah saja mengingat kemampuan chargingnya yang cepet n berkapasitas besar. FYI, untuk pemakaian zenPower generasi pertama pun ak gak pernah ada keluhan. Karena powerbank ini bukan jenis powerbank abal-abal yang banyak dipasaran, ngechas semalaman, dipake sebentar sudah habis dayanya.

BACA JUGA:   ZenPower, si kecil yang mempesona

ZenPower Pro, bedah zenpower, zenpower pro anotherorion
News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.