Shaun The Sheep rasa lokal

Anak2 kecil boleh ketagihan kartun shaun the sheep di tivi, bahkan tokoh kartun yang enggak pernah dikasih tauken namanya di tayangan itu laris manis dibajak sana sini, gak cuma dalam bentuk VCD atau copian dari yutub. Bahkan aksesoris KW made in dalam negri pun sempat marak dengan boomingnya wedus putih ini.

Nah klo di dunia nyata kita kenal domba impor bernama Shaun, maka produsen domba lokal gak mau kalah, adalah Acheng Watanabe pemilik Β dombarumputliar yang memperkenalkan domba mesumnya di akun facebooknya. Ia menghadirkan sosok2 domba lokal yang kucluknya gak kalah dari domba2 impor.Β Alfa Bert Liebarary (Albert), George Sparo (George), Jack Setengah (Jack), Karjohno (John) adalah domba-domba mesum peliharaan Acheng yang menjadi tokoh utama dalam serial domba lokal.

wedus-gayus Shaun The Sheep rasa lokal  wallpaper

Seperti beberapa komikus lokal, tema yang diangkat domba2 liar ini adalah tema sosial dan kehidupan sehari2, disajikan dalam bentuk komik strip yang menggelitik dan bikin ngakak. Salut buat Acheng Watanabe yang selalu membuat dombanya terlihat gila dan bikin fresh para pecinta domba di Indonesia.

Terus gembalakan karyamu dab, aja dijadiin hewan kurban dulu hahahahha

komik domba, komik kambing george albert, wedus kurban, https://anotherorion com/shaun-the-sheep-rasa-lokal/, goerge wedos, komik shaun the sheep, komik sheep, komik kambing domba lucu, komik indo shaun the ship, komik kambing jack

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

14 tanggapan untuk “Shaun The Sheep rasa lokal

  • Oktober 22, 2012 pada 3:43 pm
    Permalink

    hehehe, sarkastik juga ya, tapi pas ditelaah oh jayus yang mirip babi πŸ˜€

    Balas
    • Oktober 23, 2012 pada 12:17 pm
      Permalink

      hahaha itu cuma kloningan doang hahaha

      Balas
  • Oktober 22, 2012 pada 4:13 am
    Permalink

    Aku lebih suka domba lokal dengan citarasa domba luar….
    Pasti maknyuusss yo

    *kuliner mode on
    *dikeplak

    Balas
    • Oktober 22, 2012 pada 9:32 am
      Permalink

      sate wedus ala KFC?

      Balas
    • Oktober 22, 2012 pada 9:31 am
      Permalink

      cetha nek kae autosruduk gak ono rem e

      Balas
    • Oktober 22, 2012 pada 9:28 am
      Permalink

      hahaha betul betul betul gak pake durasi lama langsung ngakak

      Balas
  • Oktober 21, 2012 pada 1:45 pm
    Permalink

    Doba lokal gak kalah mengelitik ya…Apa lagi tokohnya masih hidup dan segar bugar gitu..Tapi apakah mereka menghibur? Kayaknya lbh banyak nyebelin deh…

    Balas
    • Oktober 21, 2012 pada 2:15 pm
      Permalink

      mayan mbak buat ketawa, klo materi lawakannya emang agak2 gimana gitu, makanya sering disebut domba2 mesum

      Balas
  • Oktober 21, 2012 pada 8:04 pm
    Permalink

    wahahahahahahaaha bisa banget nyinyirin si gayus. goodjob! cool πŸ˜€

    Balas
    • Oktober 22, 2012 pada 9:37 am
      Permalink

      haha tega banget tapi biarin deh klo koruptor harus dihukum caci maki seberat2nya πŸ˜€

      Balas
  • Oktober 21, 2012 pada 9:35 am
    Permalink

    iya daku udah ngakak kalu acheng udah ngegombal eh ngedomba..

    btw, bisa gitu ya kita saling komen beda tempat bermain gini?

    Balas
    • Oktober 21, 2012 pada 9:57 am
      Permalink

      bisa mbak πŸ˜€ mbak tintin juga bisa follow dari WP kok, masuk reader klo gak salah πŸ˜€

      Balas

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: