Tag: e-money

Kemudahan Kirim Uang Ke Luar Negeri Mampu Imbangi Kegiatan Impor

Seiring dengan meningkatnya kegiatan ekspor, aktivitas impor pun turut melonjak dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, tercatat pertumbuhan ekspor sebesar $145,2 miliar dibandingkan dengan tahun 2016. Prestasi ini memang harus diapresiasi meskipun harus kejar-kejaran dengan jumlah impor yang lebih tinggi. Contohnya pada tahun 2018 tercatat transaksi impor masih lebih besar dibandingkan dengan ekspor. Pertumbuhan impor saat itu sebesar 13,9%, sedangkan untuk ekspor hanya 7,4%. Tantangan yang dihadapi untuk mengatasi permasalahan ini cukup banyak. Karena kegiatan ekspor-impor dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah perkembangan teknologi modern di suatu negara. Peran teknologi tersebut tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga fleksibilitas pembayaran yang menunjang transaksi antarnegara. Apabila suatu negara memiliki fasilitas yang mumpuni, maka transaksi dengan berbagai mata uang bukan......

Babak Baru Perang Dagang Cina-Amerika Dimulai, Tenang saja Import barang dari Hongkong tetap bisa

Perang dagang antara negara Cina dan negara Amerika Serikat diakui bisa menimbulkan perekonomian dunia, terutama terhadap kurs valuta asing. Nilai valuta mata uang apa saja bisa berubah kapan saja. Anda yang memiliki uang dengan mata uang negara lain mungkin harus berpikir lagi supaya mata uang tersebut tidak melemah dan merugikan Anda.  Terlebih jika Anda saat ini atau sebelumnya aktif mengimpor barang dari Hongkong yang tentunya sebagian juga produk komoditi Cina. Semakin ada-ada saja hambatannya karena perang dagang ini. Untung saja, ada layanan digibank transfer valas yang bisa membantu Anda menangani masalah ini....

Koperasi Digital, Solusi yang Dibutuhkan Generasi Millenial

YI, merasakan sakitnya dipermalukan oleh aplikasi fintech ilegal setelah ia menggunakan layanan peminjaman uang di aplikasi tersebut. Dengan kebebasan fintech mengakses daftar kontak dalam smartphone miliknya, ia dipermalukan dengan disebut rela melakukan tindakan tak senonoh demi membayar hutangnya. Penggunaan teknologi finansial, nyatanya, tak hanya memiliki keuntungan dari segi kemudahan, tetapi juga memiliki peluang untuk melakukan pelanggaran hak privasi nasabahnya. Di dunia digital dewasa ini, masyarakat tidak hanya dimanjakan oleh kemudahan akses informasi, tetapi juga dapat melakukan berbagai aktifitas menggunakan smartphone, mulai dari memesan tiket pesawat dan hotel, melakukan pembelian barang secara online, maupun mencari pinjaman uang lewat aplikasi digital. Aktifitas terakhir ini, selain memudahkan, ternyata juga memiki sisi lain yang tidak kalah kelam....