berikut artikel dg Tag: heritage

Berikut adalah artikel yang kami siapkan untuk anda, jika anda mendapatkan manfaat dari artikel tersebut mohon sekiranya mau membagikannya ke rekan-rekan anda di sosial media.

Jika anda membutuhkan artikel lain yang menarik anda, kami sangat menghargainya jika anda menyampaikannya pada kami di alamat [email protected]

Polemik Kasultanan Yogyakarta pasca sabdatama dan sabdaraja

Suasana di lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat saat ini terbilang cukup panas. Hal ini terjadi akibat adanya dua sabdatama Sinuhun Kanjeng Hamengku Buwono X selaku raja Yogyakarta yang membuat gerah berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kerabat kasultanan, tokoh masyarakat, elit politik, organisasi keagamaan dan juga masyarakat Yogyakarta khususnya. Kedua Sabdatama tersebut merupakan sabdatama Sri Sultan kedua sejak jumeneng nata di Yogyakarta pada 7 Maret 1989, setelah sabdatama pertama beliau pada tanggal 12 Mei tahun 2012 terkait dengan pandangan Kraton Yogyakarta terhadap kesimpang siuran RUU keistimewaan DIY....

Pameran Potensi Daerah Dan Gelar Budaya Kab Sleman

Untuk merayakan hari jadi Kabupaten Sleman ke 98, Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Pameran Potensi Daerah dan Gelar Budaya untuk ke sekian kalinya mulai hari Jum’at tanggal 25 April 2015 – 3 Mei 2015 bertempat di Sebelah Barat Alun-alun Denggung. Pameran ini diadakan untuk menampilkan potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Sleman, baik berupa instansi daerah, perusahaan lokal, UKM, masyarakat dan sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Sleman. Total ada 240 Stand yang meramaikan pameran untuk menyongsong upacara hari jadi Sleman ini....

Leaves Crown

Jamanku kecil, sering main perang2an gaya kerajaan, ada yang jadi raja ada yang jadi prajurit, biasanya rajanya sih yang bawang kothong, prajuritnya anak2 yang lebih gede bertugas melindunginya. Nah senjata yang kita pakai, ada pedang-pedangan dari batang daun pisang, keris dan cemeti dari daun kelapa muda, dan tak lupa aksesoris mahkota yang berasal dari daun nangka, Mahkota daun atau leaves crown. Semua dirangkai sendiri oleh anak2, dikerjakan bersama2 dalam suasana penuh tawa dan canda, anak2 yang lebih kecil biasanya dibuatkan oleh kakak2 mereka, mereka cukup berlarian kesana kemari dan terima hasil jadi. What a wonderfull world...

Jogja Ora Didol

Yogyakarta, dikenal sebagai kota, sebagai provinsi, tetapi lebih penting lagi dikenal sebagai rumah bagi banyak warga negara Indonesia. Tak berlebihan kiranya jika ada istilah as homy as Jogja, karena banyak manusia Indonesia pernah merasakan keramahan Jogja, baik sebagai wisatawan ataupun juga pendatang yang menimba ilmu di kota ini. Rata2 mereka selalu ingin kembali ke kota ini, dan hampir setengahnya ingin kembali dan menetap lagi di Jogja Pertama datang di Jogja di awal millenium baru, aku memang enggak terlalu suka dengan kota ini, bukan karena kulturnya yang sedikit berbeda dengan daerah asalku meski sesama penganut pakem Jawa, hanya saja waktu itu aku masih belum ikhlas pindah dari daerah asalku ke tanah ini. ...

Beda kota beda batiknya

Indonesia memang terkenal dengan negeri batik, dan sudah diakui bahwa batik merupakan kekayaan intelektual bangsa Indonesia. Kekayaan intelektual, berarti bahwa setiap corak batik merupakan sebuah kekayaan intelektual, ada sebuah proses kreatif untuk menciptanya, dan tentu saja, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan dalam setiap coraknya. Jika ditanya, ada berapa jenis batik di Indonesia? setahu saya jawabannya ada tiga, pertama batik printing, yang paling murah, tetapi paling rapi, karena memang gambarnya diprint. Jenis kedua adalah batik cap, untuk menggambar motifnya menggunakan bantuan alat semacam stempel cap instansi, tapi dalam ukuran yang lebih gede dan terbuat dari logam. Jenis terakhir dan paling mahal adalah batik tulis, gambarnya paling gak rapih, tapi karena tingkat kesulitan pembuatannya lah maka batik ini berharga mahal karena......

Nguwongke Uwong

Nguwongke uwong, dalam bahasa jawa uwong; wong; berarti orang/manusia, kurang lebih arti frase tersebut adalah meng-orang-kan orang. Apa meneh itu frase semacam itu? aneh bangget, lha wong sudah cetha itu orang beneran kok masih di orang-kan? emang selama ini di-hewan-kan po piye??? Dalam istilah orang jawa, nguwongke uwong maksudnya adalah menempatkan orang lain dengan rasa hormat, memanusiakan manusia artinya menempatkan manusia lain sebagai obyek yang layak untuk dihormati sebagai seorang insan di dunia. ...

Sirnaning Antareja

Antareja terdiam, dadanya penuh sesak oleh pikiran2 yang menggelisahkan. Dihadapannya, sesosok manusia yang konon maha bijak, manusia titisan dewa, Sang Hyang Kresna memintanya untuk menjilat telapak kakinya sendiri. Matanya nanar menatap Narayana Kresna, permintaan ini bukanlah permintaan sembarangan, karena Sri Kresna pun mengenal baik kesaktian Antareja. Tidak ada manusia dan dewa yang mampu menahan kesaktian Upasanta. ...

Nrimo Ing Pandum

Nrimo ing pandum dalam bahasa Jawa kurang lebih berarti nrimo (menerima) apa yang diberikan dengan rasa ikhlas dan syukur. Bagi masyarakat Jawa wejangan ini merupakan himbauan agar dalam setiap laku kehidupan kita harus bersikap ikhlas dan mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan. Bagi sebagian orang, konsep ini seringkali dianggap sebagai bentuk kebodohan dan penyamanan diri dari ketidakmauan bekerja lebih keras lagi. Jika memang yang diterima kurang, maka tandanya kita terlalu malas dalam berusaha....