WhatsApp-Image-2017-09-30-at-23.49.57 Tjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja  wallpaper

Tjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja

Pagi itu, Sabtu, 23 September 2017 saya dan beberapa rekan blogger Jogja menghadiri undangan breakfast dari salah satu hotel dengan konsep anak muda di Kota Jogja, Tjokro Style Yogyakarta. Hotel berbintang tiga yang berlokasi di sisi selatan Kota Jogja ini bisa dibilang memiliki nuansa yang dinamis, khas dengan anak muda. GM Tjokro Style, Bapak Pratikno langsung menyambut kami dengan ramah di depan pintu hotel dan mempersilahkan kami masuk sembari menunggu rekan lain yang belum hadir. Baca selengkapnya tentangTjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja

20214459_1512008732155885_1792153530358824960_n-430x430 Mengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas  wallpaper

Mengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas

Untuk orang jawa, judul artikel diatas mungkin terlihat aneh. Cangkem Buto (Cangkem butho) berarti mulut raksasa, sementara Buto Galak berarti raksasa yang galak. Bagaimana mungkin orang secungkring aku bisa enak gitu aja ngunyah Cangkem Buto, apalagi Buto Galak. Akan tetapi jika kalian beranjak sejenak ke tepian Kota Jogja, terutama menuju ke arah Shiva Plateau. Kalian dapat menemukan keduanya dalam satu piring di Waroeng Pitoelas, Berbah, Sleman.

Yep, kedua  nama itu adalah nama menu makanan yang tersedia di Waroeng Pitoelas. Usut punya usut, nama Butho Galak sendiri sudah lama dikenal oleh orang-orang sepuh di jaman dahulu. Generasi kita mengenalnya sebagai sandwich lokal dengan nama tahu isi, tahu susur (Jogja) atau tahu brontak (Banyumasan). Untuk membuatnya nampak galak, Mbak Shinta selaku ownernya memasukkan unsur pedas ke dalam racikan isi sandwichnya. Jika Buto Galak memang sudah ada sejak dulu kala, Cangkem Butho adalah kuliner yang benar benar baru. Cangkem Buto menggunakan bahan baku gembus untuk menggantikan posisi tahu dalam Buto Galak. Baca selengkapnya tentangMengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas

sate-nglathak-jogja Nglathaknya Sate Klathak Jogja  wallpaper

Nglathaknya Sate Klathak Jogja

Sate Klathak Jogja mungkin sudah menjadi salah satu ikon kuliner bagi wisatawan di kota pelajar selain menu gudegnya. Sate Klathak umumnya terletak di sepanjang jalan Imogiri, cukup jauh dari pusat kota Jogja. Nah saat ini telah hadir tempat makan sate klathak yang terletak di tengah kota Jogja yakni, Nglathak. Nglathak terletak di sebelah utara kampus FT UNY. Selain cukup dekat dengan pusat kota, sajian sate disini terbilang modern dibanding sate klathak lain karena dikemas dengan gaya kekinian.

Dari penataan lokasinya juga sudah menerapkan konsep anak muda. Dominan warna merah putih dan dihiasi berbagai ornamen yang instagrammable. Lokasinya mampu menampung sampai 20 orang dengan meja kursi dan 30 orang jika menggunakan format lesehan. Baca selengkapnya tentangNglathaknya Sate Klathak Jogja

%d blogger menyukai ini: