26867393_755213084675845_8094584305671471104_n-431x430 Menikmati Secangkir Zuppa Soup di Penghujung Senja  wallpaper

Menikmati Secangkir Zuppa Soup di Penghujung Senja

Sore itu, aku menyempatkan diri untuk datang ke Jl. Mawar, utara Instiper Jogja. Tempat yang aku tuju adalah Zefa Soup Limasan. Yang membawaku sore itu adalah secangkir Zuppa Soup yang disajikan di rumah makan bergaya Joglo limasan tersebut. Terus terang saja aku belum pernah menikmati Zuppa Soup sebelumnya. Sebenernya, menu ini tidak terlalu asing buatku, karena beberapa kali sempat menjumpainya di tempat lain. Hanya saja, aku belum pernah mencoba mencicipinya.

Tak kenal maka tak sayang, mungkin itu istilah tepat dengan perjumpaanku di Zefa Soup Limasan ini. Untuk orang yang belum pernah melihatnya, mungkin agak bingung melihatnya, namanya sup, tapi bentuknya roti, dan disajikan di sebuah cangkir. Mbingungi kan? Well, zuppa sup adalah menu yang cukup unik, menu ini adalah sup cream yang diatasnya ditutup dengan kue pastry, untuk menikmati Zuppa sup, menurut mbak Dian selaku owner Zefa Soup Limasan, cara memakannya adalah dengan menusuk bagian tengah roti, setelah roti berlubang, kita bisa mengambil soupnya dari lubang tersebut. Pastry yang jatuh ke kuah soup akan melebur dengan kuah tanpa perlu diaduk. Kue tersebut akan kita perlebar lubangnya dari tengah sampai ke tepi cangkir. Baca selengkapnya tentangMenikmati Secangkir Zuppa Soup di Penghujung Senja

WhatsApp-Image-2017-09-30-at-23.49.57 Tjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja  wallpaper

Tjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja

Pagi itu, Sabtu, 23 September 2017 saya dan beberapa rekan blogger Jogja menghadiri undangan breakfast dari salah satu hotel dengan konsep anak muda di Kota Jogja, Tjokro Style Yogyakarta. Hotel berbintang tiga yang berlokasi di sisi selatan Kota Jogja ini bisa dibilang memiliki nuansa yang dinamis, khas dengan anak muda. GM Tjokro Style, Bapak Pratikno langsung menyambut kami dengan ramah di depan pintu hotel dan mempersilahkan kami masuk sembari menunggu rekan lain yang belum hadir. Baca selengkapnya tentangTjokro Style, nuansa vintage hotel dinamis di kota Jogja

20214459_1512008732155885_1792153530358824960_n-430x430 Mengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas  wallpaper

Mengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas

Untuk orang jawa, judul artikel diatas mungkin terlihat aneh. Cangkem Buto (Cangkem butho) berarti mulut raksasa, sementara Buto Galak berarti raksasa yang galak. Bagaimana mungkin orang secungkring aku bisa enak gitu aja ngunyah Cangkem Buto, apalagi Buto Galak. Akan tetapi jika kalian beranjak sejenak ke tepian Kota Jogja, terutama menuju ke arah Shiva Plateau. Kalian dapat menemukan keduanya dalam satu piring di Waroeng Pitoelas, Berbah, Sleman.

Yep, kedua  nama itu adalah nama menu makanan yang tersedia di Waroeng Pitoelas. Usut punya usut, nama Butho Galak sendiri sudah lama dikenal oleh orang-orang sepuh di jaman dahulu. Generasi kita mengenalnya sebagai sandwich lokal dengan nama tahu isi, tahu susur (Jogja) atau tahu brontak (Banyumasan). Untuk membuatnya nampak galak, Mbak Shinta selaku ownernya memasukkan unsur pedas ke dalam racikan isi sandwichnya. Jika Buto Galak memang sudah ada sejak dulu kala, Cangkem Butho adalah kuliner yang benar benar baru. Cangkem Buto menggunakan bahan baku gembus untuk menggantikan posisi tahu dalam Buto Galak. Baca selengkapnya tentangMengunyah Cangkem Buto dan Buto Galak di Waroeng Pitoelas

buto buto galak
sate-nglathak-jogja Nglathaknya Sate Klathak Jogja  wallpaper

Nglathaknya Sate Klathak Jogja

Sate Klathak Jogja mungkin sudah menjadi salah satu ikon kuliner bagi wisatawan di kota pelajar selain menu gudegnya. Sate Klathak umumnya terletak di sepanjang jalan Imogiri, cukup jauh dari pusat kota Jogja. Nah saat ini telah hadir tempat makan sate klathak yang terletak di tengah kota Jogja yakni, Nglathak. Nglathak terletak di sebelah utara kampus FT UNY. Selain cukup dekat dengan pusat kota, sajian sate disini terbilang modern dibanding sate klathak lain karena dikemas dengan gaya kekinian.

Dari penataan lokasinya juga sudah menerapkan konsep anak muda. Dominan warna merah putih dan dihiasi berbagai ornamen yang instagrammable. Lokasinya mampu menampung sampai 20 orang dengan meja kursi dan 30 orang jika menggunakan format lesehan. Baca selengkapnya tentangNglathaknya Sate Klathak Jogja

%d blogger menyukai ini: