Kepada rembulan dan Al Aqsha yang menantikanku di ujung senja
Katakanlah pada mereka tentang ketiada abadian
Pada dinginnya embun dan celoteh dentum meriam
Katakanlah pada mereka tentang kerisauan panjang sang mentari
Pada diri kami hanya terbalut kain kafan yang lusuh
Yang menanti mengantarkan kami ke alam mimpi yang abadi
Mengantarkan kami pada kecintaan Ilahi
Maka janganlah halangi kami dari menyongsong keabadian
Janganlah menangis untuk sebuah mimpi yang aku rindukan
Di kesunyian malam temaram
Di antara bait bait dzikir yang berkejaran dengan ombak pantai Gaza
Kami akan berusaha atau terbujur dalam doa
Disanalah kalian
Menantikan pagi di reruntuhan tangan syetan
Yang menantikan setetes harapan dari nurani kami
Maka kami akan segera menggapaimu
Untuk setiap doa yang kalian panjatkan
Untuk setiap darah yang kalian teteskan
Disitulah kami akan beranjak
Berdiri atau terbaring di antara jenazah jenazah kalian
Untuk membayar cinta Ibrahim pada Ismail
Untuk membayar setiap senyum dari anak Palestina
Namun jikalah Allah memanggil kami terlebih dulu
Adakah lagi manusia yang akan mencintai kalian??
Memenuhi Janji yang Muhammad saksikan pada kami
Di mana Panji KeIlahian akan berdiri di atas tanah Al Aqsha

Priyo Harjiyono, bekerja sebagai guru komputer sejak 2011, blogger tekno sejak 2005, Pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektronika UNY, SEO Specialist di Indobot dan saat ini sebagai SEO Specialist di Kommunitas.net , memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektronika, Teknik Informatika dan Program Profesi Guru Teknologi Komputer dan Informatika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pembicara di bidang digital marketing, SEO dan informatika untuk bisnis dan UMKM.
Pengalaman lengkap saya bisa dicek disini
Artikel ini terakhir diperbarui pada: 7 April 2019 untuk menjaga relevansi dengan kondisi terkini.






