Idiot goes down; Multiply tutup layanan

Barang siapa menanam maka ia akan menuainya, begitulah pepatah yang pantas disematkan pada multiply. Setelah mengusir blogger yang membesarkannya kini Multiply akhirnya bangkrut dan menutup semua kegiatannya per Mei 2013.

Kabar ini jujur saja mengejutkan, karena meski wacana pengusiran blogger sudah dimulai sejak agustus 2012 tetapi pihak Multiply baru melaksanakannya pada 20 Maret 2013, hanya sebulan lebih setelah membantai blogger, Multiply kena karmanya, CEO dan CM mereka mengumumkan penutupan aktifitas transaksional per 6 Mei 2013 dan semua layanan ditutup pada 31 Mei 2013. Ya Multiply tutup layanan, semua layanan bukan hanya blog

Alasan yang dikemukakan adalah karena Multiply gagal bersaing dengan platform e-commerce lain, sehingga memutuskan menutup semua kegiatannya. Ironis, atau boleh kubilang memang sudah sepantasnya

Kecongkakan para admin

Bukan rahasia  bahwa sejak Multiply mendapatkan country manager di Indonesia untuk menjalankan tugas baru melakukan penetrasi e-commerce di Indonesia, banyak sekali crash yang terjadi antara pihak manajemen yang notabene orang baru dengan penghuni lama. Mulai dari sifat arogansi, intimidasi dan penyalahgunaan wewenang sampai hobbi berbohong yang menjangkiti para admin. Mungkin mereka berfikir para penghuni Multiply adalah sekelompok abege alay penghuni facebook yang mudah digertak dengan tindakan represif.

Multiply.co_.id-untrusted-tidak-profesional Idiot goes down; Multiply tutup layanan  wallpaperSejak awal, kedua pihak saling berusaha memediasi agar antara manajemen dengan blogger yang notabene penghuni lama dapat saling bersinergi, sayangnya meski beberapa kali menemui kata sepakat, namun janji2 kesepakatan itu tidak dijalankan pihak manajemen. Sebaliknya, suara vokal blogger dianggap penghalang niat Multiply menjadi situs e-commerce murni, akhirnya blogger pun ditendang.

Aku masih ingat beberapa bulan lalu sempat berbalas tweet dengan Daniel Tumiwa selaku CM Multiply, aku nyindir seputar kejatuhan peringkat alexa Multiply dan jumlah visitor pada titik yang paling nadir sejak mengusir blogger, eh dia bangga klo itu sudah sesuai seperti yang diinginkan manajemen, lah bego, orang situs dimana2 klo rankingnya jatuh itu waspada, berarti image situsnya sudah jatuh, ditinggalkan, gak dipercaya, dia langsung meralat ya visitor jatuh tapi pendapatan naik, gw mikir lagi, pendapatan apanya???? Orang selama ini mereka rajin promo buang2 duit buat calon user baru tapi buat mbayar haknya seller aja mereka nyicil kok. Masih bisa ngomong untung! untungmu mrongossss!!!!

Wrong Hand, wrong management

multiply-indonesia-idsupport Idiot goes down; Multiply tutup layanan  wallpaperDibalik situs hebat, ada orang hebat, dan begitulah Multiply di masa Pezaris, sayangnya Pezaris juga culas, dia membuat Multiply memang untuk dijual ketika usianya 40 tahun agar dia jadi miliarder sesuai mimpinya, maka jatuhlah Multiply ke tangan Naspers, perusahaan asal Afrika selatan yang memiliki sejarah kelam terkait konflik apartheid di ujung benua hitam itu.

Naspers dengan tangan kapitalisnya mulai merongrong Multiply dengan menempatkan seorang anteknya bernama Stefan Magdalinsky. Tidak banyak yang tahu, Stefan dipindahkan Naspers setelah gagal mendatangkan untung karena ketololannya menangani mocality.co.ke yang akhirnya juga ditutup pada Februari 2013. Multiply dapat sialnya, gabungan antara arogansi manajemen lokal berpadu dengan CEO gagal, sudah cukup untuk menghancurkan reputasi Multiply dari dalam. Standing applause

Sikap arogansi admin makin nampak dengan hengkangnya blogger semakin seringnya para admin mengabaikan jeritan para online seller dan buyer yang tidak mendapat kejelasan tentang status transaksi mereka, buyer yang sudah membayar berhari2 tetap tidak mendapatkan hak mereka, sementara online seller yang sudah memenuhi kewajiban mereka mengirimkan pesanan, uangnya tidak dicairkan oleh Multiply.

Permintaan mengajukan komplain satu pintu lewat email idsupport@multiply.com sering hanya berakhir pada tangan kosong, boro2 ditanggapi, mungkin malah tidak pernah dibaca selama berhari2, bahkan saluran telepon penerima komplain selalu terlalu sulit untuk dihubungi, seandainya telepon itu diangkat pun, jawabannya ketus, tidak mengenakan bahkan dilempar antar bagian sampai akhirnya telepon terputus dengan sendirinya.

BACA JUGA:   Anarkisme Ahimsa

Pelayanan costumer service Multiply sama sekali tidak menunjukan sikap profesionalisme, saling menyalahkan dan mempersulit pelanggan, padahal sejak lama blogger sudah mengingatkan agar para admin lebih mampu mendengarkan permasalahan pengguna, ya  kekesalan pengguna pada pihak manajemen Multiply menemui puncaknya ketika para pengguna mengancam akan melakukan gugatan hukum kepada manajemen Multiply awal bulan ini akibat ketidakprofesionalan manajemen Multiply dalam menangani transaksi finansial, yang mengakibatkan kerugian materi dan non materi di pihak penjual dan pembeli

Trust was Earned, not Bought

Kepercayaan didapatkan dengan kerja keras, menjunjung tinggi kejujuran dalam berbisnis, itulah yang menjadi kekuatan pasar online di Indonesia. Banyaknya kasus penipuan online baik oleh pihak penjual dan pembeli jamak terjadi. Tetapi dengan adanya kepercayaan hal itu bisa diminimalisir. Mendapatkan kepercayaan adalah sesuatu yang sulit, manajemen Multiply melihat hal ini sebagai sebuah peluang untuk menjual logo “terpercaya” pada online seller yang berada disana.

Hasilnya, semua orang asal punya duit bisa membayar untuk mendapatkan badge “trusted seller” di Multiply. Ini hanya pembodohan agar Multiply bisa mendapatkan untung dari sesuatu yang enggak penting. Tapi bukankah mereka menawarkan perlindungan buyer bagi mereka yang berbelanja pada toko berlabel “trusted” itu?

Yes, itu yang dipajang di papan pengumuman, tapi lihatlah kenyataannya, berapa banyak dari pembeli dan penjual yang melakukan komplain ke Multiply malah diperlakukan seperti pengemis, bukan seorang klien yang harus dihormati, telpon diacuhkan, email didiemin, komplain dimana2 enggak ditanggapin, hei itu duit mereka, seneng banget sih ngelonin duit orang lain.

Multiply menjual badge trusted seller, tetapi sikap para adminnya sama sekali tidak trusted, angin-anginan, gak jelas, bukannya menerima komplain pengguna, malah marahin pengguna yang komplain, pekok! Multiply enggak dapat dipercaya memanajemen arus keuangan yang menjadi hak para usernya. Sungguh trewelu

Dimana Bumi Dipijak Disitu Langit Dijunjung

Kesalahan terbesar Multiply terletak pada ketidakmauannya untuk mendengarkan nasihat blogger dan OS yang telah mengenal seluk beluk keunikan Multiply. Betapa sangat disayangkan fitur2 terbaik Multiply dianggap sampah dan dibantai oleh pihak manajemen. Fitur realtime reply yang akhirnya ditiru oleh Fb dan twitter, recent viewers, personal message, dan lain sebagainya.

Manajemen Multiply menganggap penghuni yang tidak bertransaksi jual beli merongrong keuangan Multiply, tanpa melihat sebuah kenyataan, bahwa Multiply besar karena komunitas pengguna yang ada di dalamnya. Bagaimanapun sebuah perusahaan yang baru merintis bisnis e-commerce pasti akan sangat bersyukur karena mereka telah memiliki basis komunitas pengguna yang militan. Perusahaan lain harus pontang panting membangun komunitas pelanggan yang loyal selama bertahun2, dan ini justru dianggap Multiply sebagai penghalang kesuksesan, sungguh pola pikir yang sangat konyol.

Dasar e-commerce di Multiply dimulai dari suasana kekeluargaan untuk menjual hasil karya mereka, dan kemudian diikuti teman2 mereka memanfaatkan fitur jejaring sosial Multiply. Manajemen melakukan blunder besar ketika menutup fitur jejaring sosial tersebut, parahnya manajemen mengubah total wajah Multiply dengan tidak mempedulikan personal branding yang telah dibangun para usernya. Seolah Multiplylah satu2nya penjual yang ada, dan yang lain harus ikut sistem, pantas saja mereka berlaku sok pada seller. Ternyata mereka tidak cukup puas dengan menjadi makelar antara seller dan buyer, mereka ingin mengambil semua keuntungan sendiri, menghalangi komunikasi user dan buyer di belakang punggung manajemen.

BACA JUGA:   Belanja Smartphone Murah Berkualitas Melalui Promo Akhir Tahun

Dan ya, pasca mendepak para seller, kemungkinan Multiply memang akan digerakkan kearah sana, mengambil semua keuntungan yang tersisa, Naspers tentu tidak ingin uang 44juta dollarnya dihabiskan hanya dalam 3 tahun penuh ketololan saja.

Ganti Logo, Ganti Domain, Langsung Masuk Kuburan

Baru sebulanan ini Multiply menggunakan logo baru sekaligus menandai penguburan asset blogger yang membesarkan mereka, Multiply juga membuka banyak lowongan kerja untuk beberapa programmer memperbaiki situs mereka, sungguh sebuah kejutan manis belum sempat berbuat nyata dengan logo barunya mereka langsung dilemparkan ke kuburan. Aku senang??? bangget bangget bangget, tapi tetap saja hal ini mencurigakan, perintah penutupan ini pasti datang dari Naspers bukan si tolol Stuppid Magdali, mencurigakan karena pastinya kapitalis semacam Naspers punya strategi licik lain, entah menggunakan nama Multiply atau menggunakan nama lain.

Mocality, Multiply and TokoBagus

Naspers membeli Multiply dan Tokobagus di tahun yang sama, di Filipina sendiri Naspers adalah pemilik Sulit.ph. Multiply dengan fitur socmednya adalah website yang punya peluang membabat market online di Indonesia jika berada di tangan yang benar. Sayangnya karena berada di tangan para pecundang maka tidak ada yang pantas dipertahankan. Ada anggapan Naspers ingin membunuh calon lawan potensial site miliknya untuk dimatikan sebelum mampu merusak pasar yang ada. Mungkin karena terlalu banyak uang sampai petinggi2 Naspers cukup bodoh untuk melakukan diversifikasi produk lewat web commerce yang telah mereka kuasai. Lihatlah P&G yang punya Pantene dan Head&Shoulder, Indofood dengan Indomie, Sarimi dan Supermi, Djarum dengan Djarum super, 76, LA, coklat. Mereka punya produk yang sama tetapi mampu melakukan diversifikasi dan segmentasi produknya. Strateginya adalah membuat seolah pelanggan punya pilihan, tapi intinya, pelanggan akan membayar pada satu perusahaan yang sama.

Pendiri tokobagus sendiri dikabarkan hengkang, dan dengan beberapa bumbu diantaranya tidak sreg dengan kebijakan Naspers, sial buat Tokobagus, karena Stef dan Daniel kemungkinan dipercaya Naspers menangani tokobagus, udah langsung kebayang bagaimana menderitanya user tokobagus jika kedua orang itu duduk di kursi CEO. Cerita mocality saga jilid III sepertinya akan segera dimulai, dan kali ini yang jadi sasaran adalah Tokobagus.

sayonara-multiply Idiot goes down; Multiply tutup layanan  wallpaper

Do’a yang terjawab

Multiply pada akhirnya menerima karmanya karena telah mengkhianati pengguna setianya, jutaan caci maki dari puluhan ribu usernya diseluruh dunia, yang mendoakan Multiply segera mati akhirnya terjawab sudah. Dalam satu kesempatan aku pernah menyindir mereka, 2011 Best Social media, 2012 website terburuk, 2013 masuk kubur, Sayonara Multiply sesuai harapanku tahun ini kalian dibalangaken maring kuburan.

#mdrcct

daniel tumiwa bego

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

46 thoughts on “Idiot goes down; Multiply tutup layanan

    Daru Kartiko

    (Januari 4, 2017 - 4:52 pm)

    Artikel ini masih berlaku gak ya, terutama tentang Daniel Tumiwa?
    Sekarang OLX juga menuju ambang merugi, puluhan ribu user sudah close OLX karena perubahan yang semena2 dan menyulitkan user. Termasuk saya yang juga close dari OLX, masak itu situs jual-beli yang mengharuskan COD tapi no HP saja tidak ditampilkan.

      anotherorion

      (Januari 7, 2017 - 11:08 am)

      setahu saya yang bersangkutan sekarang di maskapai penerbangan mas, kurang tau juga apa ikut di OLX atau tidak. Saran saya gunakan marketplace lain mas

    debapirez

    (Mei 1, 2013 - 8:17 am)

    mari kita syukuran hehe….

      anotherorion

      (Mei 1, 2013 - 9:49 am)

      kenduriannya mau dimana nih ded? hahahhaa

    Ida Raihan

    (April 29, 2013 - 2:22 pm)

    Keren Euy… bahasanya mantap banget. Berani 😀

    Ida Raihan

    (April 29, 2013 - 2:20 pm)

    Multiply seharusnya menjadi mahluk yang paling dicintai oleh usernya. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Meskipun bertahun-tahun menyatu dengannya, nggak akan ada yang berduka atas terkuburnya mahluk satu ini. Rehatlah dengan damai, gak usah bikin ulah lagi.

      Eko Febriyanto

      (April 29, 2013 - 2:39 pm)

      siiip…lah…

      Ida Raihan

      (April 30, 2013 - 12:43 am)

      Eko Febriyanto, Yang siip apanya coba?

      anotherorion

      (Mei 1, 2013 - 9:47 am)

      salah asuhan mbak

    umarfaisol

    (April 29, 2013 - 7:58 am)

    Wah, tokobagus dibeli mereka? Bakalan ancuur pisan

      anotherorion

      (April 29, 2013 - 10:59 am)

      belinya hampir barengan kok kuwi kang

    umarfaisol

    (April 29, 2013 - 7:56 am)

    Analisis yang cukup mengena. Benar-benar sangat disayangkan nasib multiply.

    DV

    (April 29, 2013 - 4:37 am)

    Hahahahaha, apik tenan iki!
    Emosional tapi nyata… nyata tapi emosional! 🙂

    Evia Nugrahani

    (April 29, 2013 - 4:19 am)

    Analisa yang cukup detil dan masuk akal.
    Seperti yang aku tulis di wallnya Bekti Gojagie, bahwa manajemen MP yang baru emang tolol, arogan, dan penuh kebusukan.

      Priyo Harjiyono

      (April 29, 2013 - 11:39 am)

      orang nggenah tenan

    anas

    (April 29, 2013 - 12:25 am)

    sesuai dengan nama barunya… MP.coid
    dan benar-benar koit-lah kemudian…

    *hikmahnya, tak hanya pada nama orang ada doa, pada nama web juga ada doa huhuhu

      anotherorion

      (April 29, 2013 - 10:54 am)

      moral story jangan keburu2 menasionalisasikan domain

    ira

    (April 28, 2013 - 4:22 pm)

    gw gak tau mau dibilang gak move on atau apa.
    tapi masih inget banget si mulpid menunjukkan ketidakbutuhannya pada blogger yang membebani server mereka. Dan merasa pede jaya mendapatkan seratus ribu (atau brp ya…lupa:p) pelanggan baru dalam waktu dekat.
    “itu sih keciiil…” kata Anto dulu….
    makan tuh yg kecil!!!

      anotherorion

      (April 28, 2013 - 11:19 pm)

      mungkin maksudnya buyer / seller baru yg cuma ndaftar utk dapetin hadiah promo2, klo promonya abis mereka juga gak bakalan aktif lagi 😛

      wong udah bener punya pelanggan setia malah diusir, pekok

      anotherorion

      (April 29, 2013 - 11:06 am)

      hahaha yah klo maksudnya gak butuh yang menuh2in space x mbak 😀 sekarang kena deh batunya

    Pingkan Rizkiarto

    (April 28, 2013 - 3:31 pm)

    laik dis lah….
    *nyengir lebaaaaaaaaaaaaaaar*

      Priyo Harjiyono

      (April 28, 2013 - 4:07 pm)

      puwas aku buk, puwasss haha

    Irma Wildani Anzia

    (April 28, 2013 - 3:17 pm)

    Analisa yang cukup komprehensif. Aku sepakat bahwa kejatuhan MP adalah karena sikap congkak dan kesalahan manajemen. 44 juta dolar yg dikucurkan Naspers itu baru untuk ambil alih saja kan ya? Pasti ada biaya lagi untuk sewa kantor baru, gaji pegawai, bayarin ongkir sbg bagian dr promosi ongkir gratis bagi OS, biaya IT, dll. Taruhlah sudah lebih dari setengah trilyun rupiah yang mereka gelontorkan buat MP. Sebanyak itu dibuang-buang cuma untuk mematikan situs yang baru diproyeksi/diramalkan akan menjadi pesaing situs lain yg mereka beli juga? Kurang masuk akal kayaknya. Taruhlah kita abaikan logika dan menganggap bahwa memang itu alasan mereka mematikan MP, malah bertambah alasan buat kita, para blogger, untuk melawan mereka karena permainan mereka telah menjadikan kita sebagai tumbalnya. Bukan untuk merebut kembali lapak2 kita yang sangat kita cintai itu, tapi untuk menunjukkan sikap bahwa kita tidak terima dan kita tidak pasrah atau menyerah begitu saja saat diinjak-injak dan disepak oleh mereka. Dan kini, saat mereka akhirnya tumbang, kita bisa termasuk mereka yang lega dan puas karena kemarin itu kita termasuk mereka yang bersikap tegas dan berjuang.

      Priyo Harjiyono

      (April 28, 2013 - 3:36 pm)

      ada bocoran, MP gak akan jadi marketplace, tapi jadi online seller itu sendiri, gak puas cuma dapet fee dari prodlist, tetep gak yakin bakal sukses, wong admine ra profesional kok

      Kuncoro Tewe

      (April 28, 2013 - 4:07 pm)

      alumnus MP yo do ngumpul

      Ariemega Mega

      (April 28, 2013 - 9:26 pm)

      hahaha, apalagi analisis perusahaan ini memang tujuannya untuk dijatuhin dari awal.. kayak analisis berdasarkan firasat dari eyang subur ajeh..

      Wib Wahyu

      (April 29, 2013 - 2:45 am)

      mas priyo linuwih yaaa.. bisa memperkirakan Mp akan mati,… kayak eyang subur aja.. :p :p

      Priyo Harjiyono

      (April 29, 2013 - 7:23 am)

      Ariemega Mega hahaha waduh eyang subur, jadi nyapres gak tuh mbak???

      Priyo Harjiyono

      (April 29, 2013 - 7:24 am)

      Wib Wahyu ebusetttt dagh kek gak ada yang lain wae mas

      Santini Dewi

      (April 29, 2013 - 1:23 pm)

      akhirnya bener2 mati, ga jelas blas, maksudnya apa coba, ngapus sosmed, lalu jualan, eh sekarang di tutup pasarnya

      Bambang Priantono

      (Mei 1, 2013 - 10:40 pm)

      YU SUUM

      Irma Wildani Anzia

      (Mei 1, 2013 - 10:53 pm)

      Priyo Harjiyono, loh itu bukannya berarti turun pangkat ya? Tapi mau berubah jadi apapun, kalau manajemennya tetap kacau balau ya bakal sama saja, ujung2nya koit juga.

      Irma Wildani Anzia

      (Mei 1, 2013 - 10:54 pm)

      Kuncoro Tewe ngeblog ra ngeblog sing penting ngumpul, mas. Semoga suatu saat nanti kita bisa ngeblog dan kumpul2 bersama lagi, seperti di MP dulu. *lirik kang Bimo Kumat*

      Santini Dewi

      (Juni 26, 2013 - 10:53 am)

      Irma Wildani Anzia, happy milad, semoga sehat dan bahagia bersama keluarga cemaranya 😀

    faziazen

    (April 28, 2013 - 1:58 pm)

    keinget peristiwa pas mp ers ke kantor mereka dan disodorin apel

      anotherorion

      (April 28, 2013 - 2:05 pm)

      coba dikei apel kecokot siji2 mbak, aku we gelem

    Iwan Yuliyanto

    (April 28, 2013 - 1:45 pm)

    Pemerintah Indonesia bagusnya mendeportasi si Stef dan Daniel Tumiwa ke kutub utara, karena budaya berjual-beli versi mereka gak cocok dengan budaya keramah-tamahan di Indonesia.

    Steeeffff, waktumu sudah habis.. waktumu sudah habis!
    Sudah kuambil semua pasukan-pasukanmu!
    Demi TU……. *dhuarrrrrr!!!!*

      anotherorion

      (April 28, 2013 - 1:55 pm)

      Demi tumiwa, pengen tak tapuki lambene lehne biyen mecicil gemagusan tak andani page rank n visitor medun malah jumawa, pekok

      Iwan Yuliyanto

      (April 28, 2013 - 4:28 pm)

      Kurang kalimat, mestinya:
      “karena budaya berjual-beli versi mereka gak cocok dengan budaya keramah-tamahan Indonesia.”
      Tolong di-edit , mas Pri. suwun

        anotherorion

        (April 29, 2013 - 11:07 am)

        yang bagian mana mas iwan, klo koneksi dah lancar gpp mas, gek tekan omah

    Priyo Harjiyono

    (April 28, 2013 - 1:20 pm)

    idiot goes fallen down, farewell multiply

    rawins

    (April 28, 2013 - 11:09 am)

    toko bagus be wis akeh masalah, mbok?
    ketone sing pada komplen nang kaskus

    itu deneng ya malah bubar pasar sisan
    melasi temen nyong…

      anotherorion

      (April 28, 2013 - 1:10 pm)

      men lah men kawus sering marakna jengkel uwong

    gambarpacul

    (April 28, 2013 - 8:02 am)

    gari ndeleng toko bagus kepriwe ngesuk..

      anotherorion

      (April 28, 2013 - 1:07 pm)

      iya jal deleng baen bakalan remuk tah kayane

Berikan tanggapan anda