Memandang kelam lembar hitam kisah anak manusia
Di antara hiruk pikuk nuansa dunia
Di negeri telapak surga
Di negeri yang tersohor kekayaan alamnya
Aku berdiri seorang diri
Menatap mata nanar yang membusuk di tepi jalanan
Mengais hidupnya ditumpukan sampah ibukota
Ah sekiranya kami adalah mereka
Pada siapakah kami masih harus meminta???
Ya Tuhanku
Mengapa kau bedakan kami atas mereka?
Mengapa kau relakan sebagian kami hidup terlunta lunta dan sebatang kara?
Ya Tuhanku
Jikalah jalanku tak semudah yang kami kira
Jika peluh ini mengalir terlalu deras hingga abai terhadap kalimatMu
Ingatkanlah kami padaMu
Pada kisah kisah kitabMu
Dan pada bait bait keteguhan kekasihMu
Dinding rumah kami hanyalah butiran sampah yang kami pupuk untuk bernaung
Maka ubahlah ia menjadi pahala bagi mereka yang mencari ridhoMu
Pada mereka yang bersujud panjang di tengah Ramadhan
Lalu menjadikan siangnya untuk menghayati kesabaran dan kelaparan kami
Di ufuk mata senja yang tenggelam di balik lautan dosa
Ketika Syaban berlalu teriring kepak sayap camar di cakrawala
Kutitipkan doa untuk mereka yang papa
Pintaku tercurah pada kerinduan yang satu
Pertemukan aku dengan Agungnya RamadhanMu
Puisi disertakan dalam lomba puisi ramadhan zahiya cute,
*puisi asal jadi keburu deadline*

Priyo Harjiyono, bekerja sebagai guru komputer sejak 2011, blogger tekno sejak 2005, Pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektronika UNY, SEO Specialist di Indobot dan saat ini sebagai SEO Specialist di Kommunitas.net , memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektronika, Teknik Informatika dan Program Profesi Guru Teknologi Komputer dan Informatika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pembicara di bidang digital marketing, SEO dan informatika untuk bisnis dan UMKM.
Pengalaman lengkap saya bisa dicek disini
Artikel ini terakhir diperbarui pada: 25 April 2017 untuk menjaga relevansi dengan kondisi terkini.






