I’m not your Friend anymore, right?

Wuih judulnya kok sentimentil gitu sih? ngahahaha enggak juga sih, okehlah judul menentukan prestasi eh persepsi. Baiklah mari kita membicarakan tentang pertemanan, what it is?

Unfriend I'm not your Friend anymore, right?  wallpaperSemoga kita sepakat jika pertemanan adalah hubungan yang saling menguntungkan bagi kedua pihak, tentu saja “menguntungkan” disini tidak selalu ditinjau dari segi bisnis, kecuali anda membangun relasi bisnis, maka orientasinya adalah lain.

Dengan berteman kita bisa menggunakan resource dan dukungan dari teman kita, sebaliknya kita akan menggeser privasi kita lebih longgar terhadap teman kita, entah itu untuk keperluan jadi kambing congek pendengar curhat yang baik atau memberikan dukungan baik moril materiil pada teman kita, intinya adalah kita berada di posisi sama rendah sama tinggi, ketika seorang lebih rendah dari kita, maka kita akan membantunya agar tetap setara dengan kita.

Demikian juga dengan jejaring sosial di internet yang marak saat ini, jejaring sosial pada dasarnya dibangun untuk membangun jaringan pertemanan antar manusia untuk saling bersosialisasi satu sama lain. Tentu saja saya mengasosiasikan bersosialisasi adalah melakukan komunikasi untuk dapat berteman, bukan untuk dapat saling mengakusisi dan menguasai.

Namun dengan semakin berkembangnya tren dunia sosial dewasa ini, maka banyak pihak2 berorientasi bisnis tertarik menggunakan media2 jejaring sosial untuk melakukan ekspansi bisnisnya. Sebut saja jejaring sosial Multiply, jejaring sosial setengah kelamin blog engine ini akhirnya memutuskan diri menjadi bagian dari web-commerce, tentu saja, meski basisnya adalah jejaring sosial sangat kentara bahwa Multiply berorientasi duit banget. Kenapa saya bisa sebut demikian? karena saya sudah 5 tahun hidup dalam jejaring sosial Multiply, mengikuti jatuh bangun Multiply dari masa kejayaan sebagai media berbagi mp3 sampai titik nadirnya, bullshit kalo mereka akan mengatakan mengedepankan komunitas!  Selama ini kami lebih sering beradu mulut daripada saling bekerjasama.

BACA JUGA:   Ketidaksempurnaan

Fine, lupakan Multiply, saya sudah sangat enek klo membahas kelakuan para adminnya, terutama admin lokalnya, mari kita bahas yang lain saja.

Saya mengikuti sebuah jejaring sosial intinya adalah ingin berteman, mengenal satu demi satu karakter teman baru saya, mendapatkan sharing pemikiran dan ilmu dari mereka, setiap jejaring sosial memiliki semacam dashboard dan profil user masing2, fungsinya buat apa? untuk keperluan privasi user mereka, wall saya adalah halaman rumah saya, sama seperti halaman rumah anda yang tentu saja anda akan keberatan ketika ada seseorang melempar kata2 jorok maupun menawarkan kredit2 alat dapur tanpa permisi.

Tapi kenyataannya begitulah selama ini, mungkin mengikuti jejak para operator seluler brengsek yang enggan membayar pajak iklan pemasangan baliho, pamflet dan media promosi publik yang lain, mereka lebih memilih menggunakan data nomor pelanggan mereka sebagai media iklan2 sampah, baik dari program internal mereka maupun iklan sampah dari pihak lain yang menandatangani kesepakatan kerjasama untuk membanjiri nomer pelanggan menggunakan iklan sampah.

I dont care your number full off shit things! I must be wealth because of that!

Trik operator licik ini pada akhirnya ditiru oleh para pelanggannya sendiri, entah dengan mengirimi nomer acak iklan2 bosok maupun menggunakan jejaring sosial untuk media promosi produk mereka.

Please deh, saya enggak keberatan ketika mereka melakukan promosi produk mereka, cuma mohon jangan men-tag sembarangan, gak usah juga memborbardir isi beranda dengan produk2 sampah yang sebenarnya bisa kita buatkan 1 katalog kemudian diberikan linknya di FB, daripada mengaplod gambar 1 1 dan men-sharenya pada orang lain.

BACA JUGA:   Journey to the Future; A Dreamland

Hey, saya tidak berniat untuk mencari barang dagangan di FB, klo saya butuh mencari barang, saya akan menghubungi teman2 yang setidaknya saya ketahui memang punya rekam jejak bagus untuk mereferensikan produk tertentu.

Ingat ini jejaring sosial, beda kasus anda menggunakan blog anda seperti web ini untuk melakukan promosi besar2an maka itu hak anda karena anda tidak mengganggu beranda orang lain dengan banjir postingan produk anda.

Lebih baik kita putus pertemanan di jejaring sosial daripada saya menerima tumpukan sampah dari anda, mungkin setelah anda sadar dengan perbuatan anda kita bisa memulai pertemanan dengan suasana yang baru

pacebuk com

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda