Masa kecilku dihabiskan di dekat stasiun kereta api, maka rel kereta bukanlah benda asing buatku sejak kecil. Dulu jika ada gerbong nganggur yang diinapkan di rel cadangan stasiun aku sering bermain disana, tidak hanya gerbong tetapi juga besi2 jembatan, kayu bantalan rel dan lain sebagainya adalah tempat bermainku.
Saat menginjak usia remaja dan dewasa di Jogja, aku sering heran melihat banyak orang yang berkumpul di bawah Jalan Layang Lempuyangan, buat nonton kereta api yang lewat. Selain di bawah Jembatan Lempuyangan, di dekat stasiun Patukan, Gamping juga menjadi obyek favorit orang tua untuk mengajak anak-anaknya bermain sambil menonton sepur lewat. Seperti halnya di dekat bandara, aktifitas menonton kereta ini juga merupakan alternatif keluarga untuk mengajak anak-anak refreshing sambil bermain.
Kegiatan yang umumnya dilakukan sore hari ini menarik para penjaja makanan kecil untuk berjualan disana. Anak-anak kecil juga menyukai kegiatan murah berkumpul dengan keluarga sambil menyaksikan kereta api yang berlalu lalang. Aku sendiri datang kesana tujuannya cuma satu, pengen pijat refleksi dengan berjalan telanjang kaki di atas batu kerikil yang menopang rel kereta.

Priyo Harjiyono, bekerja sebagai guru komputer sejak 2011, blogger tekno sejak 2005, Pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektronika UNY, SEO Specialist di Indobot dan saat ini sebagai SEO Specialist di Kommunitas.net , memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektronika, Teknik Informatika dan Program Profesi Guru Teknologi Komputer dan Informatika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pembicara di bidang digital marketing, SEO dan informatika untuk bisnis dan UMKM.
Pengalaman lengkap saya bisa dicek disini
Artikel ini terakhir diperbarui pada: 21 Juli 2016 untuk menjaga relevansi dengan kondisi terkini.







