Pancasila dan semakin melunturnya jati diri bangsa

Aku sedang menghadapi dua orang dosen S1 ku yang hari itu bertindak sebagai pewawancaraku. Ya hari itu aku mengikuti rangkaian Seleksi Kompetensi Bidang CPNS Kemenristek Dikti di lingkungan kampus Universitas Negeri Yogyakarta. Proses wawancara kami pecah seketika, saat ada peserta wawancara lain yang diminta membacakan bunyi lima sila Pancasila keras-keras, dan salah.

Dewasa ini, tidak hapal Pancasila itu sudah biasa, bahkan beberapa tahun yang lalu saja, seorang pejabat negara enggan waktu diminta untuk menyebutkan Pancasila dan memilih ngeles sama MC nya. Miris, tapi begitulah keadaannya. 

Pancasila adalah dasar negara kita, ada nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila yang sebenarnya sangat berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, jika kita saja lupa dengan isi silanya, bagaimana kita bisa menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila tersebut.

Hal inilah yang kemudian oleh MPR RI berusaha dikenalkan kembali, nilai-nilai bangsa yang terkandung kemudian digali kembali dan disosialisasikan dalam empat pilar kebangsaan.

Empat Pilar Kebangsaan

netizen gathering MPR

Merupakan sebuah soko guru yang menyangga kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengayomi seluruh masyarakat Indonesia. Ada empat pilar kebangsaan yakni

  1. Pancasila
  2. UUD 45
  3. NKRI
  4. Bhinneka Tunggal Ika

Keempat pilar kebangsaan ini adalah sebuah frame tentang apa itu Indonesia, Pancasila adalah dasar negara, lebih dari itu, Pancasila adalah falsafah hidup, pandangan dan jati diri bangsa. UUD 45 adalah dasar perundang-undangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, isinya merupakan penjelasan apa itu bangsa Indonesia, dan bagaimana kehidupan berbangsa ini diatur.

ma'ruf cahyono sesjen MPR

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara berbentuk kesatuan, yang bergerak dalam satu irama yang sama untuk kesejahteraan rakyat di seluruh Indonesia, mulai dari Sabang sampai ke Merauke. NKRI adalah wilayah kedaulatan bangsa Indonesia yang tidak mentolerir tindakan diskriminasi, rasisme, chauvinisme, radikalisme, separatisme dan terorisme.

Bhineka Tunggal Ika merupakan semboyan kehidupan berbangsa dan bernegara, dimana meskipun berasal dari suku bangsa berbeda, dengan adat istiadat yang berlainan dari satu daerah ke daerah lain, tetapi memiliki kesamaan visi, kesamaan tujuan sebagai sebuah bangsa sejak dikumandangkan dalam Kongres Pemuda II tahun 1928.

Semenjak masa orde baru tumbang dan berganti dengan reformasi, keran-keran kebebasan publik dibuka seluas-luasnya agar orang bisa menyuarakan pendapatnya tanpa takut lagi. Di sisi lain, pengetahuan mengenai rasa berbangsa dan bernegara ini mulai terabaikan. Oleh karena itulah, MPR selaku salah satu lembaga tinggi negara, merasa perlu untuk kembali memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia kepada masyarakat, agar masyarakat ingat kembali tujuan hidup berbangsa dan bernegara.

Dalam mengadakan sosialisasi 4 pilar kebangsaan ini, MPR menggandeng rekan-rekan blogger dan netizen untuk ikut serta menjadi bagian yang menyuarakan dan mensosialisasikan nilai luhur bangsa Indonesia secara lebih luas dan menjangkau audience masing-masing.

Di Yogyakarta, MPR sudah dua kali mengadakan MPR Netizen Gathering, yang pertama bertempat di Hotel Eastparc tahun 2016 dan tahun 2018 bertempat di Satoria Hotel. Di pertemuan kedua ini kami rekan-rekan netizen Jogja kembali bertemu dengan Bapak Ma’ruf Cahyono selaku sekretaris jendral MPR.

Pancasila dan semakin melunturnya jati diri bangsa 1

Bapak Ma’ruf dalam kesempatan tersebut mengajak kami untuk tidak bosan-bosannya mensosialisasikan nilai-nilai luhur kebangsaan serta mengajak kami sebagai ujung tombak dalam memberikan literasi digital dan menangkal hoax yang beredar di masyarakat. Dengan netizen yang melek literasi digital akan mampu mengolah informasi yang beredar di internet, mengurangi hoax dan mereduksi perdebatan-perdebatan di social media.

Kemajuan sebuah bangsa tidak terlepas dari peran aktif semua elemen bangsa, dan kami selaku blogger dan netizen, selalu siap untuk ikut berpartisipasi aktif menyuarakan nilai-nilai luhur bangsa, berkontribusi dengan membangun konten-konten positif di dunia maya, agar visi dan misi kita sebagai sebuah bangsa bisa tetap terjaga demi Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera.

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.