Peradaban Latah

Peradaban latah? di manakah itu? jangan kuatir sodara sodara sebangsa dan setanah air, untuk kali ini peradaban ini telah terselamatkan dari kudeta kemakmuran malaysia. Jadi benar sekali klo peradaban latah masih menjadi bagian bangsa indonesia.

Indonesia bukan melulu negeri para bedebah, ini juga negeri para latah, dan para tersangkanya adalah rakyatnya sendiri, gimana enggak, begitu muncul blekberi semua kudu beli, tablet, semua harus punya, android siap mbobol celengan. Gak BBMan gak gaul, enggak pake whatsapp? ndeso? ra duwe wechat? cupu, ra nginstall kakao talk po line, kere, njuk skype wis ra dinggo kudu tetep keinstall. Sebisa mungkin harus tetap melakukan harmonisisasi kemakmuran demi mengaburkan statusisasi labil ekonomi

Penyakit ini berimbas ke media publik, dulu pembawa acara berita itu paling banter 2 orang, 1 orang klo pake siaran ramalan cuaca. Eh gegara pas perang irak liat aljazeera pake penyiar 2 orang yang ngomongnya saut2an, akhirnya semua tipi cara penyajiannya latah, sama. Tipi oon gak bakalan mau ketinggalan, gak cuma 2 penyiar, dia pasang 3 penyiar saut2an, untung gak ada yang lebih gemblung dengan majang 5 penyiar berita dan membawakan berita saut2an.

Ini emang karena orang Indonesia gak pernah dapet pelajaran ilmu percaya diri di sekolahan, liat aja, disuruh ngerjain didepan g ada yang berani, tp giliran ada temennya ngerjain salah, klo ada satu yang bilang huuu, itu anak sekelas bibirnya mendadak monyong semua. Di jalanan, klo hujan mulai rintik2, orang kebanyakan ragu memilih mau berteduh, berhenti pake mantel, atau terus jalan aja tapi kebasahan, begonya sebagian besar orang rela kebasahan beberapa ratus meter ke depan hanya karena gak ada orang lain yang ngeduluin berhenti n buka mantel di depannya.

BACA JUGA:   Anarkisme Ahimsa

Yang lumayan parah ini ya orang2 jawa koyo aku iki, nek ngobrolin satu topik sama orang, kenal atau gak kenal, apalagi yang lebih sepuh, paling gak bisa klo sampai harus bilang “enggak bisa / enggak setuju” pasti adanya “nggeh nggeh gak kepanggeh”. Ntar ketemu orang lain yang menentang cara pandang orang pertama, tetep di enggehi wae, nggak ada keberanian mengutarakan cara pandangnya sendiri.

Buat para mantan yang kemakan omongan juga, ga pada pede buat balikan gegara enggak pengen disebut gagal move on. Hai thats bullshit after all!

Nah yang sekarang happening ada apps MomanCamera di android bikinan china yang bisa masukin wajah kamu di karikatur. Sejak diluncurkan tanggal 3 November kemaren di Google Play, baru seminggu lebih satu hari, lu udah pada ngitung berapa temen lu yang ganti ava di FB, twit, path, soundcloud, BB, WA, weChat, Line, Kakao? Ia ini Indonesia, di hampir semua jejos banyak tuh yang latah ngubah avatarnya jadi karikatur itu.

Semacam judul film saja, Alangkah latahnya negeri ini

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.