Rahasia Memperbaiki Page Speed Website

Memperbaiki page speed website kita tentunya merupakan sebuah keniscayaan pada masa dewasa ini, kecepatan loading sebuah situs, berpengaruh terhadap peringkat hasil pencarian yang tampil di halaman SERP. Oleh karenanya tidak heran jika rekan-rekan blogger mulai aware dengan kecepatan page speed blog mereka.

3 Tools Penguji Page Speed Website

Ada banyak penyedia layanan yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki page speed sebuah website, tiga yang paling populer dan banyak digunakan adalah

  • Google Page Speed Insight
  • GTMetrix
  • Webpagetest.org

Google Page Speed Insight

tools pengukur page speed website

Google Page Speed Insight mungkin yang paling banyak digunakan oleh rekan-rekan blogger sekalian, alasan pertama tools ini paling popular dan official by Google. Sehingga apa yang terlihat disana dianggap sebagai bagaimana Google melihat website kita dari segi kecepatan, dan apa yang dihadapi para bot Google ketika berusaha melakukan indexing blog kita. Hal ini sebenernya gak bener-bener terkonfirm sih, mengingat, bot Google akan menghindari beberapa resource dynamis semacam javascript yang seringkali jadi faktor utama yang membuat loading blog kita berat.

GTMetrix

page speed website tester gtmetrix

Yang berikutnya adalah GTMetrix, meski tidak officially dari pemilik SERP, GTMetrix memiliki beberapa report yang terpisah dan memudahkan kita melakukan analisis terhadap kekurangan website kita. Setidaknya setelah kita melakukan analisa kecepatan website menggunakan GTMetrix kita akan memperoleh beberapa gambaran yang dikemas dalam bentuk 6 buah tab, namun aku lebih fokus pada tiga tab berikut

  • Pagespeed Score ~ menunjukkan optimasi kecepatan website yang sudah kita optimalkan atau belum
  • YSlow ~ menunjukkan berbagai komponen yang menjadi penyebab lamanya loading blog kita
  • Waterfall ~ menunjukkan timeline breakdown bagaimana komponen-komponen dalam blog kita ditampilkan berdasar urutan waktu.

Dibandingkan dengan Google Page Speed, tampilan hasil analisa GTMetrix lebih mudah dilihat dan dipahami. Tampilan semacam first content paintfull, bisa kita lihat disini.

Webpagetest.org

112714 1302 HowtouseWeb2

Yang terakhir adalah Webpagetest. Tampilan hasil analisa Webpagetest, merupakan 3x percobaan tampilan, artinya, data yang diambil dari webpagetest merupakan tiga kali uji. Dari sini kita bisa melihat nilai berbeda untuk setiap kali pengujian yang dilakukan oleh Webpagetest. Jika Google PageSpeed fokus pada item apa saja yang harus diperbaiki, GTMetrix fokus pada item dan tampilan waterfall, Webpagetest fokus pada tampilan waterfall, aku sendiri lebih sering menggunakan kombinasi webpagetest dan GTMetrix untuk menganalisis kecepatan website. Tampilan waterfall nya lebih enak di Webpagetest soalnya. Selain itu kalian bisa melihat nilai security header, penggunaan CDN serta kebijakan dalam mengelola sumber daya static content.

Kompromi Dalam Optimasi Page Speed Website

Dari setiap hasil analisis kecepatan website tersebut aku kemudian melakukan perbaikan page speed website, entah dari penggunaan asynchronus loading, deflate, gzip compression, leverage browser caching, penggunaan CDN, dan masih banyak lagi. Namun dalam setiap optimasi yang aku lakukan sering kali kita terbentur pada kenyataan kebutuhan.

Sebagai contoh, kita pengen loading website kita cepat, tapi disisi lain kita berharap mendapatkan passive income dari adsense. Ini adalah kontradiksi yang umum dijumpai saat kita berusaha melakukan optimasi page speed website kita. Ironis memang sumber penghasilan dari iklan adsense itu malah merupakan salah satu penyebab loading lama di website kita.

Aku menerapkan teknologi push notification yang terinclude dalam tampilan website, tentu saja, script push notif ini mau tidak mau harus diload oleh server kita. Sehingga tetap saja mengurangi kecepatan dan menurunkan skor page speed kita.

Rahasia Memperbaiki Page Speed Website

rahasia kecepatan page speed website (1)

Pun demikian dari berbagai kompromi yang sudah aku lakukan, paling mentok, aku mendapati bahwa masalah utama yang terjadi sebenarnya bukan dari script eksternal semacam adsense, push notif dll. Masalah sebenarnya berasal dari server kita sendiri.

Dari beberapa percobaan yang aku lakukan, termasuk dengan mempelajari kecepatan beberapa website lain, aku bisa melihat perbedaan krusial dalam soal pemilihan web server ini. Ya, jenis web server engine ini cukup menentukan optimasi page speed website kita.

Ada tiga jenis mesin web server yang lazim digunakan di internet, ketiganya adalah Apache, NginX (dibaca Engine-X) dan LiteSpeed. Dari ketiga jenis web server tersebut, LiteSpeed merupakan yang termuda karena baru tercipta di tahun 2002, meskipun yang termuda, nyatanya LiteSpeed mampu mengungguli kecepatan kedua web server engine lainnya.

kecepatan page speed website

Tampilan gambar ini adalah tampilan analisa kecepatan website di Webpagetest.org, jika dibandingkan dengan komponen lain seperti file css, iklan javascript, gambar dan lain sebagainya, load untuk memanggil webnya aja lama, dan setelah aku cek hal ini lebih karena penggunaan jenis web servernya

LiteSpeed Enterprise Kuncinya

Dari puluhan pengujian yang aku lakukan, website dan blog yang menggunakan LiteSpeed Entreprise lah yang memenangkan balapan kecepatan loading ini. Bukan berarti mereka yang menggunakan Apache atau NginX selalu kalah cepet dibanding para pengguna LiteSpeed, namun memang ada beberapa keuntungan LiteSpeed yang tidak bisa dipungkiri.

Dari hasil pencarian internet aku juga menemukan kondisi senada, Berikut adalah perbandingan kecepatan transaksi data yang melibatkan 100 user

wp performance graph

Sementara dari sisi security sendiri, percobaan dilakukan dengan membandingkan pengambilan static file dengan instalasi Web Application Firewall, Comodo maupun OWASP.

null 1

Dari data tersebut di atas mungkin menjawab keherananku mengapa website dengan LiteSpeed Entreprise memiliki respon time yang sangat cepat dan berimbas pada page speed website secara keseluruhan, it’s ok bahwa bisa aja sih dari segi optimasi beda, tergantung orangnya. But, IMHO, tidak semua blogger punya kemampuan teknis buat melakukan optimasi website seperti sebagian rekan yang lebih familiar dengan NginX, Apache maupun script2 optimasi server side. Anggaplah sebagian besar blogger ini awam dan butuh solusi kecepatan page speed blog mereka.

Dimana Bisa Mendapatkan Keunggulan LiteSpeed Enterprise?

Jika kalian bertanya adakah penyedia hosting lokal yang menyediakan LiteSpeed Enterprise? Jawabnya ada. Bahkan tidak hanya itu, kalian juga akan mendapatkan berbagai kemudahan terkait kecepatan website dan optimasi wordpress kalian seperti;

  1. LiteSpeed Enterprise
  2. WordPress Accelerator
  3. HTTP/3, QUIC & BROTLI
  4. Free CDN
  5. Network Speed 10Gb/s
  6. Data Center Tier 4
  7. Ddos & Malware Protection (Imunify360)
  8. CloudlinuxOS
  9. Network and Power Redundant
  10. Fitur Advanced seperti:
    1. WP transfer tool,
    2. WP auto update
    3. WP staging
    4. WP clone
    5. Git
    6. Curl & Curl SSL
  11. Free Domain
  12. Unlimited Database
  13. Unlimited Bandwith
  14. Unlimited Sub & Parked Domain
  15. Unlimited email
  16. Layanan Support 24/7
  17. Backup
  18. Dan masih banyak lagi

Seriusan lu ada penyedia hosting yang bisa kayak gitu? Yap bisa kok, malahan sekarang ini, kamu bisa bayar mulai harga Rp. 10.000/bulan dan ada diskon sampe 75% buat kamu yang ambil Paket Personal.

Kamu juga bisa melakukan transfer domain dengan aman ke layanan ini. Selain itu, ada banyak pilihan yang bisa kamu ambil sih, mulai dari shared hosting, cloud hosting, VPS dan masih banyak lagi. So buat yang penasaran, langsung klik aja website mereka di Niagahoster.co.id

2 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.