Bersimpuh di balik kehangatan embun yang meretas erat di selubung bumi
Kerinduan akan secercah lentera menghelakan nafas surgawi
Beranjak dari keheningan sebuah peninggalan sang mentari
Aku beradu dalam kelumpuhan pekatnya kisi kisi hati
Biduk iramaku yang tersembunyi
Mengharubiru segala kehampaan yang membumbui hari
Jalanku tak lagi panjang untuk mu menemani
Tapi kini di penghujung hari
Selalu ada noktah merah perigi
Memakan usang segala bentuk peninggalan musim semi
Inikah tempatku terbaring diatas altar cinta yang suci???
Ditinggalkan dan dihempaskan kecantikan seorang putri
Kisahku tak kan lagi harum di pagi nanti
Hanya lumur berdarah darah di pucuk2 melati
Pun kan cepat menguap teriknya sang mentari
Aku bukan pahlawan di siang hari
Di kegelapan yang telah aku lewati
Aku berharap bertemu kisah cinta para bidadari
Mengajakku dalam tarian cinta tak terhenti
Tapi selalu tidak malam ini
Tidak kali ini, tidak saat ini
Mungkin di lain hari
Saat aku terbangun lagi di tenggelamnya hari
Menaklukan malam2 panjang di penghujung hati

Priyo Harjiyono, bekerja sebagai guru komputer sejak 2011, blogger tekno sejak 2005, Pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektronika UNY, SEO Specialist di Indobot dan saat ini sebagai SEO Specialist di Kommunitas.net , memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektronika, Teknik Informatika dan Program Profesi Guru Teknologi Komputer dan Informatika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pembicara di bidang digital marketing, SEO dan informatika untuk bisnis dan UMKM.
Pengalaman lengkap saya bisa dicek disini
Artikel ini terakhir diperbarui pada: 6 April 2019 untuk menjaga relevansi dengan kondisi terkini.






