Terkadang usia charger laptop kita tidaklah mampu mengimbangi usia si laptop, charger tersebut mati duluan karena berbagai sebab, pada umumnya sih hanya karena kapasitornya yang sudah melendung sehingga tidak mampu menyalurkan arus pada laptop. Bisa pula karena overheat, terbakar dan sebab lainnya. Mau tidak mau terpaksa kita harus membeli charger laptop lagi.
Nah bicara soal pengganti charger laptop kita, apa yang harus diperhatikan?
Pertama adalah soal dana, jika memang kita memiliki cukup duit untuk membeli charger baru originalnya maka tidak perlu terlalu memusingkan masalah teknis, sebaliknya jika dukungan dana kita tidak cukup untuk membeli charger original, maka ada pertimbangan yang harus diperhatikan sebelum memilih membeli charger baru, yaitu kesamaan konektor, voltase dan arus. Untuk jenis charger yang bisa dipilih ada dua.
Beli charger laptop KW atau Second?
Pilihan pertama adalah membeli charger KW, charger jenis ini biasanya memiliki kualitas yang enggak bagus2 amat, tergantung juga sih KW berapa, ada yang KW tapi bagus, intinya dimana ada kualitas disitu ada harga.
Pilihan kedua adalah membeli charger setipe tapi yang second yang harganya relatif miring, permasalahannya adalah karena untuk kualitas KW, barangnya harus bisa kita pastikan bagus, jika tidak, jangan heran klo suatu saat kabel tersebut akan terasa sangat panas ketika dipakai buat ngechas, bahkan di beberapa kasus, kabel tersebut mengelupas karena tidak tahan dengan besarnya arus yang lewat dalam waktu lama.
Tips Membeli Charger Laptop KW
Jika pilihannya barang KW, perhatikan kualitas kabel dari adaptor – power input laptop, pilih yang kabelnya cukup tebal dan meyakinkan, coba ditekan dengan kuku kemudian ditarik, jika meninggalkan bekas kemungkinan kabel tersebut tidak tahan panas. Jangan pula beli charger bertipe universal, memang charger universal menawarkan kemudahan dari pilihan opsi konektor yang bisa disesuaikan dengan konektor laptop kita, pun dengan pilihan tegangan yang bisa diatur.
Konektor dan voltase untuk charger universal memang ok, tapi bagaimana dengan kekuatan arusnya? dalam teori tentang tata cara menjaga kesehatan peralatan elektronik adalah, jika kuat arus yang dikirimkan terlalu kecil, maka kerja peralatan elektronik tidak maksimal, bayangkan kita terbiasa diberi makan 3 kali porsi kuli sehari ternyata cuma dikasih jatah sego kucing 3 bungkus buat sehari? Lemes? yes.
Jangan pula diberi arus yang kelewat besar, kenapa? ya jelas bisa mempersingkat umur komponen elektronika yang ada didalamnya, paling gak IC processornya mati, atau malah bisa jadi laptopnya kebakar.
Tips membeli charger laptop Second
Yang ini agak susah2 amat buat nemuin charger yang identik dengan tipe laptop yang kita miliki, dibanding charger KW, menurutku charger second masih lebih baik, karena saat mereka dipilih untuk di shipment kan sebagai pendamping laptop branded jelas mereka telah melalui uji kualitas. Jadi soal kualitas kabel/adaptornya menurutku cukup reliable.
Yang perlu kita sesuaikan adalah tipe konektor, besar arus dan besar tegangan yang diberikan. Jika sama, langsung bayar saja, jika misal ada perbedaan tegangan yang kecil ( sekitar +1 Volt dari yang dibutuhkan) tidak masalah, pengalaman ada merk yang meski voltase dan arusnya sama, tapi saat dipakai buat main game tanpa baterai kewalahan, solusinya adalah yang memiliki voltase/arus lebih tinggi sedikit.