BBNI Diperdagangkan di Bawah Book Value dengan Dividend Yield 10%, Beli di Makmur Aplikasi Saham Berlisensi OJK

BBNI Diperdagangkan di Bawah Book Value dengan Dividend Yield 10%, Beli di Makmur Aplikasi Saham Berlisensi OJK

Saham bank besar yang diperdagangkan di bawah nilai buku kerap menjadi perhatian investor yang mempertimbangkan valuasi dan pendapatan dividen. Berdasarkan data 7 Oktober 2026, saham bbni memiliki P/B ratio 0,78 dan dividend yield 10,16%. Angka tersebut memberikan gambaran awal mengenai valuasi dan potensi dividen terhadap harga saham.

Bagi investor yang menggunakan aplikasi saham terbaik OJK, sejumlah metrik tersebut dapat menjadi bahan awal untuk menilai BBNI. Namun, P/B ratio, dividend yield, dan pergerakan harga tetap perlu dibaca bersama profitabilitas serta kondisi bisnis perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Mengenal BBNI

BBNI merupakan kode saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, salah satu bank milik negara. Bank ini didirikan pada 5 Juli 1946 dan menjadi bank BUMN pertama yang menawarkan sahamnya kepada publik pada 1996.

Kegiatan usaha BBNI mencakup perbankan komersial untuk segmen korporasi, bisnis menengah, dan bisnis kecil. Perseroan juga memiliki sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang perbankan syariah, pembiayaan, sekuritas, serta asuransi jiwa.

Berdasarkan data pasar per 7 Oktober 2026, market cap BBNI mencapai Rp127,02 triliun dengan tradeable shares sebanyak 36,92 miliar saham. Pada hari pengambilan data, yaitu 7 Oktober 2026 volume perdagangan tercatat 16,74 juta saham, lebih rendah daripada rata-rata volume tiga bulan sebesar 39,39 juta saham.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan pada hari pengambilan data berada di bawah rata-rata tiga bulan. Namun, angka volume harian tetap perlu dipahami berdasarkan periode pengukurannya dan tidak dapat digunakan sendirian untuk menilai kinerja saham.

BACA JUGA:  Bank Digital Senyumku, Mudahkan Pencatatan Keuangan Milenial

Ringkasan Performa BBNI

Dari sisi valuasi, BBNI memiliki P/E ratio 6,14, P/S ratio 1,21, dan P/B ratio 0,78. Sementara itu, EPS tercatat sebesar 560,67. P/B ratio di bawah 1 menunjukkan harga saham berada di bawah nilai buku per saham berdasarkan indikator tersebut.

Dari sisi profitabilitas, BBNI mencatat ROA sebesar 1,47% dan ROE 13,13%. NIM tercatat 20,65%, sedangkan GPM dan OPM masing-masing berada di 25,18%. Metrik tersebut memberikan gambaran dari sisi berbeda sehingga perlu dibaca secara bersamaan.

Pada aspek dividen, BBNI memiliki DPS sebesar 349,41 dan dividend yield 10,16%. Sementara itu, DER tercatat 7,89%. Untuk perubahan harga pada 2026, return Juli berada di +11,71%, Agustus +9,35%, dan September -12,18%.

Jika ketiga angka bulanan tersebut dihitung secara berurutan, kinerja harga BBNI selama Juli hingga September berada di sekitar +7,3%. Dengan demikian, pergerakan harga tetap perlu dipertimbangkan bersama informasi mengenai dividen.

Mengapa Saham BBNI Diperdagangkan di Bawah Book Value dengan Dividend Yield 10%

Salah satu indikator yang menarik dari BBNI adalah P/B ratio sebesar 0,78. Rasio di bawah 1 menunjukkan harga saham lebih rendah daripada nilai buku per saham. Namun, kondisi tersebut tidak otomatis berarti saham murah karena investor tetap perlu mempertimbangkan kualitas aset, kemampuan menghasilkan laba, serta prospek bisnis bank.

Dari sisi laba, P/E ratio BBNI tercatat 6,14 dengan EPS sebesar 560,67. Sementara itu, ROE sebesar 13,13% memberikan gambaran mengenai kemampuan bank menghasilkan laba dari ekuitas yang dimilikinya.

Daya tarik lainnya berasal dari dividend yield sebesar 10,16%. Dengan DPS 349,41 dan EPS 560,67, rasio pembagian dividen terhadap laba per saham secara sederhana berada di sekitar 62%. Namun, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai perbandingan dari data yang tersedia, bukan sebagai gambaran tunggal mengenai keberlanjutan dividen pada periode berikutnya.

Pergerakan harga juga menjadi bagian penting dalam membaca performa BBNI. Saham ini mengalami kenaikan 11,71% pada Juli dan 9,35% pada Agustus, sebelum turun 12,18% pada September. Jika ketiganya dihitung secara berurutan, kinerja tiga bulan berada di sekitar +7,3%.

BACA JUGA:  Transaksi QRIS yang Aman dan Cepat, Ini Rahasianya

Dengan demikian, P/B ratio di bawah 1 dan dividend yield 10,16% menjadi dua indikator yang menarik untuk diperhatikan. Namun, keduanya tetap perlu dilihat bersama profitabilitas, kualitas bisnis, kebijakan dividen, serta perubahan harga saham.

Mulai Berinvestasi di Makmur

Anda dapat memantau saham BBNI melalui Makmur sebagai salah satu platform investasi yang berizin dan diawasi OJK. Informasi seperti P/B ratio, P/E ratio, dividend yield, dan pergerakan harga dapat digunakan sebagai bahan awal untuk memahami kondisi saham sebelum menentukan keputusan investasi.

Namun, keputusan membeli saham sebaiknya disesuaikan dengan tujuan investasi dan profil risiko Anda. BBNI mencatat dividend yield 10,16%, tetapi sahamnya juga mengalami penurunan 12,18% pada September. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan dividen dan perubahan harga merupakan dua aspek berbeda yang perlu dipertimbangkan.

Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya berfokus pada besarnya dividen atau valuasi di bawah nilai buku. Profitabilitas, kualitas aset, kinerja laba, kebijakan pembagian dividen, serta prospek bisnis juga penting untuk diperhatikan sebelum menentukan jumlah dana yang akan ditempatkan.

Dengan membaca valuasi, dividen, profitabilitas, dan pergerakan harga secara bersamaan, investor dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai BBNI sebelum menentukan keputusan investasi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses