“Menurut lo, gw harus gimana? putus??”
Aku terdiam disamping gadis yang masih sibuk menguras air matanya.
Disatu sisi aku tahu Cici masih terlalu mencintai Aldo, tapi disisi lain…
“Lo masih sayang sama dia?” tanyaku ragu-ragu.
Cici mengangguk dengan cepat…..
“Klo gitu lo gak boleh patah semangat ngeyakinin hatinya lagi”
Cici memandangku dengan ragu, sesaat kemudian ia berucap
“Thanks ya Ndi, lo emang sahabat terbaik gw”
Aku mengangguk pelan, kamipun terdiam hingga cahaya senja yang terkubur oleh malam, seperti perasaanku pada Cici yang harus terkubur sekali lagi.
![]() |

Priyo Harjiyono, bekerja sebagai guru komputer sejak 2011, blogger tekno sejak 2005, Pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektronika UNY, SEO Specialist di Indobot dan saat ini sebagai SEO Specialist di Kommunitas.net , memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektronika, Teknik Informatika dan Program Profesi Guru Teknologi Komputer dan Informatika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pembicara di bidang digital marketing, SEO dan informatika untuk bisnis dan UMKM.
Pengalaman lengkap saya bisa dicek disini
Artikel ini terakhir diperbarui pada: 21 Juni 2012 untuk menjaga relevansi dengan kondisi terkini.







