Mau Mengembangkan Usaha? Simak Tips Berikut Ini

Usaha yang semakin berkembang tentu menjadi pengalaman berharga, ada rasa bangga bahwa apa yang sudah kita mulai pada akhirnya menunjukkan hasil yang stabil. Saat usahamu sudah menunjukkan ritme stabilitas dari sisi input, proses dan output, maka sudah saatnya kita berpikir untuk mengembangkan usaha.

Untuk para pebisnis pemula, mengembangkan usaha adalah tantangan baru yang mau tidak mau harus diambil jika ingin tetap berada di jalur yang benar. Ya, seorang pengusaha tidak sebaiknya merasa puas dengan apa yang sudah dicapainya. Seperti belajar naik anak tangga, saat kita berhasil menginjak anak tangga pertama, maka masih ada anak tangga berikutnya yang akan menuntun kita ke puncak kesuksesan.

Seperti halnya ketika dulu memulai usaha, mengembangkan usaha juga memiliki resiko, terbaginya waktu untuk mengelola usaha yang sudah berjalan, kemudian menyediakan berbagai keperluan pengembangan usaha dapat meningkatkan stress, apalagi jika proses tersebut lama menampakkan hasil. Oleh karena itulah kita perlu belajar beberapa hal di bawah ini, apa saja ?

Rencana Pengembangan

tips mengembangkan usaha

Kita harus menentukan jenis pengembangan usaha yang akan kita lakukan, apakah pengembangan itu dalam bentuk penambahan varian produk, membuka cabang baru, atau memulai bisnis baru yang berkaitan dengan bisnis lama. Setelah kita mengetahui jenis pengembangan yang akan dilakukan, berikutnya adalah memetakan peluang dan resiko, umumnya hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan SWOT analysis. Setelah peta peluang dan resiko diambil, kita harus menentukan target yang harus dicapai oleh pengembangan usaha tersebut dalam jangka minimal satu tahun ke depan. Selama satu tahun tersebut, alangkah baiknya kita sudah menyiapkan plan B, seandainya plan A pengembangan bisnis tersebut tidak mencapai key performance indicator.

BACA JUGA:   8 Trik Usaha Membuka CafĂ© Dari Nol Hingga Sukses

Jangan terpaku pada satu vendor

Mau Mengembangkan Usaha? Simak Tips Berikut Ini 1

Jika lini bisnis kita memiliki ketergantungan pada kebutuhan resource yang disediakan oleh pihak lain/vendor, usahakan kita memiliki beberapa vendor untuk satu kebutuhan resource yang sama. Lho kenapa demikian? Bukankah kita bisa memilih satu vendor saja yang paling efisien dari segi harga dan kualitas produk?

Yep, memang benar, carilah supplier atau vendor yang mampu memberikan harga terbaik. Masalahnya adalah, kita tidak tahu apakah sustainability dari vendor tersebut bisa dipertahankan selama mungkin? Vendor bisa saja kesulitan menyediakan bahan baku dari bisnis kita. Katakanlah, jika kita seorang pengusaha resto, bisa saja terjadi gagal panen, wabah penyakit, atau vendor itu kolaps yang menyebabkan gangguan dalam mata rantai supply produk ke perusahaan kita. Jika kita hanya menggunakan satu vendor, kita menciptakan ketergantungan kita sendiri, dan hal itu sangat berbahaya terhadap sustainability usaha kita. Alangkah baiknya, jika memiliki beberapa vendor penyedia bahan baku, sehingga saat salah satu vendor pasokannya terganggu, tidak akan terlalu mengganggu lini bisnis kita.

Pisahkan Uang Pribadi dengan Uang Bisnis

kredit usaha

Banyak pengusaha pemula yang mencampurkan uang untuk usaha dengan uang untuk keperluan pribadi. Untuk level individu ini bukanlah masalah, tetapi untuk level badan usaha, sangat tidak disarankan, karena dapat mengacaukan neraca keuangan, dan membuat kita sendiri bingung jika ketersediaan dana untuk usaha kita habis. Pisahkan uang pribadi dengan uang yang kita gunakan untuk usaha. Pemisahan ini akan memberikan kesempatan bagi bendahara maupun auditor untuk menentukan apakah bisnis kita memang menguntungkan atau tidak.

BACA JUGA:   Manfaat Adanya Investasi Asing di Indonesia 2016

Diversifikasi Usaha

mengembangkan usaha menambah kapasitas gudang

Jika tadi kita disarankan untuk mendiversifikasi supplier yang mensupport bahan baku kita. Alangkah baiknya jika kita mendiversifikasi usaha. Kita bisa membuka usaha baru yang memiliki kemiripan niche dengan usaha lama, atau malah membangun brand yang sama sekali berbeda bidang dengan usaha pertama.

Diversifikasi ini berguna jika salah satu usaha kita mengalami kegagalan, maka masih ada usaha lain yang bisa memberikan penghasilan dan menjaga keseimbangan neraca keuangan. Prinsipnya adalah tidak menaruh telor di dalam keranjang yang sama, jadi jika keranjangnya kolaps masih ada beberapa butir telur yang berhasi kia selamatkan.

Gunakan Kredit Usaha

Mengembangan bisnis tentu saja selain butuh kejelian menangkap peluang, kesempatan dan juga life skill, tidak boleh dilupa adalah kebutuhan dana. Terkadang dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha ini banyak banget, dan belum terkelola secara maksimal. Oleh karenanya kita bisa memanfaatkan fasilitas kredit usaha, Kredit usaha, memastikan kita tidak perlu risau untuk melakukan pengembangan site yang tidak mudah untuk ditambang. salah satunya kredit usaha di HSBC dikenal dengan istilah Fasilitas Modal Kerja (Working Capital Facility)

Fasilitas modal kerja adalah pinjaman jangka pendek untuk mendukung keperluan modal kerja dalam aktivitas sehari – hari dari suatu perusahaan. Dimana penggunaan modal kerja ini biasa diberikan dalam jangka waktu pendek (tidak lebih dari 1 tahun).

  • Plafon pinjaman hingga Rp 10 Miliar
  • Suku bunga yang kompetitif
  • Tersedia beragam jenis pinjaman:
    Pinjaman Modal Kerja
    Pinjaman Aksep
    Pinjaman Angsuran

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.