Mengenal Tes DNA

Pernah mendengar tes DNA? Tes DNA adalah sebuah metodologi yang bisa digunakan oleh tenaga kesehatan untuk mendeteksi penyakit, mutasi genetik dan yang paling familiar adalah untuk mengungkapkan silsilah seseorang.

Mungkin kita masih ingat bagaimana tes DNA dapat digunakan untuk mendeteksi kekerabatan seseorang, misalnya untuk mendeteksi korban kecelakaan yang sulit dikenali karena fisik yang sudah hancur maupun untuk mendeteksi apakah seseorang benar merupakan anak dan ayah biologisnya.

Apa Itu DNA

DNA atau deoxyribonucleic acid adalah jenis asam nukleat yang terdapat dalam sebagian sel makhluk hidup dan memiliki kemampuan pewarisan sifat. DNA menyusun diri dalam bentuk kromosom berpasangan yang mengandung informasi genetik. Informasi inilah yang dilihat oleh ahli forensik untuk menentukan kekerabatan seseorang.

Selain DNA, juga ada RNA, yaitu ribonucleic acid, perbedaannya, RNA hanya terdari dari satu rantai atau heliks tunggal, DNA merupakan jenis double heliks karena memiliki dua rantai yang saling berpilin.

Setiap makhluk hidup, bahkan yang bersel satu memiliki setidaknya satu jenis DNA/RNA. Virus Sars-Cov 2 adalah jenis makhluk hidup bersel satu yang hanya memiliki RNA.

Karena dalam DNA biasanya mengandung informasi yang mirip dengan DNA milik orang tua dan anak mereka. Bisa dibilang DNA merupakan cetak biru di dalam sel makhluk hidup.

Itulah sebabnya, dalam mendeteksi sebuah penyakit biasanya keluarga menanyakan apakah ada keluarga yang sebelumnya memiliki riwayat penyakit yang sama. Mengingat informasi genetik ini bisa diwariskan kepada anak keturunan mereka.

Sejarah Penemuan DNA

DNA ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan Swiss, Frederich Miescher di Jerman pada tahun 1868, ia berhasil memurnikan inti sel yang kemudian disebut dengan DNA. Pada kurun waktu bersamaan, Gregorius Mendel menemukan teori pembawa sifat yang terkenal. Kedua penemuan ini seolah saling mengkonfirmasi mengapa terjadi penurunan sifat genetik makhluk hidup.

Manfaat Tes DNA

Dalam kehidupan manusia saat ini, tes DNA sangat bermanfaat, dan banyak membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang di masa sebelumnya mungkin sangat sulit untuk diungkapkan. Berikut adalah beberapa manfaat dengan adanya penemuan DNA

Mendeteksi Penyakit Genetik

Penyakit pada manusia seringkali dapat diturunkan kepada anak mereka, itulah yang disebut penyakit genetik. Penyakit genetik terjadi karena adanya kelainan pada DNA orang tua yang kemudian terbawa kepada anak.

apa saja manfaat tes dna

Beberapa penyakit genetika yang dapat diketahui dari adanya tes DNA adalah thalasemia, down syndrome, kanker, anemia sabit dan lain-lain.

Tes DNA bisa dilakukan pada beragam usia untuk melihat potensi penyakit genetik yang bisa muncul di masa depan.

Keperluan Forensik

Pada berbagai kasus kecelakaan atau kriminal, tes DNA dapat digunakan untuk mengidentifikasi siapa korban. Misalnya pada korban kebakaran, pembunuhan, kecelakaan pesawat dimana tubuh korban hancur, sehingga sulit dikenali.

Tes DNA dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan korban dan mencocokkannya dengan anggota keluarga seperti orang tua atau anak. Dengan menggunakan kedekatan informasi genetik tersebut ahli forensik dapat menentukan apakah korban memang benar kerabat dari pihak keluarga tersebut.

Tes Pranatal

Tes pranatal adalah tes yang dilakukan untuk mendeteksi perubahan gen pada janin. Tes pranatal menggunakan tes DNA untuk mengetahui kemungkinan bayi mengalami kelainan genetik. Tes pranatal direkomendasikan untuk keluarga yang beresiko memiliki anak dengan kelainan genetik.

Memantau Kondisi Bayi New Born

Bayi yang baru lahir juga bisa menggunakan tes DNA untuk memantau kemungkinan kelainan genetik. Tujuan tes ini sama dengan tes pranatal hanya saja tes dilakukan setelah bayi terlahir.

Di Inggris setiap bayi new born mendapatkan tes DNA untuk melihat potensi penyakit cystic fibrosis, yaitu kelainan genetik yang membuat lendir tubuh lengket dan menghambat saluran tubuh, utamanya saluran pernafasan.

Penentuan Rencana Kehamilan

Masih terkait masalah pewarisan genetik, carrier testing atau uji pembawa juga dilakukan untuk menguji apakah seseorang memiliki kondisi genetik tertentu yang rawan diteruskan pada keturunannya. Tes ini dilakukan pada orang tua, untuk merencanakan kehamilan.

Berapa Biaya Tes DNA?

Tes DNA merupakan tes kesehatan yang sampai saat ini belum ditanggung oleh BPJS, oleh karenanya orang tua atau kerabat yang ingin melakukan tes DNA harus mengeluarkan dana sendiri.

Biaya tes DNA di Indonesia berkisar antara Rp. 7 juta hingga 10 juta rupiah. Untuk mengetahui seputar tes DNA bisa menuju TanyaDNA.id by GSI Lab. TanyaDNA.id merupakan platform yang menyediakan informasi seputar tes DNA khususnya untuk orang tua yang hendak merencanakan kehamilan.

TanyaDNA menggunakan Non-Invasive Prenatal Test (NIPT) guna melihat adakah kemungkinan pasangan menurunkan gen yang kurang baik bagi keturunannya. NIPT ini sangat disarankan untuk mereka yang concern dengan perencanaan kehamilan. TanyaDNA juga melayani konsultasi pendampingan bagi keluarga yang hendak merencanakan tes DNA.

Selain NIPT, TanyaDNA juga menyediakan Pre-implantation Genetic Screening untuk menilai jumlah kromosom embrio, untuk keperluan transfer kromosom. PGS dilakukan untuk mendeteksi embrio dengan kromosom normal dan mengecualikan embrio aneuploid sebelum ditransfer.

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.