Mengenal UPS

UPS atau Uninterruptable Power Supply merupakan salah satu aksesoris dunia perkomputeran yang sempat naik daun gara-gara kasus pengadaan UPS di DKI yang harganya gila-gilaan, 6 Milyar!! Dan semakin terkenal setelah haji Lulung salah menyebut USB flashdisk sebagai UPS.

Bayangkan 49 paket UPS dianggarkan sebesar 300 Milyar, artinya satu paket UPS berharga sekitar 6 Milyar per unit. Sungguh harga yang mencengangkan! Fine, UPS sendiri memang memiliki kategori2 tertentu mulai dari yang termurah sampai yang termahal. Tetapi membeli UPS seharga 6 milyar untuk kategori sekolah itu jelas sesuatu yang ngawur dan gak masuk logika.

Harga UPS termurah ada di kisaran 100 ribuan sampai kisaran ratusan juta. Penggunaan UPS mahal memang dibutuhkan untuk corporate besar, seperti contoh di Biznet Technovillage mereka menggunakan DRUPS (Diesel Rotary UPS) harganya berapa? duh dulu waktu mampir ke sana lupa nanya sama Mbak Lussy yang jadi guide kami keliling Technovillage.

jual berbagai UPS

UPS pada dasarnya merupakan sebuah sumber daya DC yang berupa aki/baterai. UPS bekerja mengambil arus AC dari arus utama listrik kemudian mengubahnya menjadi arus DC (UPS bertindak sebagai rectifer) dan disimpan dalam baterai. Selanjutnya pada saat digunakan terjadi proses inverting dari arus DC kembali menjadi arus AC untuk digunakan oleh perangkat elektronik lainnya. Cara kerjanya berbeda dengan power bank yang tidak melibatkan proses pengubahan tegangan AC-DC dan DC-AC.

BACA JUGA:   Mengapa ukuran flashdisk saya berbeda?

Pada UPS terdapat switch yang akan memindahkan sumber arus otomatis dari arus listrik utama (PLN) ke baterai begitu terjadi gangguan pada arus listrik utama (mati listrik, loss power) ke baterai. Pada proses ini biasanya mengakibatkan UPS mengeluarkan bunyi alarm untuk mengingatkan user akan adanya kehilangan daya utama.

Beberapa jenis UPS adalah

  • Line Interactive UPS – adalah UPS yang memiliki AVR (Automatic Voltage Regulator) alat ini berfungsi untuk mengatur tegangan dari sumber ke output agar tetap stabil. Penyetabilnya ini bisa berupa motor servo
  • Online UPS – Disebut juga Double Convertion UPS, UPS jenis ini menyediakan 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Tidak ada transfer time pada UPS jenis ini karena inverter tetap akan bekerja seperti biasa meski rectifier kehilangan sumber arus
  • Offline UPS – Merupakan UPS paling murah dan banyak ditemukan di kalangan pengguna komputer rumahan, baik rectifier dan inverter berada dalam 1 perangkat yang sama. Pada offline UPS ada transfer time untuk memindahkan switch dari sumber arus utama ke arus cadangan / baterai. Transfer time yang lama akan menyebabkan perangkat yang dialiri listrik kehilangan tegangan. Jika pada komputer, maka komputernya bisa mati dulu. Duh ya percuma ya beli UPS 😀
  • Modified UPS – UPS yang dimodifikasi atau disesuaikan sesuai permintaan atau kebutuhan.
Mengenal UPS
News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.