Teru Bozu

Beberapa hari terakhir agak terusik dengan percakapan adik2 tingkat tentang kejenuhan mereka terhadap seorang dosen di kampusku. Wajar aja sih namanya juga anak perkuliahan pasti ada aja keluhan mengenai mata kuliah atau salah satu dosen pengampunya. Dari yang terlalu killer lah, over disiplin, jarang masuk sampai geje a.k.a enggak jelas.

Tak usah harus setingkat anak2 kampus, hampir di setiap level jenjang pendidikan pasti ada deh perasaan ndresula, gak happy yang membuat mood belajar mendadak turun drastis, pengen rasanya segera move on apa daya tenaga, pikiran, uang saku dan kasih tak sampai. Anak2 SMK juga kadang suka ngeluh karena fasilitas minim, ya gw juga ngerasain sih tapi sebagai guru masak iya gw juga harus ikut berkeluh kesah, ntar yang ada malah bikin forum jamaah pengeluhan di dalam kelas dan gw pasti bakal didapuk buat ngimamin mereka. Tipikal manusia sering membanding2kan dengan sesuatu yang cozy yang ada di luar sana, kelas gak ada AC nya, dosen/guru galak, SPP mahal, sekolah jauh lah, macem2, bahkan fasilitas super lengkap pun ngeluh, contohnya ya gw, yang akhirnya memilih hengkang dari les bahasa Inggris di Elti gegara gak kuat sama ACnya.

So what’s going on?

teruterubozu1 Teru Bozu  wallpaper
teru (hari yang cerah) bozu ( pendeta budha) adalah boneka tradisional jepang yang dipakai sebagai simbol agar hujan cepat reda

Fine, hidup emang tidak selalu semudah yang kita bayangkan, seringkali kita mengalami kendala dari hari ke hari, dapet masalah ini itu, belum kelar kerjaan udah dapet hibah gawean segunung, masih dapet bonus ban bocor, motor mogok, uang jajan habis, dompet ilang.

Tapi pada prinsipnya kita tetep baik2 saja kok, abis dimarahin berjam2 sama guru BP, pada akhirnya kelar juga, kita gak kurang suatu apa, gak keluar ruang dalam kondisi pincang, muka bonyok atau patah tulang. Kita dapet tugas kuliah segudang tetep aja kita masih bisa nonton tivi, mampir burjonan, bercanda sama bakulnya dsb. Motornya bocor, pol mentok harus nyeret motor sampai sekitar 2 – 3 kilo, klo dah ketemu tambal ban ya masalah selesai. Mungkin duit kita berkurang, waktu terbuang, tenaga habis, badan ngedrop dan stamina menurun. Tapi apakah ada bagian dari diri kita yang berkurang???

BACA JUGA:   forbidden

Kehilangan kuping? mata? telinga? mulut? tangan ?? enggak kan?? jangan kuatir kalo abis ngerjain tugas terus otak kita jadi tinggal separo. Seburuk apapun itu, tidak berkurang modal awal yang diberikan Tuhan sama kita kok.

Tapi kan dosennya itu killer mas? tugasnya sulit beud.

Gw yakin kok, namanya tugas itu biasanya berupa sesuatu yang belum pernah kita kerjakan, makanya sulit, klo udah kita kerjakan baru deh kerasa…………….. emang beneran sulit beud pake banget haha 😀 tapi sisi positifnya kemampuan kita memang lagi didongkrak paksa sama para dosen/guru. Jadi diikhlasin aja untuk diupgrade paksa kemampuan kita, toh yang bertambah ilmunya ya kita kok bukan para pemberi tugas.

Dan mungkin yang paling penting sebenernya adalah proses! Ya, yakinkan saja bahwa kita sedang ada di dalam sebuah proses, setiap proses pasti memiliki awal dan akhir, dan pada suatu ketika kita akan sampai pada kemerdekaan Indonesia yang sebenar2nya terbebas dari jajahan dosen dan guru2 kita di sekolah!

Enggak mungkin banget kan kita akan selamanya duduk di bangku SMK? gak selamanya juga kita jadi mahasiswa abadi, suatu saat klo gak lulus ya DO, dan seandainya kita DO pun maka kita udah gak perlu ndresula sama dosen kita tadi, lha wong dia udah gak bakal ngapa2in kita lagi kok, wong kita udah bukan lagi jajahannya kok.

Jadi, nikmati saja proses apapun yang diberikan Tuhan pada kita, dulu kita pula yang berjuang masuk ke kampus kita, itu artinya kita sudah siap menerima didikan dari kampus selama masih dalam taraf manusiawi dan ilmiah, apapun bentuknya. masak sekarang mau ditinggal gitu aja?

BACA JUGA:   Saving Gold

danbo12 Teru Bozu  wallpaper

Jadi ingat pada sebuah boneka orang jepang selain Danbo dan Dolfie 😀 Boneka ini sering dianggap sebagai simbol sebuah harapan. Teru Teru Bozu, boneka kain yang digantung di depan jendela agar hujan segera reda. Jangan kuatir tak perlu kita gantung diri, cukup gantungkan harapan setinggi2nya dan yakin bahwa kalian selalu bisa melewatinya seperti biasanya.

Percayalah ketika kita lulus nanti, kesulitan kita, kecapekan kita, kebencian kita terhadap tugas2 itu akan terbayar lebih dari sekedar lunas. Untuk sementara, gantungkanlah teru teru bozu kalian dan yakinlah tidak ada hujan yang turun selamanya. 🙂

animasi gantung diri, gambar kartun gantung diri, gambar kartun bunuh diri, animasi bunuh diri, gambar animasi gantung diri, kartun gantung diri, kartun bunuh diri, gambar animasi orang bunuh diri, gambar animasi bunuh diri, gambar bunuh diri kartun

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

15 tanggapan untuk “Teru Bozu

  • Desember 11, 2012 pada 5:19 pm
    Permalink

    kalo udah lulus mungkin malah akan kangen dengan dosennya 😀

    Balas
    • Desember 13, 2012 pada 1:53 am
      Permalink

      mungkin mbak tapi bisa aja enggak saking senengnya 😀

      Balas
  • Desember 10, 2012 pada 8:54 am
    Permalink

    setuju bgt deh, nikmatin aja semua proses yang kita lalui ya 🙂

    Balas
  • Desember 8, 2012 pada 4:51 am
    Permalink

    baca judulnya langsung ingat jaman sma. sepertinya pas jaman sma, sya benar2 terobsesi sama teru2 bozu nih. sampe buku hariannya dikasi nama toru (matahari), hampir setiap lembar penuh gambar2 boneka ini. ckckckkckk.

    #doh, koq curhat?

    Balas
  • Desember 7, 2012 pada 11:01 am
    Permalink

    Buat para #terjajang yang lagi merasa terjajah sama dosen percayalah hujan akan segera reda

    Balas

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: