Gw bukan orang yang seneng dengan keramaian, keriuhan baik dalam kondisi senang maupun sebaliknya, gw orang yang suka dengan ketenangan, dalam kondisi bahagia ataupun duka gw lebih memilih menikmatinya dalam ketenangan.

Dalam hidup gw, gw memiliki aturan2 main gw sendiri meski tentu saja gw harus ikut mengalir mengikuti kondisi sekitar gw, ketika kondisi sekitar gw masih bisa gw tolerir maka gw masih bisa mengikuti apa maunya, tapi ketika keadaan terlalu frontal dengan prinsip2 gw dan harga diri gw, ya sudah mending gw out.

Gw gak demen bersitegang dalam kemarahan, gw gak demen juga ngedengerin orang ngomel, omongan orang ngomel tuh lebih banyak gak bergunanya daripada isinya, hiperbolis karena dibumbui dengan cemoohan, makian dan perasaan ingin menang sendiri. Itu kenapa gw paling males ngeladenin orang bawel, dan gw juga belajar untuk gak marah atau minimal gw menahan kemarahan biar gak terlihat di permukaan, meski begitu tetap saja, hati gw meluap2 oleh amarah.

Gw lebih demen menyendiri untuk menenangkan diri, gw gak terlalu tertarik mempersalahkan orang lain, gw lebih suka menyembuhkan diri sambil introspeksi, tentu saja tanpa harus berhadapan muka dengan orang lain itu. Ya biar gak ada macan dalam diri gw yang tiba2 lepas kendali dan nerkam mukanya.

Diam bukan berarti selalu emas, diam gw emang bawaan kalem, tapi diam gw juga bisa berarti gw lagi dalam kemarahan besar. Lalu gw menghilang, lari dari tanggung jawab? sepertinya begitu, tapi gw lebih suka menenangkan diri dulu daripada memaksakan diri agar tampak bertanggung jawab.

BACA JUGA:   Final Lomba Media Pembelajaran Benteng Vredeburg

Gw lelah dengan stempel2 yang dilekatkan orang lain pada diri gw, seolah habis manis sepah dibuang, gw gak tau apa maunya, gw cuma berusaha ngikutin aja, tapi itupun klo emang dia ngerasa, klo enggak ngerti2 juga ya apa mau dikata, mendingan gw cabut aja, ngapain juga mau berlama2 sama orang dengan tipikal konyol kek gitu, sama sekali gak ada penghargaannya.

After all, sebodo amat lah yang penting gw bisa sekedar nyampah dimari

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.