Deposito Bank Ga Bikin Nasabah Ribet Lagi

Deposito bank umumnya digunakan sebagai salah satu cara untuk melindungi nilai uang, dan tahu gak sih kalau deposito memiliki fitur dan keuntungan tersendiri jika dibuka melalui aplikasi. Sebelumnya, orang-orang beranggapan bahwa deposito itu ribet karena harus datang ke bank untuk membukanya. Padahal, sekarang sudah ada membuka deposito melalui aplikasi.

Salah satunya aplikasi digibank by DBS yang mempermudah segala kebutuhan perbankan kamu. Selain deposito, bisa juga melakukan rekening tabungan, investasi, pengaturan kartu kredit, hingga pengajuan KTA instant. Itu semua dapat dilakukan cukup dengan mengklik satu aplikasi saja. 

Melalui aplikasi digibank by DBS nasabah bisa memulai dari Rp 1.000.000 untuk investasi. Itu adalah biaya minimal yang bisa dilakukan investasi kurang dari Rp 5.000.000

Bahkan nasabah yang ingin lebih besar melakukan investasi pun bisa. Tidak terkecuali bagi yang ingin melakukan investasi deposito lebih dari 500 milyar!

Penuhi Impian Dari Bunga Deposito digibank by DBS

Pengertian-Deposito bank-adalah

Jenuh bekerja dan ingin jalan-jalan? Atau ada impian yang ingin diwujudkan? Impian itu bisa didapatkan karena deposito bisa memberikan bunga yang tinggi. Banyak orang yang ingin menambah penghasilan dengan berinvestasi melalui sistem ini. 

Terutama jika adanya beberapa promosi deposito yang membuat semakin besarnya mendapatkan kesempatan deposito berbunga tinggi. Tapi perlu dicatat bahwa setiap bank memiliki bunga deposito yang tinggi. 

Salah satunya melalui aplikasi digibank DBS yang memiliki bunga kompetitif. Bunga deposito mencapai 6,00% p.a yang ketika terkumpul bisa dipakai memenuhi ekspektasi nasabah.

Memang, pada dasarnya, deposito ditujukan nasabah yang ingin menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu. Apalagi dengan kelebihan penawaran bunga deposito bisa lebih tinggi daripada tabungan biasa. 

Hanya saja syaratnya adalah tidak diperbolehkan untuk menarik uang simpanan sebelum jatuh tempo yang disetujui. Misalnya, nasabah deposito tidak bisa menarik uang satu, dua, tiga bulan atau satu tahun. 

Jangka jatuh tempo itu sendiri tergantung dari kesepakatan nasabah dengan deposito bank terkait. Artinya, nasabah tidak bisa mencairkan uangnya karena akan terkunci setelah melakukan deposito dengan jangka waktu yang disepakati. 

Sebab biaya penalti akan dikenakan kepada nasabah jika uang ingin dicairkan sebelum jatuh tempo. Risiko lainnya adalah nasabah akan mendapatkan pencairan tanpa bunga deposito. 

Lalu bagaimana jika jatuh tempo telah tiba?  Nantinya, nasabah akan diberikan dua pilihan. Yaitu apakah uang akan dicairkan atau deposito bakal diperpanjang nasabah. 

Misalnya, mendepositokan kembali dengan waktu yang sama. Rata-rata orang memperpanjang depositonya karena punya keuntungan tingkat bunga yang lebih tinggi. 

Meskipun terkadang beberapa orang macet di tengah jalan sehingga lebih memilih melakukan pencairan sebelum jatuh tempo. Hasilnya, risiko kehilangan semua atau sebagian bunga deposito bisa menjadi nasib buruk bagi nasabah.

Sudah Bisa Dilakukan Sejak Satu Bulan

Pada aplikasi digibank by DBS, tenor deposito dimulai dari waktu satu bulan. Ada juga yang melakukannya selama tiga, enam sembilan dan 12 bulan alias satu tahun. 

Setiap jangka waktu dari satu tahapan waktu ke berikutnya pun masih sama memiliki bunga 6,00 persen. Sementara cara menghitung bunga depositonya, yaitu nilai pokok yang dikali dengan suku bunga per tahun.

Kemudian dikali jumlah bulang jangka waktu dan dibagi 12 jumlah bulan dalam satu tahun tersebut. Pada intinya, kalkulasi bunga deposito itu sebetulnya sama dengan Annual Compound Interest. 

Tapi biasanya, setiap bunga deposito akan dikenakan pajak kepada nasabah. Pajak itu atas bunga tabungan dan deposito. Artinya, ada pengurangan bunga yang diperoleh atas pajak bunga tabungan atau deposito. 

Besaran pajak itu sendiri bergantung kepada besaran suku bunga yang diperoleh nasabah deposito bank

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.