Tanya Dokter Tentang Bayi Mengenai Penanganan Bayi Saat Terkena Diare

Memiliki bayi baru lahir membuat ibu harus ekstra hati-hati dalam perawatannya. Semua bagian tubuh bayi masih berada pada fase rawan dan belum stabil karena belum berkembang sempurna. Untuk menghindari masalah kesehatan, bayi baru lahir hanya boleh diberikan ASI saja. ASI mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi tanpa perlu makanan lainnya. Meski begitu, beberapa ibu tidak memproduksi ASI dengan cukup sehingga bayi diberikan susu formula. Kedua jenis makanan bayi baru lahir ini bisa memberikan dampak berbeda bagi kesehatannya khususnya di saluran pencernaan. Tanya dokter tentang bayi Anda yang diberikan ASI atau susu formula bagaimana menjaga saluran pencernaannya sesuai dengan jenis makanan yang dikonsumsi. Selain itu Anda juga harus mengetahui perihal diare pada bayi karena bayi baru lahir masih memiliki frekuensi buang air besar yang belum stabil.

senyum ceria bayi

Kotoran bayi yang belum mengkonsumsi makanan padat memang lebih lembek bahkan terkadang cair dibandingkan bayi usia 6 bulan ke atas. Bagi bayi yang hanya mengkonsumsi ASI saja, sering kali kotorannya justru berbusa dan cair. Bayi juga bisa buang air besar hingga 5 kali sehari bahkan setelah mendapatkan ASI. Sedangkan untuk bayi dengan makanan susu formula, kotorannya lebih padat dan lebih berbau. Meski begitu tetap saja semua kotoran bayi lebih lembek karena makanan yang dikonsumsi adalah cairan.

Kondisi tersebut membuat banyak ibu baru kesulitan untuk membedakan apakah bayi mengalami diare atau hanya buang air besar normal yang lebih encer. Padahal jika tidak segera ditindaklanjuti dengan benar, bayi yang mengalami diare akan mudah terkena dehidrasi karena cairan keluar lebih banyak dan sering. Untuk bisa mengetahuinya, Anda dapat menghitung berapa kali si kecil buang air besar dan apakah lebih banyak dari hari-hari biasa. Normalnya bayi akan BAB hingga 5 – 6 kali sehari dengan kotoran berwarna kuning yang lembek. Jika lebih dari itu dan jarak antara BAB pertama dan kedua sangat dekat maka bisa dipastikan si kecil sedang mengalami diare.

Diare pada bayi lebih rentan terjadi terhadap anak yang mengkonsumsi susu formula. Di dalam ASI sendiri sudah mengandung nutrisi yang lengkap dan pas untuk kondisi bayi baru lahir sehingga meminimalisir gangguan pencernaan. Sedangkan pada anak dengan susu formula, diare dapat terjadi akibat sistem pencernaan bayi belum beradaptasi dengan baik terhadap susu yang digunakan atau memiliki alergi susu sapi. Kebiasaan ibu yang berganti-ganti merek susu juga bisa menjadi penyebab si kecil diare. Selain masalah susu, bayi juga bisa mengalami diare akibat kontaminasi bakteri dan virus di sekitarnya yang memerlukan pengobatan lebih lanjut.

tanya dokter tentang bayi

Jika bayi Anda terkena diare, segera bawa ke dokter anak untuk mendapatkan pengobatan yang tepat apalagi jika bayi mengalami diare akibat bakteri. Sedangkan untuk penanganan di rumah yang bisa Anda lakukan adalah mencegah agar si kecil tidak mengalami dehidrasi dengan memberinya cukup cairan terutama ASI. Berikan vaksin rotavirus yang mencegah si kecil mudah terkena infeksi virus penyebab diare.

informasi kesehatan tentang bayi

Informasi pencegahan bayi terhadap diare dapat Anda tanyakan kepada dokter anak. Tanya dokter tentang bayselain dapat dilakukan saat memeriksakan si kecil juga bisa Anda lakukan secara online melalui Halodoc. Halodoc dapat diakses dari smartphone ataupun gadget untuk Anda dapat berkomunikasi dan berkonsultasi secara langsung dengan dokter anak ataupun dokter spesialis lainnya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.