Tidak Khawatir Paparan Sinar UVA UVB Berkat Parasol

Sebagai seorang blogger dan content creator, melakukan aktivitas di siang hari yang penuh dengan paparan sinar UVA dan UVB di ruang terbuka sudah menjadi sebuah keharusan. Mengunjungi berbagai tempat untuk melakukan kegiatan liputan sudah merupakan hal yang biasa bagiku. Selain sebagai seorang blogger, aku juga mengajar di sekolah sebagai guru produktif TKJ.

Sebagai guru teknik tidak jarang aku harus mengajarkan bagaimana membangun jaringan wireless, mulai dari memasang peralatan jaringan di tower, atau mengajari siswa melakukan maintenance pengkabelan di lokasi tertentu.

Dan karena itulah, kulitku seringkali terbakar sinar matahari. Terkadang kondisi di lapangan emang gak mengijinkan aku untuk berteduh, makanya, kulitku terlihat belang-belang, dan yang jelas sih belang-belang yang ini sama sekali gak ada enaknya.

Warna kulit yang belang ini akibat sunburn atau terbakar sinar matahari. Sebagaimana kita tahu sinar matahari mengandung sinar ultra violet, terutama di kondisi terik. Paparan UVA dan UVB inilah yang bertanggung jawab terhadap kondisi kulitku yang berbeda warna mulai dari punggung tangan sampai ke lengan.

Apakah Sinar UVA UVB Berbahaya? Sebelum lanjut kita bahas dulu apa itu sinar ultraviolet

Apa sih Sinar Ultraviolet?

Sinar Ultraviolet adalah sinar yang dipancarkan secara alami oleh matahari, sinar ini memiliki panjang gelombang 100nm hingga 400nm. Sinar UV  terbagi menjadi sinar UVA, UVB dan UVC. Ketiga sinar ini mampu menembus lapisan kulit tubuh sehingga mengakibatkan penuaan kulit.

  • Panjang gelombang sinar UVA adalah 315-400 nm
  • Panjang gelombang sinar UVB adalah 280-325 nm
  • Panjang gelombang sinar UVC adalah 100-280 nm

perbedaan bahaya sinar UVA UVB UVC

Sebagian besar sinar UV yang kita kenal memiliki dampak pada kulit adalah sinar UVA dan UVB, ini bukan berarti UVC tidak berdampak ya tetapi memang 95% sinar UVA lah yang mampu mencapai bumi. Sembilan puluh persen Sinar UVB dapat diserap oleh lapisan ozon, sedangkan sinar UVC akan tertahan di lapisan ozon

Kapan sinar ultraviolet ini berbahaya bagi tubuh? para ahli berpendapat jika sinar ini paling berbahaya di waktu tengah hari antara pukul 11 siang hingga 1 siang. Itulah mengapa dokter pun menyarankan berjemur pagi, sebaiknya dilakukan sebelum pukul 10, untuk menghindari paparan sinar UV berlebih.

Perbedaan Sinar UVA dan Sinar UVB

Sinar UV A adalah sinar ultraviolet yang memiliki panjang gelombang 280-325 nano meter, sinar UVA adalah sinar UV yang paling kuat dan 95% mencapai bumi. Sinar UV A memiliki kemampuan untuk melewati lapisan epidermis hingga ke lapisan dermis kulit kita

Karena sifat UVA yang mampu menembus ke lapisan dermis, sinar ini dapat menimbulkan gangguan yang cukup mengganggu, misalnya kulit keriput, noda hitam bahkan dapat menyebabkan kanker. Nah lho

Perbedaan sinar UVA dan UVB

Sinar UVB adalah sinar yang memiliki panjang gelombang lebih pendek dari sinar UVA, sinar ini pada dasarnya bermanfaat, yaitu dalam proses pembentukan vitamin D pada tubuh saat kita berjemur, tapi dalam kondisi terpapar dalam waktu lama, UVB akan memberikan dampak yang negatif.

Kulit merah, rasa perih dan terasa terbakar, hingga mampu merusak melanin dalam kulit yang membuat kulit cenderung gelap serta dapat menyebabkan katarak. Tidak heran jika orang yang sering bekerja di luar ruangan di waktu terik matahari, seringkali terpapar sinar UV, akibatnya, kulitnya menjadi terlihat lebih hitam legam dibanding bagian tubuhnya yang tidak terkena sinar matahari langsung.

bahaya sinar ultraviolet UVA UVB UVC

Sinar UVC adalah sinar ultraviolet dengan gelombang terpendek, semakin pendek gelombang sinar ultraviolet, semakin berbahaya bagi kesehatan. Untungnya, sinar UVC ini terhalang oleh keberadaan lapisan ozon di bumi, jadi yang banyak berperan dalam penuaan kulit kita saat terkena terik matahari adalah UVA dan UVB

Bagaimana Mengatasi Paparan Sinar UVA dan UVB?

Untuk mengatasi paparan sinar UVA dan UVB pada kulit di siang hari, kita memerlukan perlindungan khusus untuk kulit. Perlindungan ini harus mengandung dua label ya.

Yang pertama adalah PA. PA adalah protection grade of Ultra violet A, jadi label PA menandakan sebuah produk memiliki kemampuan melindungi kulit tubuh dari paparan sinar UVA. PA melindungi kulit kita dari penuaan akibat sinar UVA

Lalu bagaimana dengan perlindungan terhadap paparan sinar Ultraviolet B? Tenang, cukup cari tabir surya yang mengandung SPF. SPF atau Sun Protection Factor merupakan perlindungan terhadap sinar UVB yang mampu menggelapkan kulit.

Oleh karenanya untuk melindungi kulit kalian dari sinar Ultraviolet, kalian memerlukan tabir surya yang mengandung SPF dan PA sekaligus. Mungkin kalian juga sering lihat ada SPF 30 ada SPF 45 dan seterusnya, emangnya apa perbedaan SPF 30 dan SPF 45?

Perbedaan angka SPF30, SPF45 dan SPF50

Sun Protection Factor juga dibeda-bedakan lho, Sunscreen ini punya durasi perlindungan sesuai dengan kode SPF di belakangnya, SPF 30 mampu melindungi kulit selama 300 menit sebelum kulit terpapar sinar UVB.

SPF 45 dapat melindungi kulit kalian selama 450 menit di tengah terik matahari, dan SPF 50 akan melindungi kulit selama 500 menit. Jadi semakin tinggi nilai SPF semakin lama durasi perlindungan tabir surya terhadap Sinar UVB

Perbedaan Tabir Surya PA++, PA+++ dan PA ++++

Lalu untuk perlindungan sinar UVA yang dikenal sebagai Protection Grade of UVA, ada yang disebut PPD atau Persistent Pigment Darkening. PPD ini adalah ukuran kelipatan kerugian jika seseorang tidak menggunakan tabir surya UVA dibanding jika mereka menggunakan.

Misal jika kamu menggunakan tabir surya PA+ kulitmu akan terlindungi dari paparan UVA 2-4 kali lebih baik dibanding tidak menggunakan tabir surya. Dan berikut adalah list kode PA sun protector dan nilai PPD masing-masing.

  • PA+ tabir surya dengan perlindungan 2-4 PPD
  • PA++ tabir surya dengan perlindungan 4-8 PPD
  • PA+++tabir surya dengan perlindungan 8-16 PPD
  • PA++++ tabir surya dengan perlindungan di atas 16 PPD

Nah setelah kalian tahu mengenai pengkategorian SPF dan PA, tersebut, tentu bertanya, produk yang bagus apa sih? Nah disini aku rekomendasikan produk tabir surya yang bisa kamu pakai adalah Parasol.

Mengapa Memilih Parasol sebagai Pelindung Kulit dari Sinar UV?

lotion pencegah sinar ultraviolet A dan B

Parasol adalah tabir surya yang bermanfaat melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet di tengah terik matahari. Menariknya, Parasol memiliki berbagai bentuk nih, mulai dari krim, gel, losion dan juga spray. Parasol mengandung bahan aktif Octyl methoxycinnamate, 4-methylbenzylidene camphor, butylmethoxy dibenzoyl methane, dan benzophenone-3 yang dapat membantu kamu menjaga keremajaan kulitmu, dan tetap sehat saat terkena sinar ultraviolet.

Nah kira-kira produk Parasol mana yang paling cocok buat kamu?

Parasol UV White Sunscreen Lotion

Buat kamu yang lebih suka menggunakan lotion sebelum bepergian bisa memilih Parasol UV White Suncreen Solution. Produk satu ini mengandung SPF 45+ serta PA++. Kebetulan banget karena kulit tubuhku cenderung kering aku make produk yang satu ini, nah buat kamu yang kulitnya berminyak bisa menggunakan yang gel.

Dengan spesifikasi SPF 45 tersebut, kamu bisa menggunakan Parasol UV White Sunscreen lotion ini untuk perlindungan selama 450 menit, atau sekitar 7.5 jam. Ini sudah lebih dari cukup untuk menghindari paparan sinar UVB dari jam 8 siang hingga jam setengah 4 sore.

Selain itu perlindungan PA++ membuat kulitmu lebih resisten terhadap sunburn akibat sinar UVA hingga 8 kali lipat meski berada di cuaca yang terik. Ini berarti kamu juga lebih terhindar dari kemungkinan terkena resiko kanker kulit daripada tidak menggunakan Parasol.

Selain itu Parasol UV White Sunscreen Lotion ini juga mengandung vitamin B3, vitamin E dan juga ekstrak aloe vera, sebagaimana kita ketahui vitamin E dan aloe vera memiliki manfaat yang baik untuk menjaga kelembaban kulit kita.

Sementara Vitamin B3 dalam Parasol, berguna melindungi kulit dari kerusakan sinar matahari, mencerahkan kulit sekaligus sebagai anti aging untuk melawan penuaan dini.

Parasol Moisturizing After Sun

Parasol Moisturizing After Sun merupakan produk kedua dari Parasol yang memiliki bentuk spray, kalau yang Parasol UV White Sunscreen Lotion baiknya digunakan saat hendak berangkat bekerja, maka Parasol Moisturizing After Sun ini bisa kamu gunakan kapan saja kamu merasa perlu untuk melembabakan kulitmu, apakah sebelum berangkat ke kantor, atau digunakan lagi setelah kulitmu terpapar sinar matahari.

parasol pelindung sinar UVA UVB SPF

Sebagai cowo, aku lebih seneng sih  kalau bawa Moisturizing After Sun, karena lebih simpel ya tinggal semprotin aja ke bagian tubuh yang tersengat matahari. Di bawa kemana2 juga tetap enak karena bentuknya yang simpel.

Dengan menggunakan spray yang terasa adem di kulit produk ini nyegerin banget kalau dipakai di siang hari. Sama seperti lotionnya, spray ini juga mengandung lidah buaya, dan vitamin B3 serta vitamin E. Produk ini memiliki manfaat mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV, mencegah iritasi kulit serta kanker kulit.

Cooling Mist Sun Spray SPF 25+ PA++

Nah selain dua produk di atas, kamu juga bisa menggunakan Parasol Moisturizing Sunscreen Lotion SPF 30 PA++ dan Cooling Mist Sun Spray SPF 25 PA++.

Untuk Cooling Mist ini bentuknya juga sama spray, jadi lebih enakan buat digunakan berulang kali saat aktivitas. Tersedia dalam ukuran 60 ml udah mengandung vitamin E dan aloe vera tentunya yang bisa mencegah kulit kamu keriput. Sementara yang lebih suka pake lotion juga bisa pake Parasol UV Guard Moisturizing Sunscreen lotion SPF 30 PA++ Bedanya sama UV White, produk ini menggunakan SPF 30 ya, jadi bisa kamu gunakan untuk melindungi kulit kamu selama lima jam.

Parasol Moisturizing Sunscreen Lotion SPF 30 PA++

 

Tinggal pilih aja mana yang paling cocok buat kamu, kamu bisa beli langsung Parasolnya di marketplace ya gengs, dan cobain sendiri bedanya di kulit kalian setelah make produk dari Parasol. Kamu juga bisa mengunjungi Link Official Parasol Berikut untuk informasi lebih lanjut dan tentunya cerita-cerita seru melawan sengatan sinar UVA dan UVB di Instagram @parasolindonesia

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.