Berkuda Menyusuri Sawah di Bale Kuda Stable

Harga Kuda memang mahal, itulah kenapa jarang sekali orang yang memiliki kuda. Biaya kursus kuda pun bisa dibilang tidak sedikit. Pemilik kuda di masa lalu biasanya adalah para pemilik kereta andong, dokar, delman atau apapun sebutannya di daerah kalian. Kemajuan jaman membuat penggunaan kereta kuda menjadi semakin susut. Hanya di daerah wisata seperti Jogja, yang masih banyak kereta kuda, terutama di wilayah Malioboro.

Namun geliat berkuda kembali setelah banyak tempat yang menawarkan wisata khusus berkuda. Kuda tidak lagi digunakan sebagai pelengkap, nilai tambah dari sebuah obyek wisata, tetapi saat ini kuda bisa dijadikan sebagai obyek wisata utama. Dan itulah yang dilakukan di Bale Kuda Stable.

tempat kursus berkuda bale kuda stable

Berlokasi di daerah Mlati, tepatnya di Dusun Simping, Janturan, Tirtoadi, Mlati, Sleman ini adalah tempat yang menawarkan wisata berkuda. Bale Kuda Stable lebih memfokuskan diri untuk menyajikan kenikmatan berkuda. Hal lain yang membuatnya berbeda dengan tempat wisata berkuda di Yogyakarta lainnya adalah disini bener-bener memfokuskan interaksi pengunjung dengan kuda.

Anak-anak kecil bisa belajar naik dan mengendalikan kuda dengan berputar-putar di paddock. Tempat wisata kuda jogja yang buka mulai jam 7 pagi sampai jam 5 sore ini juga bisa banget buat kalian yang pengen menikmati suasana desa yang bener-bener masih asri. Ini yang cukup membedakan nya dengan tempat berkuda lain di Jogja

BACA JUGA:   Melihat Pembuatan Keris dan Kerajinan Anyaman Bambu Desa Wisata Malangan

harga kursus kuda di jogja bale kuda stable

Bale Kuda Stable selain bisa digunakan sebagai tempat kursus kuda di Jogja juga menawarkan paket wisata berkuda yang tidak dimiliki tempat wisata kuda lain yakni susur alam, seperti susur sungai dan juga susur selokan mataram. Untuk susur sungai, pengunjung diajak berkuda menyusuri anak sungai ke arah hilir. Sementara untuk susur selokan mataram, jarak tempuhnya lumayan jauh. Kami diajak berkuda menyusuri perkampungan menuju selokan mataram. Kemudian berputar menyusuri areal persawahan, dan turun menuju sungai.

Ada empat kuda disini dan semuanya peranakan, dan semuanya betina. Nah buat kalian, nih, kuda pacu biasanya adalah kuda betina lho. Dua kuda disini, yakni Dalmi dan Putri adalah kuda senior yang pernah jadi kuda pacuan. Sementara kuda yang aku naiki lebih muda sekitar 2,5 tahun Dewi masih agak sedikit ngambekan klo disuruh jalan. Sementara satu kuda lagi yakni Jelita tidak dikeluarkan karena masih proses penyesuaian.

Kami didampingi mas Agung dan mas Tangguh, nah mas Tangguh ini masih muda lho, baru kelas 2 SMP tapi udah pinter naik dan melakukan bonding dengan kuda. Aku sendiri dapet jatah untuk jalan jauh bareng Vera dan Aris, selama di jalan kami ngobrol-ngobrol dan belajar banyak tentang kuda.

Kuda adalah hewan perasa, sehingga untuk bisa bekerjasama dengan kuda, sangat disarankan untuk melakukan bonding dulu, mengelus2 dan mengajak bicara kudanya. Nah untuk mendekati kuda ini tidak boleh dari belakang ya. Karena kuda bisa menganggap itu ancaman dan secara reflek akan menendang ke belakang. Sementara karena mata kuda berada di kedua sisi pipinya. Dia juga tidak bisa melihat sempurna ke arah depan. Maka cara terbaik untuk mendekati kuda adalah lewat samping agar terlihat oleh kuda.

BACA JUGA:   Rekomendasi Tempat Wisata di Indonesia yang Romantis dan Cocok untuk Bulan Madu
News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.