Bijak Bermedia Sosial Bareng Kominfo

Kamis 26 Oktober 2018 kemarin, Kominfo bekerjasama dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga serta Balai Tekkomdik DIY menggelar seminar dengan tema Bijak Bermedia Sosial Untuk Indonesia Maju yang diselenggarakan di Borobudur Ballroom Hotel Inna Garuda Malioboro Yogyakarta.

Acara yang diselenggarakan sejak pagi sampai siang hari ini selain dihadiri oleh blogger, juga dihadiri oleh rekan-rekan dari kalangan pers mahasiswa serta berbagai komunitas online. Acara ini menghadirkan tiga narasumber yakni Bapak Gungun Siswadi selaku staff ahli komunikasi dan media massa Kominfo, Bapak Djunaedi dari Kemenpora serta ibu Isti Triasih selaku kepala Balai Tekkomdik DIY. 

Pak Gungun menyampaikan bahwa penetrasi internet di Indonesia yang sudah mencapai angka 143 juta pada tahun 2017 ini hendaknya bisa digunakan dalam empat hal yakni sebagai sarana komunikasi, sumber informasi, peluang usaha serta membangun relasi. Baca juga Facebook Laju Digital Yogyakarta

Perubahan ini membawa perubahan juga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Indonesia, penggunaan media online untuk bertegur sapa, melakukan aktifitas sehari-hari, berbelanja secara online bahkan melakukan transaksi baik finansial dan jasa menggunakan media internet. Para netizen umumnya merupakan generasi digital yang lebih terbuka dengan informasi dari berbagai sumber dibanding pendahulunya.

bijak bermedia sosial untuk indonesia maju yogyakarta

Namun dari penggunaan internet ini, ada yang perlu disadari, bahwa etika berinternet kita masih perlu dibangun, banyaknya hoax, dan konten-konten yang memicu permusuhan dan gesekan adalah bukti bahwa masyarakat kita masih perlu lebih dewasa dalam memproduksi konten di internet. Di sisi lain, penggunaan internet dengan smartphone seringkali menyisihkan perhatian orang tua kepada anak, dimana anak merasa disisihkan dengan kehadiran smartphone.

BACA JUGA:   Melihat Proses Pembuatan Batik Indonesia ala Shibori

Sementara Pak Djun menyampaikan, pemuda di era transformasi digital ini adalah bagian dari agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik. Teknologi digital memungkinkan pemuda untuk menyalurkan kreatifitas secara positif lewat dunia online, baik itu sebagai youtuber, selebgram, jualan online atau bahkan membangun startup yang dapat membantu masyarakat.

Pada acara ini juga Pak Djun menyampaikan informasi mengenai Kirab Pemuda, Kirab Pemuda adalah rangkaian acara untuk menyambut Sumpah Pemuda dan mengajak pemuda di seluruh Indonesia untuk ambil bagian dalam perubahan positif untuk Indonesia.

Ibu Isti selaku pembicara terakhir tidak lupa memberikan contoh terobosan-terobosan yang bisa dihadirkan lewat dunia online. Balai Tekkomdik adalah sebuah lembaga di bawah Dinas Pendidikan Provinsi DIY yang bertanggung jawab terhadap pengembangan konten-konten pembelajaran digital. Kontennya banyak sekali, dengan nama Jogja Belajar, konten ini dipecah menjadi beberapa konten positif seperti e-learning, radio digital, jogja budaya, media interaktif dan vidio pembelajaran.

Konten-konten positif ini diharapkan dapat digunakan oleh generasi muda sebagai sumber belajar dari internet, karena bagaimanapun juga internet pada dasarnya adalah sebuah alat yang dapat digunakan untuk mengakses informasi dan memperluas wawasan. Hanya saja, kitalah yang menjadi pemegang keputusan, akankah digunakan untuk hal positif, atau sebaliknya.

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.