Hadapi Tantangan Industri 4.0 Dengan Kolaborasi Digital

Ada yang menarik dari survey yang dilakukan oleh World Economic Forum terhadap Chief Human Resources and Strategy Officers dari berbagai perusahaan multinasional mengenai kemampuan apa yang diperlukan pada tahun 2020. Survey ini sebenarnya dilakukan cukup lama sekitar tahun 2016, dengan menggunakan data perbandingan tahun 2015, kita bisa mendapati apa saja sih skill yang harus dimiliki oleh generasi usia kerja saat ini. 

Bisa dibilang, waktu pengambilan survey ini mungkin agak lama ya, tetapi ternyata sedikit banyak hal ini membuka mata kita mengenai, apa sih sebenarnya yang diinginkan oleh para pemberi kerja terhadap calon karyawan mereka? Atau secara implisit, apa sih sebenarnya yang kita harus persiapkan menghadapi persaingan kerja di masa depan?

Hadapi Tantangan Industri 4.0 Dengan Kolaborasi Digital 1

Hasil penelitian ini mengungkapkan ada 10 skill yang harus dimiliki oleh masyarakat era ini, skill itu adalah

  1. Complex problem solving
  2. Critical thinking
  3. Creativity
  4. People Management
  5. Coordinating with Others
  6. Emotional Intelligence
  7. Judgment and Decision Making
  8. Service Orientation
  9. Negotiation dan
  10. Cognitive Flexibility

Untuk menyambut industri 4.0 sendiri kita mengenal istilah 4C, Collaboration, Communication, Critical Thinking dan Creativity, Keempat soft skill tersebut juga dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan kita, misalnya dengan mengutamakan kemampuan HOTS (High Order Thinking Skills) Enabled. HOTS ini terdiri dari tiga level tertinggi dalam taksonomi Bloom, Analyzing, Evaluating, Creating, model-model pembelajaran pun dibuat agar memacu anak agar dapat belajar berpikir lebih kritis. 

Kenapa sih harus demikian?

Hadapi Tantangan Industri 4.0 Dengan Kolaborasi Digital 2

Karena pada dasarnya, di era Industri 4.0 ini kebutuhan tenaga kerja tidak lagi tenaga kerja yang bersifat pekerjaan rutin. Kebutuhan tenaga mass rapid production yang tidak memerlukan kemampuan kritis, hanya menjalankan rutinitas pekerjaan di pabrik-pabrik perlahan mulai tergantikan oleh mesin dan robot. Oleh karenanya, manusia perlu memiliki kompetensi diluar kemampuan mesin-mesin tersebut. Complex problem solving misalnya, adalah hal yang sangat sulit ditiru oleh robot dan bahkan Artificial Inteligence, manusia, memiliki kemampuan problem solving untuk masalah-masalah yang kompleks yang bisa menjadi kekuatan mereka dalam menghadapi industri 4.0

Hadapi Tantangan Industri 4.0 Dengan Kolaborasi Digital 3

Tahun lalu, ketika mengikuti pelatihan pembuatan soal Ujian Nasional SMK, aku bersama rekan-rekan guru SMK di Provinsi DIY belajar bagaimana cara membuat soal ujian nasional yang terstandar. Maksudnya terstandar adalah soal itu nanti, dapat digunakan sebagai draft atau bahkan soal UNBK yang diujikan ke seluruh siswa SMK di Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan bagaimana cara membuat soal yang baik dan benar.

Waktu itu, ada 3 bidang yang dijadikan workshop pelatihan, Matematika, Bahasa Indonesia, dan untuk kejuruan dipilih dari jurusan kami Teknik Komputer dan Jaringan. Kenapa dipilih tiga itu? Karena tiga bidang itu mewakili 3 dari 4 mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional. Tugas kami saat itu adalah membuat soal yang dapat mengaktifkan kemampuan HOTS pada anak didik. 

Hadapi Tantangan Industri 4.0 Dengan Kolaborasi Digital 4

Selama ini, jika guru mengikuti workshop untuk membuat soal, maka guru akan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok sesuai dengan indikator kompetensi yang akan diajarkan, kemudian, barulah setiap kelompok akan membagi tugas pada anggota kelompok untuk membuat dua hingga lima soal secara individu yang nantinya dikumpulkan pada ketua kelompok. Ketua kelompok kemudian membentuk superclass dan menggabungkan soal dari setiap kelompok menjadi satu kesatuan.

Proses kolaborasi ini dapat ditingkatkan dengan bantuan IT, saat itu aku menyarankan agar para guru menggunakan fasilitas Google Docs untuk membuat soal. Sebagai sebuah aplikasi berbasis cloud hosting, Google Docs memungkinkan untuk diedit secara simultan dan realtime. Setiap guru akan diberi slot 2 dengan nomor yang sudah disepakati soal berdasar kompetensi yang sudah dibagikan, kemudian secara bersamaan kami mengedit naskah soal tersebut secara online. Proses kolaborasi digital ini mampu memangkas waktu sehingga tidak ada proses pengumpulan soal dari masing-masing guru. 

Efisiensi proses ini sebenarnya sangat diperlukan oleh pekerja profesional untuk meningkatkan kecepatan team menyelesaikan proyek. Google Docs, sangat disarankan untuk keperluan yang bersifat privat sedangkan untuk perusahaan besar, lebih cocok menggunakan GSuite. 

GSuite dulunya dikenal sebagai Google Apps Works, adalah sekumpulan aplikasi yang dapat digunakan untuk mempermudah sebuah tim dalam perusahaan berkolaborasi untuk menyelesaikan projects. 

Fitur-fitur GSuite 

kolaborasi digital

  1. Gmail
  2. Kalender
  3. Hangouts Chat & Meet
  4. Docs
  5. Spreadsheet
  6. Forms
  7. Slide
  8. Sites
  9. Appmaker
  10. Keep
  11. Drive
  12. Cloud Search
  13. Console Admin
  14. Vault
  15. Ponsel
  16. Training

Sekilas fitur tersebut dapat digunakan secara gratis, betul memang beberapa fitur di atas seperti email, dan docs bisa digunakan secara gratis. Tetapi untuk kebutuhan corporate, banyak keunggulan GSuite dibanding versi gratis yang terpisah satu sama lain.

Keunggulan GSuite

  1. Mengubah email berakhiran @gmail.com menjadi @namaperusahaan.com tanpa mengurangi keunggulan fitur Gmail
  2. Manajemen user, grup, projects
  3. Penjadwalan meeting, taskflow
  4. Device Management, penting banget untuk mencegah perangkat ilegal mengakses data perusahaan, atau, jika perangkat terdaftar hilang maka data perusahaan bisa diamankan dari GSuite
  5. Berbasis Cloud, data kita akan aman dan bisa diakses dari mana saja dan kapan saja
  6. Video Conference untuk rapat secara virtual
  7. Synchronisasi dan keamanan level korporat

Dan masih banyak keunggulan lainnya yang memang sangat diperlukan oleh pekerja profesional maupun industri untuk mempercepat pengerjaan sebuah projects dengan kolaborasi dan komunikasi menggunakan GSuite. Lalu bagaimana cara mendapatkan GSuite ini? Jika kalian Googling di Internet, ternyata banyak pihak yang menawarkan layanan GSuite, ada yang jika dilihat, wah harganya jauh lebih murah dibanding layanan lain. Tapi sebelum kita memutuskan untuk menilai dari harganya ada hal yang lebih penting.

Karena GSuite memang lebih cocok untuk kolaborasi digital di level corporate, maka sangat disarankan membeli GSuite dari penyedia layanan yang sudah tersertifikasi Google Apps Authorized SMB Reseller. Sertifikat ini menjamin bahwa kalian menggunakan GSuite yang legal, nah salah satu penyedia layanan ini adalah Qwords.com. 

kolaborasi digital

Yap, Qwords.com selain dikenal sebagai penyedia layanan hosting Indonesia yang terpercaya juga menyediakan berbagai layanan lainnya, seperti GSuite, Office 365, Zimbra, dan yang gak kalah penting adalah digital signature. Ya tanda tangan digital. Tanda tangan ini penting banget untuk memastikan bahwa apa yang tertulis dalam dokumen digital tersebut memang asli dan tidak mengalami perubahan akibat kejahatan cyber.

Nah untuk GSuite ini, Qwords.com sudah memiliki sertifikat Google Apps Authorized SMB Reseller, jadi untuk perusahaan yang ingin menggunakan layanan GSuite, sangat disarankan untuk menggunakan layanan dari Qwords.com

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.