Ini 6 Komoditas Monkey Business Yang Pernah Ada di Indonesia

Monkey business adalah sebutan untuk sebuah fenomena ekonomi untuk mendongkrak nilai jual sebuah komoditas secara ugal-ugalan tanpa memberikan nilai tambah pada pembeli komoditas tersebut. Monkey bisnis ini sendiri seringkali terjadi di Indonesia dengan memanfaatkan komoditas berbeda.

Asal muasal disebut monkey bisnis bisa disimak di tulisan aku yang lain Sejarah monkey bisnis, bisa dibaca langsung disana. Monkey business diawali dengan penyebaran informasi harga sebuah komoditas yang naik tidak lazim. Seringkali berita awal yang berkembang, karena kehebohan seorang pemilik barang yang mengaku barang miliknya dibeli dengan harga tidak wajar. Alih-alih dihargai murah, nilai barang yang ia jual ditawar hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah.

Cara Kerja Monkey Business

Memanfaatkan media sosial, berita penjualan barang dengan harga fantastis segera menjadi kehebohan baru di dunia maya, orang-orang berbondong-bondong membeli barang tersebut. Benda yang tadinya tidak diindahkan orang, dalam sekejap menjadi primadona dan terus diburu, hal ini pun dimanfaatkan oleh para pemilik barang untuk melepas benda tersebut dengan harga diluar nalar.

Namun selang beberapa bulan berikutnya, tidak ada lagi orang yang membeli barang tersebut, harga pelan-pelan kembali jatuh. Dan mereka yang melakukan investasi dengan membeli dan menyimpan benda-benda dengan harapan nilai jualnya makin tinggi inipun akhirnya bangkrut begitu saja.

Perbedaan Monkey Business dengan Fluktuasi Harga Komoditas Lain

6 contoh bisnis monkey business di Indonesia

Berbeda dengan komoditas seperti emas, minyak bumi, beras, gula pasir yang harganya fluktuatif, namun setiap komoditas tersebut berbeda dengan barang-barang yang menjadi obyek monkey business. Emas dan minyak bumi misalnya. Harga pasarannya sangat tergantung dengan ritme pasar serta dipengaruhi kebijakan ekonomi serta politik global.

Emas merupakan save haven, yang digunakan orang untuk mengamankan aset mereka saat terjadi ketidakpastian nilai tukar mata uang. Sementara harga minyak bumi, dapat dipengaruhi oleh penuruan pasokan, permintaan pasar, nilai tukar, kebijakan ekonomi, serta clash yang terjadi di berbagai belahan dunia seperti perang, terorisme maupun ketidakstabilan politik sebuah negara.

Selain emas dan minyak, harga sembako juga sangat fluktuatif, pun demikian, harga sembako ini umumnya dipengaruhi oleh supply barang, permintaan maupun permainan pasar, seperti penimbunan barang saat harga turun dan pengeluaran saat harga naik. Gas, beras, minyak, daging harganya sering meroket menjelang hari-hari khusus atau pada saat terjadi kelangkaan barang.

Ini tentunya berbeda dengan monkey business, sebut saja, ada atau tidak anthurium, tidak akan berimbas kepada hajat hidup orang banyak, tidak ada orang yang menggunakan anthurium untuk dimasak, tidak juga memakan janda bolong. Benda ini tidak benar-benar dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan harian manusia seperti sembako, tidak pula benda ini digunakan sebagai save haven seperti emas dan tidak bisa juga digunakan sebagai alat politik dalam hubungan antar negara seperti minyak dan gas bumi.

Monkey Business Yang Tetap Digilai

Meskipun monkey business telah terjadi berkali-kali menggunakan komoditas barang yang berbeda tapi tetap saja, orang-orang begitu mudah terpancing. Secara psikologis hal ini bisa dimaklumi karena orang kita cenderung ingin mendapatkan keuntungan besar dengan cepat.

Namun, justru sebaliknya sikap semacam inilah yang menjadi lahan subur para monkey business creator untuk membuat bisnis-bisnis monyet berikutnya. Dan berikut ini adalah beberapa komoditas yang pernah menjadi contoh fenomena monkey business di Indonesia.

Anthurium

Anthurium Jemani dan Anthurium Plomani pernah menjadi primadona monkey business di Indonesia, harga jualnya saat itu ada yang mencapai satu milyar untuk satu buah tanaman saja. Booming tanaman berdaun besar dan lebar ini pernah berhasil mengerek harga tanaman hias lain menjadi ikutan naik. Orang-orang berani menggelontorkan dana besar untuk mendapatkan tanaman ini, baik untuk koleksi atau mungkin dijual lagi. Lebih banyak orang membeli anthurium ketika itu dengan harapan dapat dijual lagi dengan harga yang lebih fantastis, namun saat ini, harganya sudah hilang ditelan bumi.

monkey business anthurium jenmani

Anthurium mulai kembali dicari orang di tahun 2020, seiring dengan meningkatnya tren monkey business janda bolong yang lagi hits. Namun demikian harganya tak pernah mencapai era keemasan 13 tahun yang lalu. Saat banyak anthurium di lelang dengan harga ratusan juta rupiah

Tokek

Booming tokek dimulai sekitar tahun 2008-2009, saat itu tokek yang dicari adalah tokek yang bisa berbunyi hingga lima kali dalam satu waktu. Dan umumnya, tokek berbunyi maksimal sampai empat kali. Pencarian tokek ini pun dilakukan besar-besaran, bahkan ada orang yang secara khusus membuat peternakan tokek demi mendapatkan keuntungan. Entah seperti apa suasana rumahnya saat malam dengan suara belasan tokek bersahut-sahutan.

tokek berharga termahal 1 triliun monkey business

Tokek ini dihargai mahal pula, lebih parah dibanding anthurium tokek ini bisa mencapai harga belasan milyar, bahkan baru-baru ini ada seorang pemilik tokek yang mau melepas tokeknya di harga 1 triliun rupiah. Hewan ini konon dipercaya sebagai bahan untuk ramuan penyembuh HIV/AIDS, konon para tabib TCM di luar negeri sana yang menerapkannya, meski sebenarnya tidak ada penelitian ilmiah yang pernah ada untuk membuktikannya. Klaim ini kupikir hanya sebatas pendorong agar orang memahami harga jual tokek yang super mahal.

Arwana

Selain ikan koi yang menjadi primadona penggemar ikan hias, Arwana juga merupakan salah satu komoditas yang sempat menjadi monkey business. Ikan predator dari Indonesia ini memiliki harga jual fantastis bagi para penggemar ikan hias. Arwana merupakan ikan predator yang harus disendirikan dalam akuarium guna mencegahnya memakan ikan lain. Beberapa jenis seperti Super Red dan Golden Red bisa dihargai sangat mahal. Mulai dari puluhan juta hingga milyaran.

harga termahal arwana super red monkey bisnis

Harga bisa ditentukan dari kombinasi bentuk badan, sungut, warna kulit serta keluwesan gerak ikan ini. Saat ini demam arwana sudah mulai turun di Indonesia, meski masih saja ada orang yang mencari ikan ini untuk koleksi.

Batu Akik

Trend batu akik sebenarnya tren berulang dari beberapa dasawarsa lalu, pelawak Srimulat seperti Tessy paling dikenal sebagai pecinta tulen batu akik. Bayangkan saja, jika satu orang umumnya menggunakan satu cincin akik, Tessy justru menempatkan cincinnya di semua jarinya. Namun trend batu akik terakhir bermula di tahun 2010 hingga 2015, para penyuka batu akik kembali hadir dengan membawa koleksi-koleksi lawas mereka. Tidak jarang mereka juga berburu bahan batu yang masih mentah. Batu Bacan Doko yang saat itu menjadi primadona dan dihargai dengan harga fantastis, sementara itu batu-batu lain pun menjadi incaran para kolektor yang berharap ikut meraup untuk dari fenomena monkey business ini.

trend batu akik bacan doko monkey business

Berbeda dengan tiga komoditas monkey business sebelumnya, batu akik bukanlah benda hidup, tidak ada resiko tokek mati atau anthurium yang daunnya sobek selama pengiriman. Batu ini tetap akan utuh saat diterima. Hanya saja, banyak orang yang melakukan penipuan online memanfaatkan platform e-commerce.

Seorang teman bahkan pernah hampir kehilangan uang yang cukup besar saat membeli batu bacan lewat marketplace, karena hanya dikirimi batu kali. Beruntung menggunakan platform e-commerce ia bisa meminta hold dana pada pihak marketplace dan mendapatkan uangnya kembali.

Lovebird

Di kalangan pecinta burung, lovebird pernah menjadi komoditas monkey business. Harga termahal yang pernah disebut adalah 2.2 miliar. Namun menjual beli burung umumnya susah-susah gampang. Selain ditentukan musim, burung umumnya mengalami pergantian bulu. Sekarang harga lovebird sudah cenderung turun, meski demikian beberapa jenis burung yang sering memenangkan perlombaan kicau burung masih menjadi incaran para kolektor.

contoh monkey business di indonesia lovebird

Temanku sendiri pernah menawarkan harga burungnya di harga 70an juta, sempat ada yang menawar 30 juta tapi tidak dilepas. Entah harga sekarang berapa, aku tidak terlalu mengikuti.

Janda Bolong

Di tahun 2020, giliran janda naik daun. Janda bukan sembarang janda melainkan janda bolong. Tanaman berdaun bolong-bolong ini mulai dicari sejak sebelum pandemi corona bermula. Bibit tanamannya saja bisa dihargai 2-3 juta rupiah. Padahal haqqul yaqqin beberapa tahun lalu jika kita minta bibit tanaman sama tetangga yang kebetulan punya pasti deh dikasihin gratis.

janda bolong contoh monkey business

Janda yang paling mahal konon dijual pada wisatawan Jepang seharga 120 juta rupiah. Sejak saat itu orang mulai beramai-ramai mencari tanaman bernama latin monstera ini. Selain janda bolong, tanaman hias yang memanfaatkan daun untuk menarik perhatian seperti lidah mertua pun kebagian rejeki dengan harganya ikut terkatrol naik, begitu juga primadona belasan tahun lalu, anthurium yang kembali diperjualbelikan dengan harga mahal.

Trend Sesaat

Monkey Business merupakan trend sesaat, memang tidak ada harga yang pas jika kita merujuk hobi, para penggila action figure, penyuka burung, kolektor ikan hias memang akan membayar mahal untuk benda-benda incaran mereka. Hobi tersebut adalah hobi yang mahal, hobi yang berdasarkan kesenangan bukan berdasarkan kebutuhan.

contoh Monkey-Business-Bisnis-Monyet

Monkey Business memang menargetkan untuk mengangkat barang yang tidak masuk dalam daftar kebutuhan harian kita. Bisnis ini menyasar komoditas yang sebenarnya enggak penting banget dalam kehidupan kita sehari-hari, hanya sebagai pelengkap yang sifatnya ya gitu doang. Ora ono yo ora patheken

Perlu diingat, bahwa kebutuhan kita lebih urgent dibanding hobi, bahwa ya seseorang bisa terlihat sukses saat berhasil menjual tokeknya ratusan juta rupiah, tapi apa ya kita akan mengikuti cara-cara seperti demikian? Bukankah ia pun akan terjebak dalam lingkaran setan monkey business dengan berharap bisa menjual satu lagi di harga yang sama bahkan lebih tinggi?

Berhati-hatilah menuruti hawa nafsu kita

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.