Kemudahan Kirim Uang Ke Luar Negeri Mampu Imbangi Kegiatan Impor

Seiring dengan meningkatnya kegiatan ekspor, aktivitas impor pun turut melonjak dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017, tercatat pertumbuhan ekspor sebesar $145,2 miliar dibandingkan dengan tahun 2016. Prestasi ini memang harus diapresiasi meskipun harus kejar-kejaran dengan jumlah impor yang lebih tinggi. Contohnya pada tahun 2018 tercatat transaksi impor masih lebih besar dibandingkan dengan ekspor. Pertumbuhan impor saat itu sebesar 13,9%, sedangkan untuk ekspor hanya 7,4%.

Tantangan yang dihadapi untuk mengatasi permasalahan ini cukup banyak. Karena kegiatan ekspor-impor dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah perkembangan teknologi modern di suatu negara. Peran teknologi tersebut tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga fleksibilitas pembayaran yang menunjang transaksi antarnegara. Apabila suatu negara memiliki fasilitas yang mumpuni, maka transaksi dengan berbagai mata uang bukan lagi masalah.

kirim uang ke luar negeri dengan digibank transfer valas

Sejak tahun 2018, Indonesia menargetkan kegiatan ekspor tumbuh sebesar 5%-7%. Kementerian Perdagangan Indonesia berfokus untuk mengembangkan pasar ke Cina, Jepang, Amerika, dan dataran Eropa. Dengan begitu, transaksi rupiah dengan mata uang di negara-negara tersebut harus dipermudah apabila ingin mencapai target yang diinginkan. Kirim uang ke luar negeri mestinya bukan lagi masalah bagi siapapun, khususnya pelaku bisnis.

Kemudahan Transaksi dengan digibank

  • Dapat Diakses Kapanpun 24/7

Kini ada digibank transfer valas, sebuah kemudahan transaksi uang ke luar negeri yang dipersembahkan oleh digibank. Melalui fasilitas ini, kirim uang ke luar negeri bisa dilakukan dalam waktu 24/7 tanpa harus datang ke kantor cabang atau pergi ke ATM. 

  • Sistem Realtime

Cukup mengakses aplikasi digibank by DBS, maka transfer uang ke negara mana pun bisa dilakukan secara real time. Artinya, proses pengiriman dan penerimaan uang diselesaikan pada hari yang sama.

  • Rate yang digunakan kompetitif

Salah satu pertimbangan seseorang pada saat akan melakukan transaksi dengan valuta asing adalah nilai konversi. Akan sangat mungkin hasil konversi membuat nilai transaksi akhir menjadi lebih mahal. Karena nilai rupiah akan disesuaikan dengan mata uang si penerima transfer ini. Namun dengan FX Rate terkini dan juara dari digibank transfer valas, transaksi akan menjadi lebih ringan karena rate yang dikenakan sangat kompetitif.

  • Biaya Transfer Gratis Hingga Lebih dari 20 Negara

Membicarakan upaya dalam mengimbangi kegiatan impor, maka pasar Indonesia harus diperluas. Oleh sebab itu, variasi mata uang dalam bertransaksi pun harus semakin beragam. Melalui fasilitas digibank ini, para pebisnis tidak akan dibebani biaya transfer ke lebih dari 20 negara apabila menggunakan salah satu mata uang berikut: USD, HKG, AUD, SGD, EUR, CAD, dan GBP. Melihat kemudahan tersebut, maka bukan pasar Cina, Jepang, Amerika, serta Eropa saja yang dapat digarap, tetapi benua Australia pun juga.

Kirim Uang Ke Luar Negeri Menggunakan digibank Transfer Valas

Cara menggunakan digibank transfer valas sangat mudah apabila sudah memiliki aplikasi digibank by DBS. Berikut ulasannya. 

  • Buka aplikasinya, kemudian pilih “Transfer” lalu “Transfer Valas”. 
  • Selanjutnya, pilih “Tambah Penerima” dan negara yang akan dituju. 
  • Setelah itu, pilih jenis mata uang yang akan digunakan sebagai pembayaran atau transfer. 
  • Berikutnya memilih jenis bank, melengkapi detail penerima, dan memasukkan jumlah uang. 
  • Terakhir, klik “Lanjut”, maka proses transfer selesai.

Pentingnya mengimbangi kegiatan impor supaya pasar Indonesia tidak didominasi oleh produk-produk hasil luar negeri. Karena sesungguhnya produk Indonesia pun tak kalah saing dengan produk-produk dari benua Amerika, Eropa, Australia, dan negara-negara Asia lainnya. Jika ditelisik lebih jauh, saat ini sudah banyak hasil karya anak bangsa yang bersaing di dunia bisnis internasional, meski jumlahnya masih harus ditingkatkan.

Pada tahun 2019, Kementerian Koperasi dan UKM menargetkan pertumbuhan jumlah pengusaha di Indonesia mencapai rasio 5%. Meski angka ini masih di bawah Singapura dan Malaysia, sudah cukup baik sebagai langkah awal dalam menyeimbangkan ketimpangan kegiatan ekspor dan impor. Padahal sebenarnya syarat sebuah negara yang maju harus memiliki rasio 14% pelaku wirausaha. Angka ini menunjukkan bahwa kalau Indonesia mau maju, 14% penduduknya harus menjadi seorang entrepreneur. Oleh sebab itu, transaksi ekspor harus didukung untuk menutupi biaya impor di Indonesia.

BACA JUGA:   MENANGKAL PENGGUNAAN AUTORUN OLEH VIRUS

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.