Love Letter

Dear lovely,

Sekedar ingin menengok peraduanmu, malam ini hening diluar sana, sehening kedamaian nafas dalam lelap tidurmu. Kuharap aku tak mengganggu nyanyianmu di alam mimpi.

Maafkan jika rindu yang kulukiskan tak pernah nampak saat kau terjaga, tidak, tidak.. bukan waktu yang tepat untukku dan untukmu, pun sebenarnya aku berharap bisa menemani hari harimu, menggenggam tanganmu erat dan menatap sinar matamu lekat – lekat, seperti yang selalu kau tunggu.

090824-fenghuang-hunan-china-candle-boat-river-girl-launch-good-luck-night-travel-photography-IMG-23Aku sadari harimu tak begitu indah akhir akhir ini, seolah sepi dari kasih dan sayang yang dulu selalu berlimpah. Masih banyak lilitan yang harus kuuraikan satu per satu sebelum itu. Aku hanya tak ingin membebanimu dengan sesuatu yang tak seharusnya ada. Biarkan semua mengalir dulu dengan jernih, hingga tak ada duri yang akan melukai kakimu.

Sementara ini biarlah aku mencintaimu dengan caraku, bukan sesuai harapmu. Abaikanlah hadirku hingga kuselesaikan untaian kata dan mutiara ini, dan ketika saatnya nanti akan kupersembahkan hanya untukmu.

Kutitipkan hati dan rindu ini padamu, tak perlu menitipkan risau pada bidak bidak kecemasan di penghujung harimu, sabarlah menanti dan kita kan menari kembali bersama pelangi dan mentari pagi.

21 Komentar

  1. Kukuh Nova Putra Balas

    Surat cinta, biarkan aku mencintaimu dengan caraku, kutipannya bagus 😀

  2. julie Balas

    sooo romantic

    bagaimana kalau bidak-bidak kecemasan itu aku ganti dengan Benteng?
    *nyiapinpapancatuur

  3. Riesna Balas

    “Biarlah aku mencintaimu dengan caraku…” ini yang paling aku suka dan memang begitu seharusnya. 🙂

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.