Menelisik Anggunnya The Phoenix Hotel Yogyakarta

Seratus tahun bukanlah waktu yang singkat. Untuk merayakan 100 tahun berdirinya bangunan The Phoenix Hotel Yogyakarta, segenap manajemen The Phoenix Hotel mengadakan acara berjudul Workshop and Influencer Rendezvous Centennial Jubilee untuk rekan-rekan media dan blogger. Acara yang didukung Dinas Pariwisata dan Dimas Diajeng Jogja ini berlangsung meriah dan penuh keakraban.

Kegiatan ini akan menjadi awal dari serangkaian acara The Phoenix Hotel dalam merayakan 100 tahunnya. Pada bulan Agustus mendatang akan ada beberapa acara yang melibatkan komunitas di Jogja, lalu ada 100 Years Dance Walk dan lomba fotografi di bulan September serta diakhiri dengan peluncuran buku The History of a Legend.

rizki rahma nurwahyuni dimas diajeng jogja 2017 dalang perempuan
Penampilan Dimas Diajeng Jogja dalam acara Centennial Jubilee The Phoenix Hotel

The Phoenix Hotel sendiri berdiri mulai tahun 1918, pada awalnya bangunan ini digunakan sebagai rumah pribadi oleh pendirinya Kwik Djoen Eng, bangunan ini sempat menjadi hotel di bawah saudagar Belanda, kemudian menjadi Hotel Yamato selama pendudukan Jepang, menjadi tempat tinggal sementara Presiden Soekarno dan Wapres Moh Hatta selama masa revolusi kemerdekaan serta menjadi tempat konsulat China di masa itu. Tidak mengherankan jika arsitektur The Phoenix sendiri memadukan unsur Eropa, China dan Jawa. Hotel yang berjarak kurang lebih 100 meter di sebelah timur Tugu Golong Gilig ini mendapat penghargaan dari Yayasan Warisan Budaya Yogyakarta atas peran aktifnya dalam melestarikan bangunan cagar budaya pada tahun 1996.

the phoenix hotel jogja
kolam renang the phoenix hotel jogja, instagrammable banget

 

balkon kamar the phoenix jogja merupakan arsitektur China

Selama seratus tahun dan berganti kepemilikan, bangunan hotel ini tetap dijaga dan dilestarikan oleh para pemiliknya. Hal ini merupakan nilai tambah sebuah hotel yang tidak sekedar memberikan kenyamanan istirahat tetapi juga menawarkan unsur heritage yang kental. Tidak jarang lho, banyak tamu yang ingin belajar sejarah hotel dan minta diajak berkeliling hotel untuk mengenal sejarahnya.

BACA JUGA:   Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja
air mancur yang mewakili arsitektur eropa the phoenix hotel jogja
air mancur yang mewakili arsitektur eropa

Biasanya di bulan Juni sampai Agustus, tamu hotel didominasi oleh para pelancong dari Eropa, beberapa staff The Phoenix Jogja mampu menggunakan bahasa Prancis, Jerman maupun Korea untuk membantu wisatawan yang berasal dari negara masing-masing berkomunikasi selama di hotel. Sementara untuk tamu lokal umumnya mendominasi di saat liburan akhir tahun.

Bagian rumah utama saat ini menjadi lobby hotel terletak di bagian depan, di lantai satu terdapat ruang tamu, dan ruang meeting. Di bagian atas terdapat ruang kerja manager yang dulu digunakan sebagai ruang kerja Presiden Soekarno saat berada di Yogyakarta. Di belakang terdapat satu-satunya restoran yang tersedia di area hotel. Restoran ini berkonsep backyard garden dengan pilihan table di serambi belakang dan taman.

unsur etnik terasa di area ini

Di belakang resto terdapat bangunan untuk kamar hotel. Jika kita menyusuri hotel ini lebih ke belakang kita bisa menemukan swimming pool yang diapit bangunan berbentuk U berlantai empat. Para tamu hotel kerap menghabiskan waktu menikmati kesegaran air di kolam ini.

Saat ini The Phoenix Hotel Yogyakarta bergabung dengan manajemen Accors, dan masuk sebagai M-Gallery, M-Gallery adalah bagian dari hotel di bawah Accors International yang memiliki konsep heritage yang kental. Ada empat tipe kamar yang disewakan oleh hotel dekat tugu Jogja ini, yakni

Superior Heritage 1 Queen Size Bed & 2 Single Beds

menginap di kamar hotel dekat tugu jogja

Indah dan elegan, Superior room dalam suasana kolonial, dengan dekorasi Jawa dikombinasikan dengan fitur modern, seperti TV, shower, brankas dan free wifi

Deluxe Legacy 1 King Size Bed & 2 Single Beds

Kamar elegan dilengkapi, Deluxe Room, menawarkan pengalaman kolonial Jawa yang unik dikombinasikan dengan fitur modern, seperti TV, shower, brankas dan wifi

Phoenix Executive 1 King Size Bed

Ruangan yang sangat luas menampilkan ruang tamu dengan pesona warisan budaya Jawa, dikombinasikan dengan berbagai fitur menarik, seperti mesin pembuat kopi pribadi, dan minibar.

Legendary Suite 1 King Size Bed

Pengalaman yang benar-benar mewah tinggal di Suite dengan King Size Bed, menampilkan ruang tamu menakjubkan yang terpisah, dilengkapi dengan pesona warisan budaya Jawa. Beberapa fasilitas tambahan antara lain mesin pembuat kopi pribadi, dan minibar.

Selain digunakan untuk menginap, hotel ini juga menyediakan layanan meeting room, spa dan juga fitnes center. Info lebih lanjut dapat menghubungi Marketing Communication Manager The Phoenix Yogyakarta, Maria Perwitasari (0838 4054 3562 | [email protected])

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.