Tahun Baru, Risoles dan Rencana Yang Tak Kunjung Tergenapi

Tahun Baru identik dengan perayaan malam pergantian tahun, entah di kota, di pantai, di desa atau bahkan di penginapan-penginapan kelas melati di Kaliurang sana. Semua orang merayakan tahun baru dengan caranya masing-masing. Bagi mereka yang memilih tumpah ria di jalanan, tahun baru adalah malam dimana kita bisa menikmati kegembiraan sampai tengah malam, dimana jam 12 malam orang masih saja berkeliaran di jalanan. Tentu saja bonus pesta kembang api yang bakal dilaksanakan berbarengan, tidak peduli golongan agama atau mahzab yang kamu ikuti. Sedikit berbeda dengan suara mercon lebaran yang biasanya sudah terdengar sejak ba’da magrib H-2 lebaran, nyaris tidak ada manusia bodoh yang menyalakan mercon tanggal 30 Desember, dibilang ikut Natalan kok masbuk banget, dibilang tahun baru, hilal e rung tekan.

Btw, selain perayaan malam tahun baru ini memberikan dampak perekonomian dan kemacetan, dampak lain yang tidak kalah penting adalah sampah yang berserakan di areal stadion, alun-alun atau lokasi yang menyelenggarakan acara malam tahun baruan. Masyarakat kita toh masih hobi dengan kebiasaan sak karepe dewe masalah nyampah, entah di medsos atau dunia nyata.

Tapi ya seperti dibilang tadi, bahwa tahun baru memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat sekitar. Para penjual terompet tahunan yang kebagian berkah, pengusaha hotel dan travel yang memarkup harga layanannya lebih mahal daripada hari-hari biasa, toko modern dan apotik yang menjual balon, dan tentu saja yang terbaru, para penjaja rokok bisa menjual rokok lebih mahal karena peraturan cukai yang sah berjalan terhitung satu januari ini. Dan tentu saja, ini juga berkah bagi para pemilik percetakan, tidak hanya order selamat tahun baru yang mereka terima, tapi juga meningkatnya order pesanan poster himbauan larangan merayakan dan atau mengucapkan selamat tahun baru… dan natalan.

BACA JUGA:   Pamrih

Tahun Baru, Risoles dan Rencana Yang Tak Kunjung Tergenapi 1

anyway busway, bagi para pemilik percetakan, pokoknya mau pro tahun baru atau kontra sama-sama pake jasa percetakan buat mencetak ekspresi yang mereka miliki lewat media poster.

Resolusi, risoles made in mana?

risoles tahun baru 2020

Tahun baru akan sedikit kehilangan maknanya tanpa kehadiran risoles, banyak manusia tiba-tiba merasa memiliki resolusi di tahun baru, setelah dua belas bulan sebelumnya asik gegoleran tiap malam di atas kasur sambil mantengin layar ponsel. Hampir sebelas dua belas dengan para artis yang pake hijab dadakan di bulan ramadhan.

Ada yang mengharamkan, ada yang mewajibkan, ada yang galau iya gak iya gak masalah perlunya bikin resolusi gini. Tiap tahun masalahnya selalu sama, ada yang asik bikin, ada yang sampai dibikin campaign, ada yang melarang karena gak ada anjurannya di masa kemerdekaan.

Aku sendiri sih bodo amat dengan resolusi, orang mau bikin resolusi kek, mau bikin risoles kek, ya buat aku fine-fine aja. Toh, memang pergantian tahun itu lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengingat, menginterprestasi sebuah keinginan atau pencapaian. Sama seperti klo ketemu orang yang tahun lahirnya sama dengan kita, biar kata satu lahir bulan januari, satunya desember, tapi karena tahunnya sama, jadi berasa ketemu teman sebaya. Meski pada akhirnya tetap saja kamu selalu lebih buaya dari yang lainnya.

BACA JUGA:   Dua dunia

resolusi tahun baru

Yang paling penting dari sebuah resolusi adalah tindakan yang mengiringinya. Resolusi itu ibaratnya nawaitu, hanya sekedar doa yang jadi pembuka, Bisa jadi kasusnya sama seperti kita mengucapkan Usholi fardhol subhi lalu tidur lagi, tetep aja enggak bakalan diitung udah sholat subuh sama malaikat.

Umumnya orang Indonesia panas-panas tai ayam, atau secepat mencairnya es kepal milo, yang belum sempet aku cobain udah hilang dari pasaran. Ya seperti aku bilang tadi satu januari udah membara dengan resolusi baru, tanggal duanya udah gak bisa lepas dari mainin mobile legends. Maka tidak heran jika pada akhirnya banyak resolusi yang hanya berakhir sebagai kembang lambe perayaan tahun baru, dan rencana-rencana itu tak pernah kunjung tergenapi

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.