Museum Kereta Api Ambarawa adalah sebuah stasiun kereta api di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang yang dialihfungsikan sebagai tempat edukasi tentang sejarah perkereta-apian di Indonesia. Di Indonesia sendiri terdapat lima museum kereta api yaitu di Jakarta, Bandung, Sawahlunto dan Bondowoso. Di Museum Kereta Api Ambarawa kita bisa menemukan berbagai macam lokomotif dan gerbong yang dahulu pernah berjalan melintasi rel kereta di pulau Jawa.
Kereta-kereta ini bisa dibilang kereta api yang sebenar-benarnya karena menggunakan tenaga uap yang berasal dari pembakaran kayu/batu bara di bagian lokomotifnya. Berbeda dengan kereta api modern yang kita kendarai saat ini yang menggunakan tenaga diesel sebagai penggerak lokomotifnya.


Ada total 22 koleksi lokomotif dan gerbong antik yang bisa kalian jumpai di museum satu ini. Selain lokomotif dan gerbong kita juga dapat melihat suasana stasiun jaman dahulu yang sangat-sangat sederhana. Terdapat beberapa replika asli dari beberapa stasiun yang ada di sekitar Semarang ditampilkan disini.

Setiap lokomotif punya nama n ditulis dalam bahasa pembuatnya, kebanyakan lokomotif di stasiun ini dibuat di Jerman dan dikirimkan menggunakan kapal laut. Kebayang yah lama pengirimannya, gak bisa dipaketin sehari sampai deh kayaknya.

Jadi ngebayangin betapa sederhananya stasiun jaman dahulu. Selain itu, juga terdapat beberapa alat yang digunakan oleh Jawatan Kereta Api di masa silam, seperti pengatur sinyal, pengubah jalur sepur, mesin pencetak tiket kereta dan lain sebagainya. Di bagian belakang terdapat sebuah taman bermain anak-anak, mushola dan toilet.

Hmm bisakah kita merasakan pengalaman menaiki kereta jaman dahulu disini? Jawabannya adalah ya bisa. Jadwa perjalanan kereta api wisata stasiun Ambarawa adalah setiap hari Sabtu, Minggu dan hari Libur Nasional. Museum Kereta Api Ambarawa menyediakan tour keliling menggunakan kereta api dari Stasiun Ambarawa menuju stasiun Bedono. Kalian juga akan ditemani oleh guide yang mengenakan seragam petugas kereta api jaman dulu.
Yup jalur kereta yang masih tersisa memang difungsikan sebagai kereta wisata, hanya saja untuk perjalanannya tidak setiap hari, hanya 2 hari dalam seminggu ditambah tanggal merah.

Masyarakat yang ingin merasakan sensasi naik kereta jaman perjuangan bisa mampir ke Museum Ambarawa ini sebelum jam 8 pagi, karena loket tour sebesar Rp. 50000 per orang mulai dijual jam 8 tepat. Jadi sudahkah kalian naik kereta api jaman dulu?

Priyo Harjiyono, bekerja sebagai guru komputer sejak 2011, blogger tekno sejak 2005, Pernah bekerja sebagai Asisten Dosen Teknik Informatika dan Teknik Elektronika UNY, SEO Specialist di Indobot dan saat ini sebagai SEO Specialist di Kommunitas.net , memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektronika, Teknik Informatika dan Program Profesi Guru Teknologi Komputer dan Informatika. Memiliki pengalaman sebagai narasumber, pembicara di bidang digital marketing, SEO dan informatika untuk bisnis dan UMKM.
Pengalaman lengkap saya bisa dicek disini












Dulu cuma lewat tok ihh, harusnya sekalian mampir kesana ya Yo …. next time ah kesitu 🙂