Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja

Sebagai salah satu pendatang bisnis kuliner di Yogyakarta, Bakpia Wong Jogja yang baru akan melaksanakan grand launching tanggal 10 Juni 2018 ini menggelar soft launching di Jl. HOS Cokroaminoto no 149. Soft launching yang digelar sampai tanggal 3 Juni 2018 ini memiliki beberapa program menarik, seperti promo khusus dan foodtruck. Sementara itu untuk menjalin kerjasama dengan stakeholder digital di Jogja, Bakpia Wong Jogja menggelar workshop Food Photography bersama chef Harisatu Zakaria. Workshop ini diikuti sekitar 30 narablog dari Komunitas Blogger Jogja, berlangsung pada hari Kamis 31 Mei 2018 pukul 15.30

Sebagai mana kita tahu, penggemar fotografi saat ini pun memiliki niche sendiri-sendiri, niche kuliner di instagram sendiri memiliki penggemar yang cukup banyak. Istilah foodgram, foodgrammer, foodporn merupakan bagian dari makin meroketnya niche bertema kuliner di jagat digital.

Pertanyaannya bagaimana sih teknik memotret makanan sehingga tidak hanya nampak instagrammable tetapi juga menggoda untuk dinikmati? Dengan difasilitasi Bakpia Wong Jogja kami pun belajar banyak dari Chef Hari. Chef hari sendiri berkata, selain sebagai seorang chef dia juga sebagai food stylist. Nah apalagi ini?

Food Stylist dan Props Stylist

Food Stylist adalah orang yang melakukan seni menghias dan menata makanan agar terlihat lebih menarik dan menggoda. Penataan makanan ini sendiri disebut dengan food styling. Food stylist biasanya adalah seorang yang bertugas menghias dan menata makanan yang akan dipotret. Selain food stylist ada lagi yang disebut props stylist. Props stylist bertugas menciptakan suasana yang mendukung tampilan makanan menjadi lebih menarik dan menggairahkan. Props stylist adalah orang yang bertugas memilih dan mengatur letak property yang digunakan, seperti plate, bahan pembuat makanan, peralatan makan lain seperti sendok, garpu, maupun aksesoris yang tidak berkaitan dengan menu makanan, seperti vas bunga, bunga, tulisan, dan lain-lain.

33025608_2032862730374381_3555049984015466496_n Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja  wallpaper
chef harisatu zakaria lagi in action ngasih materi tentang food photography

Jenis Food Photography

Menurut chef Hari ada tiga jenis foto dalam food photography, yakni photo shot/clear shot, editorial dan stock photos. Apa sih perbedaan photo shot, editorial dan stock photos dalam food fotografi?

Clear Shoot/Photo Shoot

Adalah foto yang menitik beratkan pada makanan, biasanya foto yang diambil adalah makanan bersama plate atau gelasnya saja dan menggunakan background warna putih. Tujuan clear shoot adalah untuk menampilkan makanan langsung di mata pengunjung

Editorial

Foto berjenis editorial umumnya digunakan untuk memperlihatkan makanan dalam tampilan yang lebih natural bersama property lain. Fokus dalam foto editorial masih dipusatkan pada makanan yang ditampilkan dengan menambahkan aksen-aksen pendukung dari property yang digunakan. Foto editorial biasanya banyak digunakan selebgram sebagai post di akun instagramnya.

32479551_188836725102452_5311472010696589312_n Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja  wallpaper

Stock Photos

Stock photos memiliki flexibilitas dibanding kedua jenis foto lainnya. Stock photos dimaksudkan untuk dapat ditampilkan sewaktu-waktu, memberikan perspektif lain, tidak selalu fokus pada produk akhir. Stock photos dapat berupa proses menuangkan bahan, menampilkan kepulan asap dari makanan yang baru masak, maupun menampilkan elemen manusia, seperti tangan yang memegang cangkir.

BACA JUGA:   Berkreasi dan Mengenal Lancar Paint Center

Jenis Property Pada Food Photography

Ada beberapa jenis property yang digunakan yang digunakan dalam food photography, menurut chef Hari, ada 3 jenis property yang digunakan berdasarkan fungsinya dalam frame.

32955844_808727822660253_462861362700222464_n Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja  wallpaper

  • Garnish ~ Garnish adalah hiasan yang terdapat dalam makanan yang berguna untuk mempercantik makanan, misalnya, daunt mint, strawberry, irisan lemon
  • Condiment ~ Condiment adalah hiasan berupa makanan/bahan makanan yang terdapat di sekeliling makanan untuk mendukung persepsi dari obyek utama dalam frame. Potongan coklat, batang dan tepung gandum, butiran kacang hijau
  • Property ~ Property adalah hiasan yang bukan berupa makanan, tetapi digunakan untuk mendukung penampilan makanan dan foto yang dihasilkan misalnya plate, bunga, sendok, mug

Trend Food Photography Kekinian

Ada beberapa teknik pengambilan foto makanan yang banyak digunakan, misalnya berdasarkan angle misalnya

  • Below Eye Level – Sudut pengambilan foto kurang dari 45 derajat, teknik ini dimaksudkan untuk memfokuskan tampilan pada satu atau dua titik dalam menu utama, teknik ini cocok untuk memotret makanan dengan gelas transparan yang tinggi
  • Eye Level – sudut pengambilan foto 45 derajat, teknik ini digunakan tidak hanya untuk menampilkan makanan tetapi juga dengan property pendukung yang ada.
  • Above Eye Level – sudut pengambilan diatas 45 derajat, digunakan untuk memperlihatkan komposisi, proporsi dan space dari makanan dengan property lain
  • Flatlays – sudut pengambilan foto dari atas makanan, biasanya digunakan untuk memotret makanan yang terdiri dari beberapa menu, atau satu menu dengan tampilan yang cenderung lebar.
25022920_324593811281930_2284912916320747520_n Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja  wallpaper
contoh pengambilan foto dengan teknik flatlays

Teknik flatlays ini merupakan salah satu trend foto kekinian yang banyak diminati netizen dan foodgrammer, meski untuk melakukannya, tidak jarang kita melihat pengunjung restoran lain tiba-tiba naik ke atas kursi untuk mengambil gambar. Untuk pengambilan teknik flatlays, usahakan menggunakan lensa kit, background berwarna kontras dengan obyek, berikan space antara obyek serta tentukan tema pengambilannya.

Selain teknik flatlays, teknik kekinian dalam food photography adalah Life Style. Teknik Life style adalah gaya foto yang menggunakan unsur diluar obyek makanan dalam satu frame foto. Unsur manusia memberikan nuansa yang lebih hidup pada foto. misal tangan, atau penikmat makanan. Tips untuk mendapatkan food life style photograp terbaik adalah; pilih talent yang enak dipandang; cantik atau tampan, kulit putih, kuku bersih, gunakan property yang mendukung, seperti suasana dan cara makan, pose harus natural, gunakan perpaduan warna.

Basic Equipment Food Photography

Untuk membuat food photography ada beberapa peralatan basic yang harus dimiliki antara lain

  • Kamera ~ DSLR, Mirrorless, smartphone
  • Tripod (kondisional)
  • Lighting ~ matahari, flash, led
  • Reflektor/pemantul cahaya~ (kondisional)
  • Difuser/pelembut bayangan ~ (kondisional)
  • Lensa ~ focal length 35mm, 50mm, 85mm, 100mm. Diafragma 1.4, 1.8, dll

Penggunaan reflektor dan difuser patut dipertimbangkan agar kita mendapat tampilan obyek yang cerah dari berbagai sudut, tidak meninggalkan bayangan tebal di salah satu sisi, sehingga permukaan obyek lebih terlihat. Chef hari menambahkan untuk mengatasi backlight dapat dengan menaruh reflektor di sisi kanan kiri obyek.

BACA JUGA:   Wisata Kamera Jogja di Museum DeMata DeArca

Dasar Teknik Pengambilan Foto

Setelah mengenal basic equipment, selanjutnya kami belajar mengenai segitiga exposure. Dalam dunia fotografi ada yang disebut segitiga exposure yakni ISO, Aperture dan Shutter Speed. ISO adalah ukuran tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO, maka semakin sensitif sensor terhadap cahaya. ISO rendah berguna agar cahaya yang mewakili objek foto masuk ke sensor kamera lebih akurat. Jadi foto yang dihasilkan lebih detil. Sedangkan ISO tinggi sangat berguna untuk mengambil foto lebih detil pada keadaan minim cahaya tanpa mengurangi shutter speed atau pelebaran aperture. Namun foto menjadi terlalu terang dan kurang realistis

Aperture adalah ukuran bukaan lensa, aperture dinyatakan dalam satuan f-stop seperti f/1.8 atau f/22, semakin besar nilai f-stop menunjukkan semakin sempit bukaan lensa. Aperture sempit cocok digunakan untuk membuat foto panoramik karena memperlebar area fokus. Sementara aperture lebar cocok untuk menampilkan depth field effect alias bokeh

Shutter speed/ kecepatan rana adalah kecepatan yang dibutuhkan untuk menutup aperture dalam pengambilan gambar. Kecepatan ini biasanya menggunakan sepersekian detik. Untuk menangkap obyek yang bergerak cepat, dibutuhkan shutter speed 1/300 sementara shutter 1/30 digunakan untuk menghasilkan efek blur pada aliran air dengan tetap menjaga lingkungan sekitarnya tetap tajam

Setelah sesi materi, kami pun selanjutnya berkesempatan untuk praktik dipandu oleh Chef Hari, kami membuat kelompok untuk selanjutnya menata property dan melakukan pengambilan gambar. Obyek utama praktik kami kali ini adalah Bakpia Wong Jogja, ada dua jenis Bakpia yang kami potret yakni Bakpia Premium dan Bakpia Original. Meski saat itu hari sudah mulai gelap, dan semakin sulit untuk mendapatkan foto dengan kualitas terbaik tetapi kami tetap bersemangat untuk menghasilkan foto terbaik. Itulah beberapa materi yang rekan-rekan blogger dapatkan dari agenda sore tersebut bersama Chef Harisatu Zakaria dan Bakpia Wong Jogja

 

cara belajar teknik seo

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

7 tanggapan untuk “Berkenalan dengan istilah food photography di Bakpia Wong Jogja

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: