Ketika Multiply Ingkar Janji

Kisruh sehubungan dengan ditutupnya fasilitas blogging di Multiply memicu banyak penolakan dari kalangan online seller, hal yang sering mereka garis bawahi tentang kondisi ini adalah karena Multiply Indonesia (mulpid) tidak tahu diri karena hendak mengusir blogger Multiply Indonesia (MPID) yang notabene selama inilah yang mempersiapkan Multiply menjadi salah satu website besar di dunia.

Namun dibalik itu, kekhawatiran terbesar mereka adalah karena sikap Multiply yang ingkar janji, bukan sebuah rahasia ketika awal kedatangan para invaders (baca: Mulpid) terjadi gesekan dengan para blogger yang khawatir kedatangan mereka akan menghancurkan fitur blogging di Multiply.

Lalu apa jawaban Multiply, baik Pez (CEO lama) Daniel Tumiwa (Country Manager) maupun Stef (CEO baru) dan para stafnya (Nirmala CS) mereka berjanji bahwa fasilitas blogging multiply tidak akan dihapus dari Multiply, tapi apa lacur. Kebiasaan mereka tidak mengingkari janji, mendiamkan masalah akhirnya sampai pada tahap pengkhianatan, yaitu mengumumkan penghapusan fitur blog dari Multiply.

Bisa dibayangkan ribuan warga Multiply sontak heboh, merasa tertipu dan ditikam oleh Multiply, dan memaksa para MPers lama kembali menyelamatkan sisa sisa sejarah mereka, keributan terjadi hampir disemua jejaring maya dan semua mendapat tanggapan sama, pengabaian oleh Multiply.

multinesiagugat Ketika Multiply Ingkar Janji  wallpaperMelihat keadaan ini, dimana demi kepentingan bisnis, Multiply telah tega mengkhianati para user yang telah loyal dan setia selama 8 tahun, selama ini user Multiply dikenal sebagai user yang sangat loyal terhadap platform mereka, rata2 user Multiply telah menghabiskan 3 tahun lebih untuk bersosialisasi disana, meskipun dunia maya berkembang pesat, jejaring sosial baru yang lebih modern, gaul bermunculan, ketika blogger di platform lain menangguk banyak keuntungan dari google adsense, semua tidak menjadikan para user Multiply bergeming. Faktor persahabatan membuat mereka enggan meninggalkan tanah mereka disana, sungguh merupakan ironi bagi para blogger Multiply.

BACA JUGA:   Buber di Gubug Makan Mang Engking Seyegan

Ya penolakan dari online seller dan blogger membuat Multiply pikir2 untuk menghapus semua fitur jejaring sosialnya, dan dengan menerapkan politik devide et impera mereka untuk sementara membiarkan para online seller menikmati fitur tersebut sementara tidak ada ampun lagi bagi blogger. Beberapa blogger terhasut untuk mengubah akun mereka menjadi online seller dengan harapan blog mereka dapat terselamatkan dan berharap mereka lolos dari pembantaian.

Namun melihat kenyataan bahwa Multiply kerap ingkar janji, apa yang bisa kami harapkan lagi? tidak ada jaminan bahwa fitur tersebut akan disediakan dalam jangka waktu lama, karena keinginan Multiply sudah jelas memaksakan semua online seller menggunakan product list dan memeras semua usernya seperti lintah yang haus darah, pada saatnya para online seller yang menggunakan fitur tersebut akan merasakan yang blogger rasakan saat ini, dipaksa pergi atau menjadi budak yang menuruti semua keinginan Multiply.

Bagi kami, kami mencintai kedamaian di tanah Multiply, tapi kami lebih mencintai kemerdekaan, lebih baik mati dengan kepala tegak daripada hidup dengan kepala tertunduk. Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak percaya, Multiply telah melakukan kebohongan berkali kali kepada para user loyalnya, lalu bagaimana mungkin Multiply masih bermimpi bahwa masih banyak orang yang akan mempercayakan uang mereka berputar di Multiply?

Kami menghimbau segenap rekan blogger dan online seller Multiply untuk mengambil sikap terhormat, melawan kesewenang2an ini demi kemerdekaan martabat kalian.

BACA JUGA:   Ceker Ayam
www baikpez com

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

9 tanggapan untuk “Ketika Multiply Ingkar Janji

  • Agustus 10, 2012 pada 8:44 pm
    Permalink

    Yap, bukan hanya masalah harga diri kita sebagai blogger, tapi juga apakah kita akan tunduk pada kesewenang-wenangan dan budak kapitalis? Kalau kita melacur jadi OS, apakah bukan artinya kita masih mau dibodohi untuk kesekian kalinya? Kucing aja gak mau kejeblos lubang untuk kedua kalinya. Mosok kita manusia malah menjebloskan diri, untuk kesekian kalinya pulak.

    Balas
    • Agustus 11, 2012 pada 1:16 pm
      Permalink

      agree, mengubah akun menjadi OS sama aja mengakui kekuasaan mereka atas blogger, dan menyatakan semerdeka apapun pemikiran blogger ternyata mereka tidak lebih merdeka dari ketakutan terhadap provider mereka, bah wis aku manggon neng kene ae mbak ra ribut ngurusi manajemen tolol semacam mulpid

      Balas
  • Agustus 10, 2012 pada 4:05 pm
    Permalink

    lah sing wis ya wis yo
    digawe reang ya mung buang buang energi tok
    akeh liane ikih

    Balas
    • Agustus 11, 2012 pada 12:55 pm
      Permalink

      ha ora kang kiye mbuang energi men ora setres jenenge 😛

      Balas
  • Agustus 10, 2012 pada 1:58 pm
    Permalink

    tiba tiba saya ingat sebuah percakapan yg sangat terkenal.

    “kita telah kalah”, kata minke
    “setidaknya kita telah melawan, nak!”, jawab Nyai Ontosoroh

    Salah satu percakapan yang paling banyak dirujuk dari Maha Karya Pram ;D

    Balas
    • Agustus 10, 2012 pada 2:33 pm
      Permalink

      hehe ibarat ujian SMA, menang kalah itu terserah sama yang Diatas, tapi klo kita lari dari ujian itu kita pasti kalah, berjuanglah maka jika kalah kita kalah dengan terhormat bukan lari seperti pengecut, ha rak ngono ta?

      Balas
  • Agustus 10, 2012 pada 8:40 am
    Permalink

    Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Multiply telah mengingkari janjinya berkali kali, itu artinya mereka sendirilah yang menggali kuburan mereka sendiri, bukan kami

    Balas

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: