Menikmati Sensasi Beda Sate Ayam di Jogja

Sate Ayam di Jogja? Kebanyakan orang pikirannya akan langsung menuju sate klathak. Sate khas dari daerah Imogiri ini memang terkenal sebagai salah satu kuliner lokal andalan yang banyak dicari wisatawan domestik. Tapi akan lain soal jika ditanyakan pada wisatawan mancanegara.

Adalah Sate Ratu yang berlokasi di Jogja Paradise jalan Magelang Yogyakarta. Warung Sate yang didirikan oleh Mas Budi ini sudah ada sejak Maret 2016 di Jogja Paradise. Awalnya pada 2015 Mas Budi memutuskan untuk hengkang dari pekerjaan yang digelutinya selama 30 tahun di dunia entertainment. Kemudian membuka angkringan di sebelah timur Gardena Mall. Ternyata dari menu angkringan yang ditawarkan ini, menu sate ini yang jadi favorit. Kemudian Mas Budi dan istri memutuskan untuk lebih fokus menjual produk sate mereka dan membranding sate tersebut agar dapat dinikmati oleh segmen menengah ke atas.

Sate ratu memiliki dua menu andalan yakni Lilit basah dan Sate Merah, Lilit basah sendiri adalah pengembangan dari sate lilit Bali. Karena berbagai pertimbangan, sate lilit ini kemudian dibuat dalam bentuk kotak dan tidak menggunakan pegangan seperti sate lainnya. Cara memasaknya juga berubah dari yang tadinya panggang kemudian menjadi kukus. Satu porsi lilit basah ini dijual seharga 23K yang berisi 4 kotak, bentuknya mirip tahu, tapi tahu ayam.

sate ayam jogja sate lilit basah
Lilit basah merupakan pengembangan dari sate lilit

Sementara sate merah, disebut sate merah karena warna yang muncul dari menu ini dominan merah. Hal ini karena penggunaan bahan gula merah dan cabai yang digunakan, serta sedikit kecap untuk pengembangannya. Rasanya cukup pedas, meski gak membuatku jera untuk menikmatinya. Sama dengan lilit basah, sate merah dihargai 23K untuk 6 tusuk sate.

BACA JUGA:   Pesona Alami Gunung Kemukus
Sate Merah menu andalan khas Sate Ratu
Sate Merah menu andalan Sate Ratu

Yang membedakan dengan sate-sate di Jogja pada umumnya adalah Sate Ratu tidak menggunakan bahan kacang tanah sebagai bumbu, dan hanya menggunakan sedikit kecap, mungkin ini yang paling berasa perbedaaannya. Menariknya, warung sate ini bisa menarik minat wisatawan mancanegara, total saat kami berkunjung kemarin sudah ada lebih dari 2200 wisatawan dari 65 negara yang pernah menikmati kuliner di Sate Ratu.

Hall of Fame Sate Ratu berisi testimoni pelanggan dari 65 negara
Hall of Fame Sate Ratu berisi testimoni pelanggan dari 65 negara

Menurut Mas Budi, para pelanggannya ini umumnya mendapat informasi dari internet dan dari rekan-rekan traveling yang ditemuinya mengenai keberadaan Sate Ratu. Perbedaan segmen itu juga yang mengantarkan Sate Ratu memperoleh beberapa award bergengsi lho gaes diantaranya

  • Indonesia Awards for Excellent of Restaurant 2018
  • BeKraf Food Startup Indonesia 2018
  • Certificate of Excellence Trip Advisor 2018
  • Certificate of Excellence Trip Advisor 2017
  • Finalis Bango Penerus Warisan Kuliner 2018
Sate Ratu dalam buku Kreatifood BeKraf
Sate Ratu dalam buku Kreatifood BeKraf

Terhitung mulai bulan Agustus 2018, Sate Ratu pindah lokasi dari halaman parkir Jogja Paradise, ke bagian belakang yang lebih luas. Buat yang penasaran sama kuliner sate ayam Jogja yang beda ini bisa mampir langsung ke Jogja Paradise yes.

News Reporter
Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.