Cara Merawat Baterai Laptop

Soal ketahanan baterai laptop, mungkin punyaku gak terlalu wah sih, karena selama ini aku menerapkan cara merawat baterai laptop dengan baik. Sebenarnya dari segi merek notebook aja gak terlalu prestise n bukan merk yang bonafid dan jadi inceran di negeri ini. Toh soal memperpanjang umur baterai laptop itu kembali ke amalan masing2 pemiliknya.

Meski udah memasuki usia 4 tahun bateraiku terhitung awet untuk laptop seumurannya, masih tahan lebih dari 100 menit, jaman awal beli bisa tahan hampir 3 jam, berarti selama 4 tahun penyusutan ketahanannya gak sampe 50%.

Cara Merawat Baterai Laptop

cara merawat baterai laptop

Gimana sih tips atau cara merawat baterai laptop biar tahan lama? gimana caranya biar gak harus ganti baterai laptop cepet karena rusak? 😀

Charger Saat Indikator Mendekati 20%

Laptop umumnya memiliki baterai yang berkapasitas 45W 60W atau 90W. Setiap baterai ini memiliki kemampuan 100% cell baterai aktif saat masih baru. Kapan waktu yang tepat untuk mencharger laptop? Yaitu saat kapasitas baterai mendekati 20%, sekitar kapasitas 20%-25% pertimbangkan untuk mengisi ulang daya dengan charger laptop.

baterai laptop

Mengecas Laptop Sampai Penuh 100%

Kebiasaan orang saat ini yang ingin serba cepat, adalah tidak melakukan charge laptop sampai 100 persen. Mereka ingin cepat berpindah tempat dari kampus ke kafe atau pulang ke rumah. Sebelum mencharger laptop, pertimbangkan kita dapat melakukan charge sampai kapasitas 100%. Karena hal tersebut merupakan cara merawat baterai laptop yang baik dan benar.

Oleh karena itu saran aku, saat kamu di kafe dan menggunakan laptop, setelah pekerjaan kamu selesai matikan laptop dan biarkan baterai tercharge dalam kondisi mati terlebih dahulu sekitar 15 menit. Setelah sampai di rumah, charge kembali sampai penuh dalam kondisi mati.

Apakah ngecas full 100 persen bisa merusak baterai? Ya jika posisi 100% dibiarkan terlalu lama misalnya seharian penuh dapat menimbulkan overheat yang mengganggu kemampuan cell baterai.

Lebih Baik Laptop Mati atau Hidup Saat Di Cas?

Mengecas laptop sebaiknya dalam kondisi laptop mati. Ini untuk memungkinkan setiap cell terisi daya secara penuh tanpa gangguan pengurangan daya akibat pemakaian laptop.

Meski demikian, mengecas laptop saat digunakan bekerja tetap diperbolehkan untuk mendukung pekerjaan kita.

Bagaimana Mengecas Laptop Sambil Bekerja dengan Penggunaan Lama?

Sangat tidak disarankan untuk melakukan charge laptop saat kondisi pekerjaan membutuhkan durasi yang lama. Misalnya lebih dari 8 jam pemakaian laptop dan laptop selalu dalam kondisi terhubung dengan adaptor.

Kalau emang laptop mau dipake untuk durasi lama, mending langsung ambil dari sumber aja, baterainya kita lepas biar beristirahat. Nanti kalau ada pemadaman listrik bagaimana?

Karena untuk pekerjaan lama, pastinya berada di rumah atau kantor sendiri, pertimbangkan membeli UPS (uninteruptable power supply) untuk menjaga laptop tidak mati saat pemadaman. Dan tentunya data kita tidak hilang mendadak.

Pastikan Airflow Laptop Tetap Terjaga

Airflow adalah aliran udara pembuang panas dari body laptop agar suhu di dalam perangkat tidak terlalu panas. Panas berlebih dapat mengakibatkan kerusakan komponen laptop bahkan dalam beberapa kondisi bisa menyebabkan laptop terbakar atau meledak.

Baterai adalah penghasil panas berlebihan, biasanya berimbas juga terhadap panas laptop keseluruhan, gunakan kipas pendingin, atau setidaknya biarkan sirkulasi dari dalam laptop tidak terhalang bantal/meja secara langsung (berlaku banget buat laptop dengan kipas menghadap ke bawah)

Mengecas Laptop Semalaman Apakah Aman?

Saat malam dan hendak beranjak tidur, kita mencharge laptop sampai pagi. Apakah hal tersebut aman? sejauh ini aman, meski tidak disarankan. Jika laptop dan adaptor kalian sudah mendukung teknologi charging protection maka hal tersebut sangat-sangat aman.

Charger akan berhenti setelah mendeteksi kapasitas baterai perangkat sudah mencapai 100%. Tetapi jika tidak, sebaiknya menggunakan stop kontak timer listrik untuk mengatur waktu pengecasan laptop.

Perbedaan Power Delivery dan Quick Charge

Jika laptop kamu sudah mendukung pengisian power delivery menggunakan kabel USB type C pertimbangkan untuk membeli charger Power Delivery seperti Verbatim. Oh ya untuk charger Verbatim ini selain mendukung power delivery dan Quick Charge juga memiliki teknologi charging protection

FAQ

Q: Mengapa Baterai Tetap Nol Persen Saat Dicas?

Baterai telah mati dan saatnya untuk diganti dengan baterai laptop baru.

Q: Mengapa Baterai Cepat Habis?

Semakin lama, masa pemakaian baterai akan semakin cepat berkurang seiring berjalannya waktu. Hal ini karena cell-cell pada baterai sudah tidak optimal dan tidak mampu menyimpan elektron listrik.

Q: Bagaimana Cara Mencegah Kemampuan Baterai Laptop agar tidak Cepat Menurun?

Rawat laptop dengan baik dan gunakan laptop seperlunya, hindari pemakaian berlebih dan pelajari berbagai tips cara merawat baterai laptop di atas.

Q: Apakah Saya Bisa Mengganti Baterai Laptop Sendiri?

Ya anda bisa mengganti baterai laptop sendiri, selama baterai laptop dapat dicabut dari luar. Jika menggunakan baterai tanam dan anda khawatir menimbulkan kerusakan lain, anda bisa menghubungi teknisi laptop terdekat di kota anda.

Q: Berapa harga baterai laptop baru?

Harga baterai laptop antara Rp. 200.000 – Rp. 800.000, saran saya sebaiknya membeli baterai original yang lebih tahan lama

Itulah beberapa cara merawat baterai laptop yang aku terapkan berdasar pengalamanku sendiri sebagai seorang guru TKJ dan menjadi teknisi komputer di sekolah selama 11 tahun.

2 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

(Note, links and most HTML attributes are not allowed in comments)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.