Wohing Pakarti

Mungkin sedikit orang menyadari bahwa di berbagai belahan dunia ada banyak cerita rakyat yang mirip satu sama lain, sementara berdasar sejarah belum ditemukan hubungan masing2 cerita rakyat yang mirip tersebut,misal kisah Cinderela dan Bawang Merah Bawang Putih, Jaka Tarub, jaka-tarub Wohing Pakarti  wallpaperLegenda Danau Toba cerita rakyat korea (Bau dan Unbyol) dengan salah satu cerita rakyat jepang bedanya jaka tarub nyuri selendang, pada legenda danau toba, istrinya seekor duyung, sementara si orang jepang nyuri sayap bidadari *kebetulan lupa judulnya – eh itu sih kesialan kali*

Entah apakah cerita itu bersumber dari akar yang sama atau tidak tetapi dalam cerita itu selalu ada hikmah untuk para pendengar/pembacanya. Seperti Cinderela dan Bawang Putih hidup di bawah kekejaman ibu tiri akhirnya menikah dengan seorang pangeran, sementara Jaka Tarub dan si orang Jepang melakukan kecurangan demi memuaskan nafsu mereka menikahi bidadari akhirnya pun ditinggal pergi oleh istri2nya.

Nah, bicara soal sebab akibat, aku setuju banget bahwa semua yang terjadi pada kita pada dasarnya karena polah kita sendiri, bukan orang lain, kita jadi pinter ya karena kita rajin belajar, sebaliknya waktu SD juara satu waktu kuliah DO ya karena kelakuane dewe, nggampangke pelajaran, wegah sinau karepe sianu wae.

Biasanya semua itu terjadi karena kebiasaan kita sendiri, aku pernah denger pepatah, bentuklah kebiasaan maka kebiasaan akan membentukmu. Merubah kebiasaan menjadi baik emang susah tapi setelah terbiasa ia akan menjaga kita senantiasa baik. Jika kita berusaha baik maka kita pun akan terlihat baik, jika kita tidak berbuat baik, maka orangpun tidak akan menganggap kita orang baik2. Orang India bilang it’s karma, orang jawa bilang wohing pakarti, buah dari budi pekerti. Tidak akan luput dari titah Tuhan seorang yang berbuat kebajikan walaupun sebesar biji sawi, dan tidak pula akan terlewat keburukan seseorang walaupun hanya sebesar biji sawi.

BACA JUGA:   Mengeja Tuhan dalam ujian

really-bad-cabling-706713 Wohing Pakarti  wallpaper

Jika saja setiap keburukan kita ini ibaratnya sebuah kabel yang dipasang asal2an pada sebuah data center, mungkin setelah kita membiarkan sekian lama kita juga bakalan stress sendiri melihat betapa kacaunya hidup kita. Jadi mari teman, sedini mungkin berusaha berbuat satu kebaikan untuk diri kita sendiri setiap harinya. Niscaya Tuhan akan membalasnya untuk kita.

cerita legenda, gambar cerita rakyat danau toba, kacaunya hidup di india, Legenda Jaka Tarub dan 7 Bidadari

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

10 tanggapan untuk “Wohing Pakarti

  • September 28, 2012 pada 7:30 am
    Permalink

    iyanih, mungkin kalo di ibaratkan kabel itu…, sudah saatnya hidupku jg ditata dengan menebar kebaikan….,, liat gambar kabel itu jadi kliatan ngeri…, :p

    Balas
    • September 28, 2012 pada 7:34 am
      Permalink

      hehehe mari menata kabel kebaikan hidup kita 😀

      Balas
  • September 17, 2012 pada 4:45 pm
    Permalink

    Siapa menebar benih, dia yang akan menuai hasilnya. Artinya: kalau menghamili anak orang, tanggung jawab dong…ha…ha…ha.

    Iya, setuju Yo. Kalau aku sangat percaya bahwa you may run from the past, but sooner or later it will catch you up. Tuhan tidak tidur, keadilan itu pasti akan datang.

    Balas
    • September 17, 2012 pada 7:34 pm
      Permalink

      Bawa bawa hamil ki piye ceritane Sum *melet*

      Balas
    • September 17, 2012 pada 11:21 pm
      Permalink

      Itu lo, ada benih2…ha…ha…ha. *bales melet*

      Balas
    • September 18, 2012 pada 2:58 am
      Permalink

      betul tinggal soal waktu aja bau bangkai akan tercium

      Balas
    • September 18, 2012 pada 3:00 am
      Permalink

      benih bangkai?

      Balas
    • September 18, 2012 pada 3:01 am
      Permalink

      Mulai deh OOT. 😛

      Balas
    • September 18, 2012 pada 3:02 am
      Permalink

      Hah? Benih plembungan lagi, mbaaak.

      Balas
    • September 18, 2012 pada 3:02 am
      Permalink

      nek benih bangkai, thukul e opo mbak???

      Balas

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: